Soewoko, Arek Malang Yang Menjadi Logo Kepala Bonek

BolaSkorBolaSkor - Jumat, 17 Januari 2014
Soewoko, Arek Malang Yang Menjadi Logo Kepala Bonek
Soewoko, Arek Malang Yang Menjadi Logo Kepala Bonek
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
Salah satu pahlawan kemerdekaan yang cukup dikenal di Lamongan yakni Kadet Soewoko. Dia dikenal dengan kisah perjuangannya yang sangat heroik ketika menghadapi Agresi Belanda ke-II pada 1949. Soewoko lahir di Desa Lumbangsari Kecamatan Krebet Malang pada 1928. Setelah lulus sekolah kadet di Malang, ia kemudian ditugaskan menjadi komandan regu I seksi I kompi I pasukan tamtama Kdm (Kodim) Lamongan. Ia meninggal pada 9 Maret 1949 dalam suatu pertempuran yang sengit melawan tentara Belanda di wilayah Desa Gumantuk Kecamatan Sekaran. Berarti ia meninggal pada usia yang baru 21 tahun dan belum menikah. Berdasarkan catatan sejarah Kodim 0812 Lamongan, kisah nyata yang heroik perjuangan Kadet Soewoko tersebut terjadi pada hari Minggu, 9 Maret 1949 menjelang siang. Ketika sedang beristirahat di sebuah langgar di Desa/Kecamatan Laren, regu Kadet Soewoko mendapat laporan penduduk kalau ada truk tentara Belanda yang terperosok di parit wilayah Desa Parengan (dulu masuk Kecamatan Sekaran, sekarang masuk Kecamatan Maduran). Truk tersebut mengangkut 12 serdadu Belanda.bonekmania Saat itu anggota regu Soewoko berjumlah delapan orang, namun hanya memiliki 7 senjata api peninggalan Jepang. Mereka kemudian sepakat akan menyerang tentara Belanda tersebut. Satu anggotanya bernama Soemarto ditinggal karena jumlah senjata hanya tujuh. Regu Soewoko kemudian naik perahu dan menyusuri tangkis Bengawan Solo sebelah utara menuju lokasi serdadu Belanda yang kemudian diketahui dari Pasukan Gajah Merah. Para Belanda tersebut melepas bajunya dan hanya memakai halsduk (kacu leher) warna merah. Regu Soewoko kemudian merayap melewati kebun bengkowang mendekati lokasi Belanda yang berada di tempat terbuka di tengah sawah tersebut. Mereka sepakat akan menyerang dengan tembakan salvo kalau sudah sampai jarak tembak yang tepat. Begitu mendekati sasaran tembak, tiba-tiba datang truk power wagon berisi penuh serdadu Belanda untuk membantu truk yang terperosok parit itu. Sehingga kekuatan Belanda menjadi berlipat sekitar 37 orang. Meski kekuatan lawan berlipat, ternyata regu Soewoko tidak nyiut nyalinya. Mereka tetap melakukan serangan gencar. Beberapa serdadu Belanda langsung terjungkal ditembak regu Soewoko. Serdadu Belanda panik dan melakukan perlawanan memakai senjata yang lebih lengkap dan modern. Regu Soewoko menjadi terdesak. Mereka kemudian berencana mundur. Tetapi upaya tersebut tidak bisa dilakukan, karena diam-diam sebagian serdadu Belanda melakukan taktik penghadangan dengan bergerak memutar ke belakang regu Soewoko. Merasa terkepung, Soewoko memutuskan menerobos kepungan musuh menuju Desa Gumantuk Kecamatan Sekaran. Dua orang anggota regu berhasil menerobos kepungan musuh, satu orang pura-pura mati dan naas bagi Soewoko yang tertembak kedua bahunya dan tergeletak tidak mampu melakukan perlawanan. Beberapa serdadu Belanda kemudian mendekati dan menanyakan namanya dengan bentakan. Soewoko pada saat itu mengaku bernama Soewignyo. Dia kemudian diajak ikut ke pos Belanda di Sukodadi tetapi tidak mau. Dia bahkan berkata ”Saya tidak mau menyerah, bunuh saya..!. Serdadu Belanda marah, kemudian menusuk dada kiri Soewoko dan ditembak pipinya sehingga langsung gugur. Ia bersama tiga anggota regunya yang lain yang gugur dalam pertempuran itu langsung dimakamkan oleh warga setempat di desa itu tanpa dimandikan karena dinilai mati syahid. Adegan heroik itu disaksikan anggota regunya yang pura-pura meninggal. Jenazah Kadet Soewoko bersama tiga temannya tersebut kemudian dipindah ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Lamongan. Kisah heroik Kadet Soewoko tersebut kemudian diabadikan dengan dibangunnya patung Kadet Soewoko pada 1975 dan kata-katanya terakhir juga dipahatkan di patung tersebut. Patung itu terletak di pintu masuk Kota Lamongan sebelah timur. Salah satu jalan protokol di Kota Lamongan juga diberi nama Jalan Soewoko. kadet_suwoko2 Wajah Kadet Soewoko ternyata kemudian juga menjadi inspirasi logo group suporter bondho nekat (Bonek) Persebaya Surabaya dan LA Mania Persela Lamongan. Kalau Bonek memakai ikat kepala hijau bertulis Persebaya, sedangkan untuk LA Mania memakai blangkon. ”Logo Bonek dan LA Mania tersebut dibuat oleh warga Lamongan bernama Ridwan, warga Keset dekat Patung Kadet Soewoko. Gambarnya sebagai pemenang dalam lomba pembuatan logo bonekmania yang digelar Jawa Pos sekitar 1986, begitu pula dengan LA Mania. Dia membuat gambar logo tersebut memakai inspirasi wajah patung Kadet Soewoko tersebut,” ungkap ketua LA Mania, Ainy Hidayat, beberapa waktu lalu.mangap4-horzjiko Dayat menambahkan, dulu setiap tahun digelar napak tilas Kadet Soewoko setiap menjelang 17 Agustus. Tetapi sayang, sejak 1992 kegiatan tersebut tidak pernah digelar lagi. Oleh: Kosim Junaedi (Malang)
Kadet Soewoko Arema Malang Bonek Persela lamongan

