Kerap Salah Taktik, Benarkah Unai Emery Tidak Pelajari Lawan?

Usai ditahan imbang Wolverhampton manajer Arsenal Unai Emery dinilai tidak mempelajari lawan.
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Senin, 04 November 2019
Kerap Salah Taktik, Benarkah Unai Emery Tidak Pelajari Lawan?
Unai Emery (zimbio)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Arsenal menuai hasil tidak memuaskan setelah ditahan imbang 1-1 oleh Wolverhampton Wanderers pada pekan ke-11 lalu. Arsenal kembali gagal memetik kemenangan meski unggul lebih dulu.

Di media sosial ramai dibincangkan soal kemungkinan manajer Arsenal Unai Emery tidak mempelajari lawan yang akan dihadapi. Rumor ini makin deras usai laga melawan Wolves. Muncul pendapat yang mengatakan taktik yang diterapkan memperlihatkan bahwa Emery sama sekali tidak tahu permainan lawan.

Baca Juga:

Arsenal 1-1 Wolverhampton: The Gunners Kembali Batal Menang

Pro-Kontra Jose Mourinho jika Melatih Arsenal

Angkat Bicara, Granit Xhaka Minta Maaf atas Sikapnya kepada Fans di Emirates Stadium

Saat menghadapi Wolves, Emery kembali memainkan taktik yang terbilang aneh. Dia mengusung formasi 4-4-2 berlian dengan Mesut Ozil ada di belakang dua penyerang. Dengan kata lain, Arsenal bermain narrow alias padat di tengah. Menariknya, Wolves sebagai lawan dikenal memiliki bek sayap yang berbahaya. Selain itu pemain depan Wolves juga senang bermain melebar.

Bagi yang memperhatikan permainan Wolves, sistem permainan ini amat kentara. Hampir semua lawan mengantisipasi cara bermain pasukan Nuno Espirito Santo. Namun Emery terkesan baru manyadari itu pada menir ke-73 ketika dia mengubah formasi Arsenal menjadi 4-2-3-1.

Sepanjang pertandingan Wolves mendominasi kedua sisi sayap. Dua gelandang Arsenal yang dimainkan, Lucas Torreira dan Dani Ceballos, sering terlambat membantu. Tidak heran Wolves sering mendapatkan keadaan dua melawan satu saat melancarkan serangan balik dari sayap. Hal ini juga terjadi saat Arsenal melawan Liverpool, ketika itu Emery seakan membiarkan kedua bek Liverpool leluasa mengirimkan umpan silang.

Boleh jadi Emery berpikir timnya akan mendominasi lini tengah karena memiliki jumlah pemain lebih banyak, dua melawan empat. Namun kenyataannya, gelandang-gelandang tampil solid dan mampu membuat lawan kehilangan ritme. Alhasil, sepanjang laga Wolves mampu melepaskan 25 tembakan, sedangkan Arsenal hanya 10.

Tidak antisipasi taktik lawan dan lamban bereaksi menghadapi situasi ini yang membuat publik Arsenal geram. Emery pun dibandingkan dengan Pep Guardiola yang pada pekan yang sama membuktikan kualitasnya sebagai pelatih papan atas.

Saat melawan Southampton, Manchester City tertinggal 0-1 terlebih dulu. Dalam kondisi ini, Guardiola menginstruksikan pasukannya makin banyak melancarkan umpan silang dan mengubah formasi menjadi 4-4-2 dengan memasukkan Gabriel Jesus. Dengan masuknya Jesus City memiliki dua penyerang yang meramaikan kotak penalti lawan dan siap menyambut hujan bola silang. Total, dalam laga melawan Soton, City melepaskan 62 umpan silang.

Permainan ini tentu terlihat aneh karena Guardiola dikenal terobsesi dengan penguasaan bola dengan umpan-umpan pendek merapat. Namun Guardiola melihat dengan melepaskan banyak umpan silang adalah formula paling tepat saat menghadapi lawan seperti Soton. Pada akhirnya pertahanan Soton jebol setelah dihujani umpan silang dan City menutup laga dengan kemenangan.

Apakah perbedaan ini membuktikan kalau Emery benar tidak mempelajari lawan yang akan dihadapi? Bisa jadi. Yang pasti Emery sendiri mengatakan dari pasukannya sudah menjalankan taktik dengan cara yang diinginkannya.

