Jelang Derby Manchester, Max Allegri Sindir Filosofi Pep Guardiola

Massimiliano Allegri senang permainan serangan balik kembali naik pamor dan tiki-tika Pep Guardiola mulai ditinggalkan.
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Sabtu, 07 Desember 2019
Jelang Derby Manchester, Max Allegri Sindir Filosofi Pep Guardiola
Pep Guardiola (zimbio)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Derby Manchester edisi ke-149 akan digelar di Stadion Etihad, Minggu (8/12) dini hari WIB. Jelang laga, eks pelatih Juventus Massimiliano Allegri menyindir filosofi tiki-taka bos Manchester City Pep Guardiola.

Menurut Allegri, filosofi tiki-taka Guardiola yang mencuat saat bersama Barcelona bukan untuk semua orang. Allegri malah mengaku senang dengan "kebangkitan" seni permainan serangan balik di beberapa waktu belakagan.

Baca Juga:

Massimiliano Allegri Kirim Kode ke Manchester United dan Arsenal

Solskjaer Kirim Pesan untuk Pahlawan Kemenangan Manchester United, Marcus Rashford

Jose Mourinho Sindir Manchester United Bermain Bertahan

Antara 2008 hingga 2012, Guardiola berhasil membangun salah satu tim terbaik di dunia. Pasukan terbaik yang memiliki pemain macam Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez. Semua pihak memuji permainan Barcelona yang dinilai sebagai sepak bola menyerang yang atraktif.

Dengan filosofi tersebut Barcelona berjaya dengan meraih 14 trofi utama, termasuk tiga LaLiga dan dua Liga Champions. Sontak, tiki-taka naik daun dan banyak yang mengatakan inilah sepak bola yang "benar".

Sukses serupa berlanjut ketika Guardiola hijrah ke Bayern Munchen. Saat bersama Man City pun Guardiola mampu menjadikan tetangga Man United mendominasi Premier League, hingga musim ini.

Ya, musim ini langkah Man City tidak seperkasa sebelumnya. Mereka saat ini, pekan ke-15, tertinggal 11 poin dari pemuncak Premier League Liverpool.

Jika saat City dominan, Guardiola dipuji karena mampu menerapkan filosofinya di Inggris, kini giliran manajer Liverpool Jurgen Klopp yang dipuji karena permainan direct dan mengalir. Pendekatan permainan menekan dan cair itu kini mulai banyak diadopsi klub-klub di Eropa.

Barcelona sendiri saat ini mulai meninggalkan metode permainan yang mendewakan penguasaan bola. Kini mulai banyak klub yang menitikberatkan bagaimana mencetak gol secepatnya.

Hal inilah yang menjadi dasar pendapat dari Allegri. Pelatih yang membawa Juventus lima scudetti beruntun menilai sepak bola sudah meninggalkan model permainan Guardiola. Allegri bahkan menyambut gembira peralihan ini.

"Saya senang melihat kembalinya permainan serangan balik yang hebat," ujar Allegri kepada Corriere della Sera.

"Kita sudah salah mengikuti Guardiola selama 20 tahun. Sepak bola Guardiola tidak untuk semua. Anda harus punya Iniesta, Xavi, dan Messi."

"Saat berkeliling, saya melihat anak-anak bermain sepak bola, klub amatir. Saya berbicara dengan para pelatih dan yang saya dengar sangatlah menakutkan," papar Allegri.

"Mereka bicara seperti buku, seperti televisi. Jika filosofi itu bagus, kenapa tidak memakainya? Masalahnya adalah hasil akhir. Itulah realitasnya."