BolaSkor

Admin Bolaskor.com
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Liga Indonesia
CEO Persebaya Azrul Ananda Ketuk Pintu Hati Bonek: Denda Flare Bisa Biayai Panti Asuhan Selama Empat Bulan
CEO Persebaya Azrul Ananda mengungkap denda flare Rp50 juta bisa membiayai operasional panti asuhan selama hampir empat bulan.
Arief Hadi - Senin, 31 Agustus 2026
CEO Persebaya Azrul Ananda Ketuk Pintu Hati Bonek: Denda Flare Bisa Biayai Panti Asuhan Selama Empat Bulan
Liga Indonesia
Keharmonisan The Jakmania dan Bonek Jadi Modal Larangan Suporter Away Dicabut
I League mengungkap keharmonisan The Jakmania, Bonek, Viking, dan Aremania menjadi modal pencabutan larangan suporter away mulai Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Kamis, 27 Agustus 2026
Keharmonisan The Jakmania dan Bonek Jadi Modal Larangan Suporter Away Dicabut
Jadwal
Dibuka PSIS vs PSPS, Berikut Jadwal Pekan Pertama Championship Indonesia 2026/2027
Jadwal lengkap pekan pertama Championship Indonesia 2026/2027. Simak 10 pertandingan Grup A dan B pada 11-13 September 2026.
Rizqi Ariandi - Rabu, 19 Agustus 2026
Dibuka PSIS vs PSPS, Berikut Jadwal Pekan Pertama Championship Indonesia 2026/2027
Liga Indonesia
Resmi, Berikut Pembagian Grup Championship Indonesia Musim 2026/2027
I League resmi merilis pembagian grup Championship Indonesia 2026/2027. Simak daftar Grup Barat dan Timur
Rizqi Ariandi - Kamis, 13 Agustus 2026
Resmi, Berikut Pembagian Grup Championship Indonesia Musim 2026/2027
Liga Indonesia
Larangan Suporter Away Resmi Dicabut, Pengecualian untuk Persija vs Persib dan Arema Kontra Persebaya
PSSI dan I League kembali mengizinkan suporter away di Super League 2026/2027. Namun, Persija vs Persib dan Arema FC vs Persebaya dikecualikan.
Rizqi Ariandi - Rabu, 12 Agustus 2026
Larangan Suporter Away Resmi Dicabut, Pengecualian untuk Persija vs Persib dan Arema Kontra Persebaya
Liga Indonesia
Andie Peci Pentolan Bonek dan Tokoh Penyelamat Persebaya Tutup Usia
Andie Peci meninggal dunia pada usia 60 tahun di Surabaya. Pentolan Bonek dan tokoh penyelamat Persebaya itu juga dikenal memperjuangkan keadilan Tragedi Kanjuruhan.
Rizqi Ariandi - Jumat, 10 Juli 2026
Andie Peci Pentolan Bonek dan Tokoh Penyelamat Persebaya Tutup Usia
Liga Indonesia
Menuju Seabad Perjalanan, Persebaya Hadirkan Jersey Anniversary dengan Sentuhan Penuh Makna
AZA resmi meluncurkan Persebaya 99th Anniversary Jersey dengan tema "99 Alasan Mencintai Persebaya". Jersey edisi spesial ini menjadi simbol perjalanan klub menuju usia satu abad sekaligus bentuk apresiasi untuk Bonek dan Bonita.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 13 Juni 2026
Menuju Seabad Perjalanan, Persebaya Hadirkan Jersey Anniversary dengan Sentuhan Penuh Makna
Liga Indonesia
Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya, 2000 Bonek Akan Sambangi SUGBK
Persija akan menjamu Persebaya di SUGBK, Jakarta, Sabtu (11/4). The Jakmania siap menyambut kedatangan Bonek di Jakarta.
Rizqi Ariandi - Kamis, 09 April 2026
Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya, 2000 Bonek Akan Sambangi SUGBK
Liga Indonesia
PSSI Apresiasi Langkah Persebaya Tutup Tribun Utara GBT karena Masifnya Ujaran Kebencian
Persebaya Surabaya menutup Tribun Utara Stadion Gelora Bung Tomo karena masifnya ujaran kebencian hingga penyalaan petasan saat mereka menjamu Persib Bandung.
Rizqi Ariandi - Sabtu, 07 Maret 2026
PSSI Apresiasi Langkah Persebaya Tutup Tribun Utara GBT karena Masifnya Ujaran Kebencian
Liga Indonesia
Persebaya dan Bonek Peduli Pendidikan dengan Bagikan Alat Tulis, Jangan Sampai Ada Siswa Bunuh Diri di NTT Terulang Lagi
Persebaya dan Bonek memang bukan sekali ini saja melakukan gerakan sosial.
Tengku Sufiyanto - Selasa, 17 Februari 2026
Persebaya dan Bonek Peduli Pendidikan dengan Bagikan Alat Tulis, Jangan Sampai Ada Siswa Bunuh Diri di NTT Terulang Lagi
Bagikan