Kalah Kelas dari Barcelona, Solskjaer Akui Manchester United Masih Harus Banyak Berbenah

Ole Gunnar Solskjaer mengakui banyak hal yang harus dibenahi Manchester United usai kekalahan telak dari Barcelona di Liga Champions.
Arief HadiArief Hadi - Rabu, 17 April 2019
Kalah Kelas dari Barcelona, Solskjaer Akui Manchester United Masih Harus Banyak Berbenah
Ole Gunnar Solskjaer (Zimbio)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Manchester United menelan kekalahan dengan agregat gol terbesar di fase gugur kala melawan Barcelona di perempat final Liga Champions. Perbedaan kelas di antara kedua tim membuat Ole Gunnar Solskjaer, manajer United, yakin bahwa timnya masih harus banyak berbenah.

Kalah 0-1 dari leg pertama di Old Trafford, Setan Merah tak berdaya di leg dua yang berlangsung di Camp Nou, Rabu (17/4) dini hari WIB, dan kalah 0-3 melalui dua gol Lionel Messi dan Philippe Coutinho. Total, United kalah agregat 0-4.

Media-media di Eropa, khususnya di Inggris, sepakat menilai kelas United masih jauh dibanding klub-klub top Eropa lainnya. Pun demikian menurut Solskjaer. Legenda United medio 1996-2007 itu melihat adanya pekerjaan besar untuk membangun kembali kejayaan klub untuk mengimbangi tim-tim top Eropa lainnya.

Baca Juga:

Dua Talenta Lokal Belanda Redam Gemerlap Kebintangan Cristiano Ronaldo di Turin

Lionel Messi ke Semifinal, Perjalanan Cristiano Ronaldo Kandas di Fase Gugur Liga Champions

Barcelona 3-0 Manchester United: Lionel Messi Pimpin Blaugrana ke Semifinal

Barcelona vs Manchester United di Camp Nou

"Kami tengah mengerjakannya dan kami telah berbicara kepada para pemain mengenai bagaimana caranya kami mengeluarkan kemampuan terbaik, menciptakan lingkungan karakter kelas top, kelas dunia, setiap harinya," tutur Solskjaer, dikutip dari Guardian.

"Kami punya pemain-pemain bagus dan kami benar-benar melakukannya dengan baik di perempat final dan menantang empat besar (di Premier League). Tapi, kami punya pekerjaan membangun kembali (kejayaan United)."

"Kami tahu ada pekerjaan yang harus dilakukan. Saya terus mengatakannya bahwa ini tidak akan berubah dalam waktu semalam dan beberapa tahun ke depan akan jadi hal besar mencapai level Barcelona dan tim-tim lainnya," terang pelatih asal Norwegia itu.

Salah satu faktor pembeda Barca di laga melawan Man United ialah sosok La Pulga. Messi tanpa ampun mengonversi peluang jadi gol kala memanfaatkan blunder Ashley Young, lalu di gol kedua tercipta karena blunder besar ala Loris Karius yang dilakukan David De Gea.

"Kami terlihat spektakuler, kami telah memperlihatkan kemampuan tim. Di lima menit pertama kami tegang, tapi kami memainkan sepak bola hebat. Gol pertama saya tercipta dengan kuat dan gol kedua beruntung," ucap Messi pasca laga.

"Treble? Tidak, tidak, sedikit demi sedikit, kami seharusnya tidak rileks. Sekarang, kami harus memikirkan cara untuk segera mengakhiri (titel) LaLiga dan kemudian, kami akan memainkan semifinal Liga Champions."

Solskjaer juga tidak luput memuji peran hebat megabintang asal Barelona itu. Tiap kali menyentuh bola, Messi selalu menghadirkan ancaman besar bagi pertahanan United yang digalang Chris Smalling dan Phil Jones.

"Dia (Messi) talenta yang luar biasa hebat. Dia dan Cristiano (Ronaldo) telah menjadi pemain terbaik dunia selama sedekade terakhir. Dia memperlihatkan malam ini mengapa kami memikirkannya dan mengapa tim ini telah memenangi begitu banyak titel Liga Champions," tambah Solskjaer.

"Kapan pun dia menerima bola di sekitar area kotak penalti dia akan jadi sangat menentukan dan sayangnya bagi kami, dia pembeda hasil akhir pertandingan," urainya.

Kini, fokus Man United tertuju pada target finish di empat besar Premier League untuk bermain kembali di Liga Champions musim depan. United kini terpaut dua poin dari Arsenal di peringkat empat klasemen dan Arsenal punya satu laga tunda.

Pada tiga laga berikutnya di Premier League, Man United akan melawan Everton (21/4), Manchester City (25/4), dan Chelsea (28/4). Laga pertama dihelat di Goodison Park dan dua laga yang disebut terakhir dimainkan di Old Trafford.

