Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Keahlian Ninja Zlatan Ibrahimovic di Usia 39 Tahun

Usia 39 tahun dan Zlatan Ibrahimovic masih memiliki kelincahan bermain bak ninja.
Arief HadiArief Hadi - Sabtu, 27 Maret 2021
Keahlian Ninja Zlatan Ibrahimovic di Usia 39 Tahun
Zlatan Ibrahimovic (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Zlatan Ibrahimovic pernah menganalogikan dirinya seperti Benjamin Button, sosok fiktif yang mengalami fase penuaan dengan cara berbeda. Jika orang pada normalnya semakin menua seiring bertambahnya usia, Benjamin Button justru semakin muda.

Ibrahimovic melihat dirinya sebagai Benjamin Button karena pada usia yang semakin senja dan mendekati 40 tahun, ia masih bisa bersaing dengan pemain-pemain yang lebih muda di level top Eropa.

Hal itu bisa dilihat saat ini. Alih-alih bermain di MLS atau di Asia seperti pesepak bola di penghujung karier dan kemudian pensiun, Ibrahimovic masih memperkuat AC Milan di salah satu liga top Eropa.

Musim ini Ibra sudah mencetak 17 gol dari 23 penampilan di seluruh kompetisi untuk Milan, angka yang hebat untuk pemain di usianya. Swedia pun memanggilnya kembali setelah lima tahun tak bermain setelah menyatakan pensiun.

Baca Juga:

Ibrahimovic dan 5 Pemain Bintang yang Lakoni Comeback ke Timnas

Zlatan Ibrahimovic Tandai Comeback dengan Assist dan Kemenangan

'The Return of the God', Ibrahimovic Kembali Bela Timnas Swedia

Zlatan Ibrahimovic dengan timnas Swedia

Comeback Ibra diwarnai assist yang berujung kemenangan 1-0 Swedia atas Georgia di laga Kualifikasi Piala Dunia 2022. Kualitas Ibra masih terlihat di laga itu meski usianya berumur 39 tahun. Keahlian ninja. Itulah kata-kata yang dituturkan Ibrahimovic.

"Saat saya bermain, saya mencoba melakukan hal-hal yang saya biasa lakukan. Tidak ada yang saya rencanakan untuk lakukan atau pikirkan untuk dilakukan sebelum pertandingan; itu hanya hal-hal impulsif," tutur Ibra dikutip dari Goal.

"Saya masih bisa melakukan gerakan-gerakan itu, skill ninja. Saya masih memilikinya dalam diri saya, meskipun saya berusia 39 tahun."

"Perasaan itu luar biasa. Saya baru saja merindukan penonton Swedia, para penggemar, karena terakhir kali saya bermain di sini adalah stadion penuh dan suasananya berbeda ketika penuh tetapi sisanya luar biasa."

"Saya sangat senang. Saya sangat bangga. Saya memiliki perasaan yang luar biasa ketika saya berada di lapangan dan saya mencoba memberikan yang terbaik, seperti setiap saat, untuk membantu rekan satu tim dan membantu diri saya sendiri untuk tampil."

Ibra memiliki target membantu Swedia lolos ke Piala Dunia 2022 dan mencetak gol di turnamen, hal yang tak dapat dilakukannya pada 2002 dan 2006.

"Saya punya satu hal dengan Piala Dunia dan itu adalah saya tidak pernah mencetak gol di Piala Dunia, jadi itu adalah sesuatu yang harus saya kalahkan," imbuh Ibra. "Saya tidak bisa membiarkannya tanpa gol."

Penilik ban hitam taekwondo

Ban hitam dalam taekwondo merupakan bukti bahwa Ibra bukan pesepak bola biasa, tapi juga berpengalaman dan menguasai kemampuan taekwondo. Tak heran jika gol-gol indah dan mengejutkan kerap lahir dari kakinya.

Ibra menerima ban hitam taekwondo dari Mauro Sarmiento, ahli bela diri yang memenangi medali perak pada Olimpiade 2008 untuk Italia. Menurut Daily Telegraph Ibra meraih ban hitam itu pada usia 17 tahun.

"Seandainya dia memiliki fokus yang sama pada taekwondo seperti yang dia lakukan pada sepak bola, dan mampu bertaruh dengan cara yang sama, jelas bahwa dia bisa sama baiknya," ucap pelatihnya di Swedia, Leif Almo.

Latar belakang sebagai pemilik ban hitam taekwondo menjadi salah satu faktor jenjang karier panjang Ibrahimovic. Itu membantunya menguasai Eropa dengan memenangi trofi bersama klub-klub seperti Juventus, Inter Milan, AC Milan, Barcelona, PSG, dan Manchester United.

Breaking News Zlatan Ibrahimovic Swedia Timna Swedia Milan AC Milan

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
John Terry membandingkan Jude Bellingham dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa, Zinedine Zidane.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Liga Indonesia
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Aqil Savik mengungkap alasan menolak tawaran beberapa klub demi bergabung dengan Persija Jakarta. Eks kiper Persib itu siap bersaing di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Piala Dunia
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Lamine Yamal punya satu harapan besar setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Bukan hadiah mewah atau perayaan meriah, melainkan kemenangan atas Prancis dan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Liga Indonesia
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Kyohei Yoshino mengaku bangga bergabung dengan Persija Jakarta. Eks Cerezo Osaka dan Daegu FC itu siap bekerja keras membawa Macan Kemayoran mengakhiri puasa gelar di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Piala Dunia
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
FIFA resmi menunjuk wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, untuk memimpin pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Atlanta Stadium.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Bagikan