Ketika Manajer Everton 'Menghancurkan' Karier Talenta Muda Italia

Duncan Ferguson, manajer Everton, dianggap menghancurkan karier Moise Kean kala melawan Manchester United.
Arief HadiArief Hadi - Selasa, 17 Desember 2019
Ketika Manajer Everton 'Menghancurkan' Karier Talenta Muda Italia
Moise Kean (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Dua pemerhati sepak bola Inggris, John Arne Riise dan Sam Allardyce, sepakat memberikan kritikan kepada manajer Everton, Duncan "Big Dunc" Ferguson atas sikapnya kepada talenta muda Italia, Moise Kean.

Kejadian itu bermula di Old Trafford pada pekan 17 Premier League. Everton meraih hasil imbang 1-1 melawan Manchester United via gol bunuh diri Victor Lindelof (36') yang dibalas gol Mason Greenwood (77').

Di babak kedua, Ferguson memasukkan Moise Kean. Akan tapi ketika dia baru sebentar bermain, Ferguson kembali menariknya keluar dan menggantinya dengan Oumar Niasse. Kean langsung masuk ke ruang ganti pemain setelahnya.

Baca Juga:

Manchester United 1-1 Everton: Mason Greenwood Selamatkan The Red Devils dari Kekalahan

AC Milan Ingin Selamatkan Karier Moise Kean

Moise Kean Tak Betah di Everton, Sang Ayah Salahkan Mino Raiola

Moise Kean dan Duncan Ferguson

Sikap Ferguson itu mengundang kritikan. Terlepas dari alasan teknis di balik keputusan tersebut, Ferguson tak seharusnya melakukan hal tersebut karena itu bisa menambah tekanan yang berujung pengaruh kepada mentalnya.

Kean, 19 tahun, baru tampil 11 kali musim ini sejak pindah dari Juventus. Dia jarang bermain sebagai starter. Keputusan Ferguson itu membantu Kean untuk menemukan kepercayaan dirinya kembali. Menurut Riise, Ferguson telah menghancurkan kariernya.

"Terkadang dalam sepak bola, Anda harus memikirkan sisi kemanusiaan. Dia (Ferguson) menghancurkan kepercayaan diri pemain muda ini (Moise Kean)," kata Riise mengkritisi kebijakan Ferguson, dikutip dari talkSPORT.

"Dia bahkan tidak menjabat tangannya. Berikan dia pelukan - dia pemain muda. Ini hal terburuk yang dapat Anda lakukan kepada pemain mana pun, tapi khususnya pemuda yang tidak berbicara bahasa (Inggris) dengan sangat baik. Dia menghancurkan pemain muda."

Allardyce juga berpendapat demikian. Menurut pria yang kerap disapa Big Sam itu, staf kepelatihan Everton seharusnya bertindak ketika Ferguson menarik keluar Kean dan tidak memeluk atau memberinya apresiasi.

"Dia seharusnya memberinya semangat ketika ditarik keluar. Orang-orang di sekitarnya seharusnya berkata 'gaffer, jangan lakukan itu'," tambah Alladyce.

"Dia (Ferguson) dalam tekanan untuk kali pertama, dia di Old Trafford, dia mendapatkan hasil dan dalam pikirannya berpikir 'dia (Kean) tak melakukan apa yang seharusnya dilakukan, tarik dia keluar'."

"Seseorang seharusnya berkata 'Apakah Anda pikir itu keputusan yang benar, gaffer?' Dia (Ferguson) melakukan pekerjaan dengan fantastis, tapi di bawah tekanan kita semua melakukan kesalahan. Di sanalah peran staf Anda," urai Allardyce.