Breaking News Manchester United Barcelona Liga Champions Camp nou Lionel Messi Philippe Coutinho
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Posts

17.266

Berita Terkait

Prediksi
Prediksi dan Statistik Spanyol vs Cape Verde: Potensi Hujan Gol
Spanyol diunggulkan meraih kemenangan saat menghadapi Cape Verde pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor, statistik, kondisi tim, head to head, dan susunan pemain Spanyol vs Cape Verde.
Johan Kristiandi - Senin, 15 Juni 2026
Prediksi dan Statistik Spanyol vs Cape Verde: Potensi Hujan Gol
Piala Dunia
Rating Pemain Belanda vs Jepang: Ryan Gravenberch dan Daichi Kamada Bersinar
Ryan Gravenberch dan Daichi Kamada tampil gemilang saat Belanda bermain imbang 2-2 melawan Jepang di Piala Dunia 2026. Simak rating lengkap seluruh pemain berdasarkan data FotMob, termasuk yang tampil terbaik dan terburuk.
Johan Kristiandi - Senin, 15 Juni 2026
Rating Pemain Belanda vs Jepang: Ryan Gravenberch dan Daichi Kamada Bersinar
Liga Indonesia
Persija Tancap Gas, Manajemen Bocorkan Komposisi Pemain Asing Pilihan STY
Manajemen Persija Jakarta akan menggelar rapat dengan pelatih Shin Tae-yong pekan depan. Dari sana, kedua pihak akan membahas persiapan hingga komposisi tim.
Rizqi Ariandi - Senin, 15 Juni 2026
Persija Tancap Gas, Manajemen Bocorkan Komposisi Pemain Asing Pilihan STY
Piala Dunia
Bintang Laga Jerman vs Curacao: Deniz Undav Beri Impak Besar di Waktu yang Sempit
Deniz Undav tampil luar biasa saat Jerman menghancurkan Curacao 7-1 di Piala Dunia 2026. Masuk dari bangku cadangan, striker VfB Stuttgart itu mencetak satu gol dan satu assist hanya dalam 26 menit bermain.
Johan Kristiandi - Senin, 15 Juni 2026
Bintang Laga Jerman vs Curacao: Deniz Undav Beri Impak Besar di Waktu yang Sempit
Spanyol
Rekrut Marc Cucurella dari Chelsea, Real Madrid Telah Tambah Empat Amunisi Baru
Real Madrid terus aktif di bursa transfer musim panas 2026. Setelah Denzel Dumfries, Ibrahima Konate, dan Bernardo Silva, kini Marc Cucurella dikabarkan sepakat bergabung dari Chelsea atas persetujuan Jose Mourinho.
Johan Kristiandi - Senin, 15 Juni 2026
Rekrut Marc Cucurella dari Chelsea, Real Madrid Telah Tambah Empat Amunisi Baru
Hasil akhir
Hasil Piala Dunia: Empat Gol Tercipta di Babak Kedua, Jepang Tahan Belanda
Belanda gagal mengamankan kemenangan setelah ditahan Jepang 2-2 pada laga perdana Grup F Piala Dunia 2026. Empat gol tercipta di babak kedua lewat Virgil van Dijk, Keito Nakamura, Crysencio Summerville, dan Daichi Kamada.
Johan Kristiandi - Senin, 15 Juni 2026
Hasil Piala Dunia: Empat Gol Tercipta di Babak Kedua, Jepang Tahan Belanda
Hasil akhir
Hasil Piala Dunia: Menang Telak, Jerman Cetak Tujuh Gol ke Gawang Curacao
Jerman tampil ganas pada laga perdana Grup E Piala Dunia 2026 dengan membantai Curacao 7-1. Kai Havertz mencetak dua gol, sementara Jamal Musiala dan Felix Nmecha ikut bersinar. Simak jalannya pertandingan dan klasemen terbaru Grup E.
Johan Kristiandi - Senin, 15 Juni 2026
Hasil Piala Dunia: Menang Telak, Jerman Cetak Tujuh Gol ke Gawang Curacao
Sosok
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Sebagai salah satu spesialis bola mati terbaik saat ini, pemain timnas Spanyol, Alejandro Grimaldo, mengasah kemampuannya di akademi terkenal Barcelona, La Masia.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Piala Dunia
Jerman Bidik Kemenangan Perdana di Laga Pembuka Piala Dunia setelah 12 Tahun
Bagi Jerman, pertandingan melawan Curacao menjadi kesempatan untuk mengakhiri catatan buruk yang menghantui mereka dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Jerman Bidik Kemenangan Perdana di Laga Pembuka Piala Dunia setelah 12 Tahun
Ragam
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Dalam sejarah Piala Dunia, mencetak gol paling banyak tidak selalu berarti membawa pulang trofi.
Yusuf Abdillah - Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Bagikan