Ketika Lothar Matthaus Tak Bisa Memilih Inter Milan atau Bayern Munchen
BolaSkor.com - Legenda sepak bola Jerman, Lothar Matthaus, mengaku tidak bisa memilih antara dua mantan klubnya. Hasilnya, Matthaus memberikan jawaban diplomatis ketika menerima pertanyaan tersebut.
Lothar Matthaus merupakan kapten timnas Jerman semasa memenangi Piala Dunia 1990. Saat itu, Matthaus menjadi kunci sukses Der Panzer setelah sukses menghentikan Diego Maradona.
Kesuksesan lain juga diraih oleh Lothar Matthaus pada level klub. Apalagi, Matthaus sempat berkarier di dua kesebelasan top Eropa di negara berbeda.
Baca juga:
Pestanya Pencinta Sepak Bola Jerman di Jakarta bersama Bundesliga Experience
Berasal dari Jerman, tentunya Lothar Matthaus sempat membela klub lokal. Mengawali karier di Borussia Monchengladbach, Matthaus sempat dua periode membela Bayern Munchen.
Ketika ditanyai mana yang lebih berkesan untuk kariernya, Lothar Matthaus tidak bisa memilih. Pasalnya, Matthaus menilai kedua tim bermain di liga yang berat.
"Inter Milan atau Bayern Munchen? Di Italia saya akan mendukung Inter Milan. Namun, untuk di Jerman, Bayern Munchen adalah klub favorit saya," kata Lothar Matthaus saat ditemui BolaSkor.com, Sabtu (16/11).
"Sepak bola di Italia atau Jerman? Saya juga tidak bisa memilih. Menurut saya, level sepak bola di kedua negara sama-sama kuat," lanjut lulusan akademi sepak bola Borussia Monchengladbach itu.
Bersama Bayern Munchen, Lothar Matthaus memenangi berbagai gelar termasuk Bundesliga, Piala UEFA, dan DFB Pokal. Sementara di Inter Milan dia merengkuh Scudetto, Piala Super Italia, dan Piala UEFA.
Budi Prasetyo Harsono
5.618
Berita Terkait
Hasil Piala FA: Debut Liam Rosenior Berakhir Manis, Chelsea Menang Telak Kontra Charlton
Gustavo Almeida Berpotensi Main Lawan Persib, Mauricio Souza Tak Pusingkan Soal Masalah Ryo Matsumura
Hasil Malaysia Open 2026: Jojo dan Fajar/Fikri Terhenti di Semifinal
Bandung bjb Tandamata Usung Target Kalahkan Jakarta Popsivo Polwan demi Jadi Penguasa Series Pontianak
Persib vs Persija, Marc Klok: Anggap Pertandingan Harga Diri dan Singgung Kepindahan Luis Figo
Persib vs Persija, Bojan Hodak Pertanyakan Selalu Menggunakan Wasit Asing di Bandung
Bojan Hodak Minta Skuad Persib Jaga Emosi Saat Hadapi Persija
Hasil Super League 2025/2026: Malut United Kalah, Persib vs Persija Jadi Penentu Juara Paruh Musim
Persib Tanpa Andrew Jung dan Saddil Ramdani, Pelatih Persija Cuek dan Sebut Itu Urusan Bojan Hodak
Hindari Awak Media, John Herdman Tiba di Indonesia