Kartu Merah Xhaka Jadi Penyebab Liverpool Gagal Menang

Hal itu diakui oleh Jurgen Klopp.
Taufik HidayatTaufik Hidayat - Jumat, 14 Januari 2022
Kartu Merah Xhaka Jadi Penyebab Liverpool Gagal Menang
Pelanggaran keras Granit Xhaka berbuah kartu merah. (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Liverpool gagal mengalahkan Arsenal pada leg pertama semifinal Piala Liga 2021-2022. Sang manajer, Jurgen Klopp menganggap hasil ini disebabkan sang lawan yang bermain dengan sepuluh orang.

Dalam laga yang berlangsung di Anfield, Jumat (14/1) dini hari WIB, Liverpool dan Arsenal bermain imbang 0-0. Padahal The Reds mendominasi penuh jalannya pertandingan.

Liverpool langsung menggempur pertahanan Arsenal sejak awal pertandingan. Roberto Firmino dan kawan-kawan memang butuh kemenangan untuk membuka peluang lolos ke final.

Baca Juga:

Arsenal, Tim Pertama yang Membuat Liverpool Mati Kutu di Anfield

Hasil Pertandingan: Liverpool Diimbangi Arsenal, Milan Menang

Liverpool Vs Arsenal: Menagih Janji Jurgen Klopp

Namun absennya Mohamed Salah dan Sadio Mane yang tengah tampil di Piala Afrika mempengaruhi gaya main Liverpool. Kreativitas mereka dalam membongkar pertahanan lawan seolah berkurang.

Liverpool kemudian mendapat angin setelah Arsenal harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-24. Granit Xhaka menerima kartu merah langsung setelah menendang perut Diogo Jota meski tidak sengaja.

Sayangnya keunggulan jumlah pemain gagal dimanfaatkan Liverpool. Total 17 tembakan yang mereka ciptakan tak ada artinya karena hanya satu yang mengarah ke gawang.

Meski begitu, Klopp punya pandangan menarik terkait hal ini. Ia merasa timnya lebih kesulitan saat Arsenal bermain dengan sepuluh orang.

"Kami memulai permainan seperti yang kami inginkan dan kemudian ada kartu merah. Kami lalu bermain melawan tim dengan pertahanan blok rendah," kata Klopp usai laga.

"Melawan pertahanan blok rendah dengan tim yang paling baik adalah sulit dan jelas kami tidak melakukannya."

Arsenal memang fokus bertahan usai bermain dengan sepuluh pemain. Hal itu membuat Liverpool mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 79 persen.

Klopp menilai kondisi tersebut justru membuat tim asuhannya tidak nyaman. Hal ini turut mempengaruhi penyelesaian akhir anak-anak asuhnya.

"Kami membuat beberapa keputusan yang salah, terlalu terburu-buru, sepertinya tiba-tiba kami merasa di bawah tekanan yang tidak masuk akal. Ini adalah situasi yang khas," tambahnya.

"Kami tidak dapat menciptakan cukup banyak peluang untuk situasi yang kami hadapi saat bermain melawan 10 orang."

Meski begitu, Klopp menilai peluang timnya untuk melaju ke final belum tertutup. Liverpool memang masih punya peluang untuk mengalahkan Arsenal di kandang lawan.

"Ketika mungkin Arsenal merasa dalam posisi yang lebih baik saat ini, kami merasa pertandingan ini sudah berakhir. Jadi kami akan mencobanya lagi Kamis depan," tutupnya.

Liverpool Arsenal Jurgen Klopp Piala Liga Breaking News
Ditulis Oleh

Taufik Hidayat

Agen rahasia yang menyamar jadi kuli tinta.
Posts

6.514

Berita Terkait

Piala Dunia
Spanyol Harus Waspadai Uruguay yang Bakal Tampil Mati-matian
Bek Spanyol Aymeric Laporte mengingatkan rekan-rekannya agar tidak menganggap remeh Uruguay saat kedua tim bertemu pada laga terakhir Grup H Piala Dunia 2026 di Guadalajara.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Spanyol Harus Waspadai Uruguay yang Bakal Tampil Mati-matian
Piala Dunia
Julian Nagelsmann Merasa Jerman 'Dihukum' Meski Jadi Juara Grup
Pelatih Jerman Julian Nagelsmann menilai timnya justru berada dalam posisi yang kurang menguntungkan meski sudah memastikan diri sebagai juara Grup E Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Julian Nagelsmann Merasa Jerman 'Dihukum' Meski Jadi Juara Grup
Piala Dunia
Park Ji-sung Kritik Permainan Korsel yang Tidak Jelas, Cemas Sejarah Piala Dunia 2014 Terulang
Park Ji-sung melontarkan kritik terhadap penampilan timnas Korea Selatan setelah kalah 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Park Ji-sung Kritik Permainan Korsel yang Tidak Jelas, Cemas Sejarah Piala Dunia 2014 Terulang
Sosok
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Di balik kemenangan 3-0 Meksiko atas Republik Ceko pada laga terakhir Grup A di Stadion Azteca, Kamis (25/6), terselip sebuah momen spesial yang penuh emosi.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Absolute Cinema, Momen Spesial Guillermo Ochoa di Panggung Piala Dunia
Piala Dunia
Carlo Ancelotti Bikin Vinicius Gacor di Piala Dunia 2026
Vinicius Junior kembali menunjukkan kelasnya saat membawa Brasil meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Skotlandia pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 di Miami Stadium.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Carlo Ancelotti Bikin Vinicius Gacor di Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Ismael Saibari Ukir Sejarah saat Antar Maroko Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Keberhasilan Maroko melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 tidak lepas dari penampilan gemilang Ismael Saibari.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Ismael Saibari Ukir Sejarah saat Antar Maroko Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi
Prediksi dan Statistik Jepang vs Swedia: Samurai Biru di Atas Angin
Berikut prediksi Jepang vs Swedia di Grup F Piala Dunia 2026, lengkap dengan kabar tim, statistik, head to head, dan perkiraan susunan pemain.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Jepang vs Swedia: Samurai Biru di Atas Angin
Prediksi
Prediksi dan Statistik Tunisia vs Belanda: Potensi Hujan Gol
Berikut prediksi Tunisia vs Belanda di Grup F Piala Dunia 2026, lengkap dengan kabar tim, statistik, head to head, dan perkiraan susunan pemain.
Yusuf Abdillah - Kamis, 25 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Tunisia vs Belanda: Potensi Hujan Gol
Prediksi
Prediksi Turki vs Amerika Serikat: Tuan Rumah Mengincar Sejarah
Prediksi Turki vs Amerika Serikat pada laga terakhir Grup D Piala Dunia 2026. Turki membidik poin pertama, Amerika Serikat mengincar sejarah baru.
Rizqi Ariandi - Kamis, 25 Juni 2026
Prediksi Turki vs Amerika Serikat: Tuan Rumah Mengincar Sejarah
Piala Dunia
Superkomputer Prediksi Skor Ekuador vs Jerman: Der Panzer Terlalu Tangguh
Jerman difavoritkan meraih kemenangan saat menghadapi Ekuador pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026. Superkomputer Opta memberi peluang besar bagi Die Mannschaft untuk melanjutkan tren impresif dan mengunci posisi juara grup.
Johan Kristiandi - Kamis, 25 Juni 2026
Superkomputer Prediksi Skor Ekuador vs Jerman: Der Panzer Terlalu Tangguh
Bagikan