Breaking News Everton Moise Kean Premier League

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Liga Indonesia
Respons The Jakmania soal Usulan Puluhan Bobotoh Datang ke Laga Persija vs Persib
Ketua Umum The Jakmania Muhammad Aditya Putra merespons wacana Bobotoh datang ke SUGBK saat Persija vs Persib. Adit pilih fokus lawan Borneo FC.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 15 Agustus 2026
Respons The Jakmania soal Usulan Puluhan Bobotoh Datang ke Laga Persija vs Persib
Timnas
Dugaan Match-Fixing Laos Bikin Integritas Piala AFF 2026 Disorot
Dugaan match-fixing Laos dan kontroversi wasit Indonesia vs Singapura membuat integritas serta tata kelola Hyundai ASEAN Cup 2026 disorot.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 15 Agustus 2026
Dugaan Match-Fixing Laos Bikin Integritas Piala AFF 2026 Disorot
Ragam
4 Pemain yang Masih Harus Dijual Chelsea setelah Melepas Benoit Badiashile
Chelsea masih harus merampingkan skuad setelah melepas Benoit Badiashile. Berikut 4 pemain yang berpotensi dijual pada bursa transfer musim panas 2026.
Arief Hadi - Sabtu, 15 Agustus 2026
4 Pemain yang Masih Harus Dijual Chelsea setelah Melepas Benoit Badiashile
Inggris
Arsenal Jual Gabriel Martinelli, Sang Pemain Memilih Bertahan dan Tolak Tawaran dari Turki
Gabriel Martinelli menolak tawaran Galatasaray senilai 45 juta euro. Arsenal terbuka menjual, tetapi sang winger memilih bertahan di London Utara.
Arief Hadi - Sabtu, 15 Agustus 2026
Arsenal Jual Gabriel Martinelli, Sang Pemain Memilih Bertahan dan Tolak Tawaran dari Turki
Inggris
Dari Pemburu Menjadi yang Diburu, Arsenal Kini Bertarung Pertahankan Titel Premier League
Setelah mengakhiri penantian 22 tahun, Arsenal kini memburu gelar Premier League beruntun. Mikel Arteta mendapat amunisi baru untuk misi tersebut.
Arief Hadi - Jumat, 14 Agustus 2026
Dari Pemburu Menjadi yang Diburu, Arsenal Kini Bertarung Pertahankan Titel Premier League
Inggris
Musim Baru, Tantangan Besar Andoni Iraola Mengangkat Performa Liverpool
Andoni Iraola resmi memulai era baru di Liverpool. Simak tantangan beratnya membangkitkan The Reds dan memperbaiki lini belakang musim 2026-2027.
Arief Hadi - Jumat, 14 Agustus 2026
Musim Baru, Tantangan Besar Andoni Iraola Mengangkat Performa Liverpool
Timnas
Timnas Laos Diduga Terlibat Match Fixing di Piala AFF 2026
Dugaan ini muncul setelah adanya surat yang meminta pihak kepolisian melakukan penyelidikan, terhadap sejumlah hal janggal dalam penampilan Laos di Grup B Piala AFF 2026.
Tengku Sufiyanto - Jumat, 14 Agustus 2026
Timnas Laos Diduga Terlibat Match Fixing di Piala AFF 2026
Timnas
Prabowo Dorong Kewarganegaraan Ganda, Timnas Indonesia Tak Perlu Rayu Pemain Diaspora Lagi
Prabowo mendorong kewarganegaraan ganda terbatas bagi talenta tertentu. Pemain sepak bola diaspora menjadi salah satu yang berpotensi mendapat manfaat.
BolaSkor - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Dorong Kewarganegaraan Ganda, Timnas Indonesia Tak Perlu Rayu Pemain Diaspora Lagi
Inggris
Dalam 7 Musim Terakhir, Pemenang Community Shield Gagal Jadi Juara Premier League
Di era Premier League, hanya delapan dari 34 pemenang Charity Shield atau Community Shield yang berhasil menjadi juara Premier League.
Yusuf Abdillah - Jumat, 14 Agustus 2026
Dalam 7 Musim Terakhir, Pemenang Community Shield Gagal Jadi Juara Premier League
Inggris
Aturan Baru Premier League 2026-2027: VAR, Pergantian Pemain, hingga Penguluran Waktu
Premier League 2026-2027 akan menghadirkan sejumlah perubahan aturan yang bertujuan membuat pertandingan lebih cepat.
Yusuf Abdillah - Jumat, 14 Agustus 2026
Aturan Baru Premier League 2026-2027: VAR, Pergantian Pemain, hingga Penguluran Waktu
Bagikan