Derby Manchester Pep Guardiola Massmiliano allegri Manchester City

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dan editor senior dengan spesialisasi sepak bola dunia. Pengalaman di media lebih dari 15 tahun. Lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karier sebagai reporter di Tabloid Soccer (Kompas Gramedia Group). Sebelum bergabung dengan BolaSkor.com, pernah berkarier di beberapa media besar Indonesia seperti BeritaSatu dan Suara.com. Pernah meliput beberapa event besar seperti UEFA Euro 2008.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Inggris
Atmosfer di Anfield Harus Dimanfaatkan Liverpool saat Menjamu Manchester City
Jamie Carragher mendesak Liverpool memanfaatkan atmosfer Anfield saat menjamu Manchester City dalam laga krusial Premier League pekan keenam.
Arief Hadi - Jumat, 09 Oktober 2026
Atmosfer di Anfield Harus Dimanfaatkan Liverpool saat Menjamu Manchester City
Inggris
Soal Kasus Manchester City, Jose Mourinho: Putusan Akhir Keluar Ketika Saya Berumur 80 Tahun
Jose Mourinho menyindir lamanya proses hukum Manchester City. Ia bahkan bergurau putusan akhir kasus Man City baru keluar saat dirinya berusia 80 tahun!
Johan Kristiandi - Jumat, 09 Oktober 2026
Soal Kasus Manchester City, Jose Mourinho: Putusan Akhir Keluar Ketika Saya Berumur 80 Tahun
Inggris
Angkat Bicara Terkait Skandal Keuangan, Ini Pesan Enzo Maresca untuk Skuad Manchester City
Man City diguncang putusan skandal keuangan senilai lebih dari £830 juta. Enzo Maresca meminta pemain tetap fokus dan didukung Erling Haaland.
Arief Hadi - Kamis, 08 Oktober 2026
Angkat Bicara Terkait Skandal Keuangan, Ini Pesan Enzo Maresca untuk Skuad Manchester City
Inggris
Cedera, 2 Pemain Liverpool Berpotensi Besar Absen Lawan Manchester City
Liverpool terancam kehilangan Alexander Isak dan Cody Gakpo saat menghadapi Manchester City. Keduanya kembali dari timnas karena mengalami cedera.
Arief Hadi - Kamis, 08 Oktober 2026
Cedera, 2 Pemain Liverpool Berpotensi Besar Absen Lawan Manchester City
Liga Champions
Di Bawah Bayang-bayang Skandal Keuangan, Pep Guardiola Hadir pada laga Manchester City vs PSG
Pep Guardiola kembali ke Etihad untuk menyaksikan Man City vs PSG. Ia hadir setelah klub dinyatakan bersalah dalam kasus pelanggaran aturan finansial.
Arief Hadi - Kamis, 08 Oktober 2026
Di Bawah Bayang-bayang Skandal Keuangan, Pep Guardiola Hadir pada laga Manchester City vs PSG
Inggris
Breaking News: Pep Guardiola Kembali ke Manchester City
Pep Guardiola akan kembali ke Etihad Stadium untuk menyaksikan Man City vs PSG. Simak alasan Guardiola kembali dan sikapnya soal kasus 115 dakwaan City.
Johan Kristiandi - Kamis, 08 Oktober 2026
Breaking News: Pep Guardiola Kembali ke Manchester City
Inggris
Vonis Bersalah Manchester City Tak Bisa Menghapus Masa-masa Kejayaan Pemain
Manchester City dinyatakan bersalah atas pelanggaran finansial. Kyle Walker menegaskan vonis tersebut tak bisa menghapus kenangan kejayaan para pemain.
Arief Hadi - Rabu, 07 Oktober 2026
Vonis Bersalah Manchester City Tak Bisa Menghapus Masa-masa Kejayaan Pemain
Inggris
Hukuman untuk Manchester City Seharusnya Berlaku Selama 3 hingga 5 Tahun
Jamie Carragher menilai Manchester City seharusnya mendapat hukuman 3-5 tahun atas kasus pelanggaran finansial Premier League.
Arief Hadi - Rabu, 07 Oktober 2026
Hukuman untuk Manchester City Seharusnya Berlaku Selama 3 hingga 5 Tahun
Inggris
Efek Bola Salju Skandal Manchester City, UEA Ancam Tarik Miliaran Investasi dari Inggris
Vonis Manchester City memicu ketegangan Inggris-UEA. Pemerintah UEA dilaporkan mengancam menarik investasi miliaran poundsterling dari Inggris.
Arief Hadi - Minggu, 04 Oktober 2026
Efek Bola Salju Skandal Manchester City, UEA Ancam Tarik Miliaran Investasi dari Inggris
Inggris
Skandal Finansial Manchester City Ganggu Persiapan Inggris Jelang Lawan Kroasia
Skandal finansial Manchester City menjadi topik pembicaraan di skuad Inggris. Thomas Tuchel memilih tak berspekulasi jelang lawan Kroasia.
Arief Hadi - Jumat, 02 Oktober 2026
Skandal Finansial Manchester City Ganggu Persiapan Inggris Jelang Lawan Kroasia
Bagikan