Arsenal Unai Emery
Ditulis Oleh

Yusuf Abdillah

Posts

10.893

Berita Terkait

Inggris
Intip Peluang, Arsenal Dekati Bek Muda PSG
Arsenal mengintip peluang untuk merekrut bek muda potensial PSG, Emmanuel Mbemba, dengan status bebas transfer pada bursa transfer musim panas 2026.
Arief Hadi - Sabtu, 06 Juni 2026
Intip Peluang, Arsenal Dekati Bek Muda PSG
Spanyol
Tak Cukup dengan Dumfries dan Konate, Mourinho Ingin Calafiori di Real Madrid
Setelah mengamankan Dumfries dan Konate, Real Madrid bidik bek Arsenal Riccardo Calafiori atas permintaan Jose Mourinho untuk mengatasi krisis bek tengah.
Arief Hadi - Kamis, 04 Juni 2026
Tak Cukup dengan Dumfries dan Konate, Mourinho Ingin Calafiori di Real Madrid
Ragam
5 Klub yang Paling Banyak Sumbang Pemain ke Piala Dunia 2026: Manchester City Nomor Satu
Berikut ini BolaSkor.com menyajikan informasi lima tim yang paling banyak menyumbangkan pemainnya ke Piala Dunia 2026. Tak ada MU dan Real Madrid dalam daftar.
Rizqi Ariandi - Rabu, 03 Juni 2026
5 Klub yang Paling Banyak Sumbang Pemain ke Piala Dunia 2026: Manchester City Nomor Satu
Liga Champions
Melihat Statistik Final Liga Champions, PSG Lebih Layak Menang ketimbang Arsenal
Gelandang PSG, Joao Neves, menyindir taktik bertahan Arsenal di Final Liga Champions 2026 yang dipertegas oleh rekor statistik penguasaan bola terendah.
Arief Hadi - Minggu, 31 Mei 2026
Melihat Statistik Final Liga Champions, PSG Lebih Layak Menang ketimbang Arsenal
Liga Champions
Arsenal Sudah Terbiasa Jadi Pecundang di Final Kompetisi Eropa
Arsenal kembali gagal meraih trofi Eropa usai kalah dari PSG di final Liga Champions 2026. Simak daftar lima final Eropa terakhir yang berakhir dengan kekalahan The Gunners.
Johan Kristiandi - Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Sudah Terbiasa Jadi Pecundang di Final Kompetisi Eropa
Ragam
3 Faktor yang Membuat Arsenal Kalah Lawan PSG di Final Liga Champions
Arsenal gagal juara Liga Champions 2026 setelah kalah dari PSG lewat adu penalti. Simak 3 faktor utama yang membuat The Gunners harus pulang tanpa trofi.
Johan Kristiandi - Minggu, 31 Mei 2026
3 Faktor yang Membuat Arsenal Kalah Lawan PSG di Final Liga Champions
Inggris
Menghadapi Tim Seperti PSG, Arsenal Tak Punya Cara Lain Selain Bermain Bertahan
Arsenal dikritik karena main bertahan dan andalkan set piece lawan PSG di final Liga Champions 2026. Eddi Brokoli pasang badan dan beri balasan menohok.
Arief Hadi - Minggu, 31 Mei 2026
Menghadapi Tim Seperti PSG, Arsenal Tak Punya Cara Lain Selain Bermain Bertahan
Liga Champions
Arsenal Perlu Berevolusi setelah Kalah dari PSG di Final Liga Champions
Pertarungan melawan PSG di final Liga Champions mengungkap area yang perlu dibenahi dan ditingkatkan Arsenal ke depannya.
Yusuf Abdillah - Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Perlu Berevolusi setelah Kalah dari PSG di Final Liga Champions
Liga Champions
Daftar Lengkap Juara Liga Champions dari 1955 hingga 2026: PSG Tambah Piala
PSG sukses mempertahankan gelar Liga Champions. Simak daftar lengkap juara Liga Champions dari 1955 hingga 2026 beserta pelatih yang mengantarkannya.
Johan Kristiandi - Minggu, 31 Mei 2026
Daftar Lengkap Juara Liga Champions dari 1955 hingga 2026: PSG Tambah Piala
Inggris
Arsenal Urung Akhiri Penantian Titel Liga Champions, Eddi Brokoli: Belum Waktunya
Arsenal gagal menjuarai Liga Champions 2025/2026 usai kalah adu penalti 3-4 dari PSG. Aktor dan fans The Gunners, Eddi Brokoli, sebut belum waktunya juara.
Arief Hadi - Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Urung Akhiri Penantian Titel Liga Champions, Eddi Brokoli: Belum Waktunya
Bagikan