Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Italia dan Spanyol Tak Serius Tangani Rasisme

BolaSkorBolaSkor - Sabtu, 24 Mei 2014
Italia dan Spanyol Tak Serius Tangani Rasisme
Italia dan Spanyol Tak Serius Tangani Rasisme
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
London - Dipicu oleh insiden rasisme yang diterima Mario Balotelli saat berlatih dengan timnas Italia pada Rabu (21/5) silam, Wakil Presiden FIFA Jeffrey Webb angkat bicara. Tak tanggung-tanggung, FIFA bahkan menilai Italia dan Spanyol tak serius menangani rasisme dalam sepak bola. "Federasi sepak bola nasional seharusnya benar-benar melakuan tindakan nyata atas dukungan mereka terhadap pemberantasan rasisme. Jangan hanya menegaskan mereka tidak menolerir hal tersebut. Jika Anda melihat beberapa keputusan yang diambil di Italia dan Spanyol, tentu saja hal ini harus menjadi perhatian kami," ujar Webb kepada Associated Press, Kamis (22/5). Sperti dikutip dari Republika.co.id, komentar Webb keluar sehari setelah Balotelli dicemooh saat berlatih bersama timnas Italia di Florence. Webb yang juga menjabat Kepala Komisi Anti-Diskriminasi FIFA menilai bahwa rasisme masih menjadi penyakit yang diberantas, khususnya di Italia. "Ini merupakan tantangan bagi kami," imbuh Webb. Webb meminta Federasi Sepak Bola Italia untuk bisa bertindak tegas dan segera mengadopsi keputusan FIFA soal hukuman maksimum terhadap pelaku rasisme dan diskriminasi di sepak bola. Pada Mei tahun lalu, FIFA telah memperkuat sanksi terhadap pelaku rasisme dengan larangan bermain setidaknya selama lima laga untuk pemain, pengurangan poin, ditambah ancaman degradasi klub apabila terjadi rasisme dan diskriminasi serius yang dilakukan fans tersebut di dalam stadion. Federasi Sepak Bola Spanyol (REFF) juga menjadi incaran FIFA. REFF juga dianggap belum mengadopsi aturan tersebut. Sanksi sebesar 12.000 euro kepada Villareal akibat insiden pelemparan pisang kepada pemain Barcelona, Dani Alves akhir bulan lau dianggap terlalu ringan. FIFA menganggap Villareal seharusnya mendapat sanksi larangan bagi pendukungnya untuk hadir di Stadion El Madrigal pada laga berikutnya. "Kami telah melihat, federasi sepak bola nasional tidak langung mengimplementasikan dan mengadopsi aturan terbaru FIFA dan UEFA. Karena itu, kami harus bisa memastikan aturan tersebut benar-benar diterapkan oleh federasi nasional dan federasi-federasi sepak bola itu harus bisa meneruskannya ke pihak klub," pungkas Webb.
Diskriminasi Stadion El Madrigal Fifa Rasisme Federasi Sepak Bola Spanyol Federasi Sepak Bola Italia Mario Balotelli Wakil Presiden FIFA Jeffrey Webb Dani alves

BolaSkor

Admin Bolaskor.com
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Kontroversi Kartu Merah Balogun di Piala Dunia 2026: Ketua Komdis FIFA Ternyata Ambil Keputusan Sendiri
Keputusan penangguhan kartu merah Folaron Balogun diambil oleh Ketua Komite Disiplin FIFA, Mohammad Al-Kamali, tanpa melibatkan 17 anggota lainnya.
Yusuf Abdillah - Senin, 13 Juli 2026
Kontroversi Kartu Merah Balogun di Piala Dunia 2026: Ketua Komdis FIFA Ternyata Ambil Keputusan Sendiri
Piala Dunia
Bukan Sekedar Wacana, Piala Dunia 2030 Bisa Diikuti 64 Tim
FIFA membuka peluang Piala Dunia 2030 diikuti 64 tim. Gianni Infantino menilai negara-negara kecil harus mendapat kesempatan untuk bermimpi.
Arief Hadi - Senin, 13 Juli 2026
Bukan Sekedar Wacana, Piala Dunia 2030 Bisa Diikuti 64 Tim
Piala Dunia
Kontroversi Spidercam di Perempat Final, FIFA Tolak Protes Norwegia
Kubu Norwegia menilai gol penyeimbang Inggris yang dicetak Jude Bellingham seharusnya tidak disahkan karena diduga diawali oleh bola yang menyentuh kabel spidercam di atas lapangan.
Yusuf Abdillah - Minggu, 12 Juli 2026
Kontroversi Spidercam di Perempat Final, FIFA Tolak Protes Norwegia
Ragam
6 Hal yang Menjadi Tren di Piala Dunia 2026
Simak enam tren paling menarik di Piala Dunia 2026, mulai dari penalti yang melempem hingga dominasi tim-tim Eropa berdasarkan data statistik.
Arief Hadi - Jumat, 10 Juli 2026
6 Hal yang Menjadi Tren di Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Beda Sikap FIFA soal Kartu Merah Folarin Balogun dan Jarell Quansah
FIFA menuai kritik usai memberikan hukuman berbeda kepada Folarin Balogun dan Jarell Quansah meski keduanya menerima kartu merah.
Arief Hadi - Jumat, 10 Juli 2026
Beda Sikap FIFA soal Kartu Merah Folarin Balogun dan Jarell Quansah
Piala Dunia
Di Tengah Hujan Kontroversi, Collina Sebut Performa Wasit Piala Dunia 2026 Memuaskan
Pierluigi Collina menegaskan bahwa para wasit yang bertugas di Piala Dunia 2026 bekerja secara independen dan tidak dapat dipengaruhi oleh pihak mana pun.
Yusuf Abdillah - Kamis, 09 Juli 2026
Di Tengah Hujan Kontroversi, Collina Sebut Performa Wasit Piala Dunia 2026 Memuaskan
Piala Dunia
FIFA Tolak Banding Prancis, Michael Olise Tetap Terancam Absen di Semifinal
FIFA resmi menolak banding Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) terkait kartu kuning yang diterima Michael Olise saat Prancis mengalahkan Paraguay.
Yusuf Abdillah - Kamis, 09 Juli 2026
FIFA Tolak Banding Prancis, Michael Olise Tetap Terancam Absen di Semifinal
Piala Dunia
Kontroversi Kartu Merah Folarin Balogun: Donald Trump Konfirmasi Hubungi FIFA, Gianni Infantino Angkat Bicara
Folarin Balogun kembali bisa bermain usai sanksinya ditangguhkan. Donald Trump dan Gianni Infantino akhirnya buka suara soal kontroversi FIFA.
Arief Hadi - Selasa, 07 Juli 2026
Kontroversi Kartu Merah Folarin Balogun: Donald Trump Konfirmasi Hubungi FIFA, Gianni Infantino Angkat Bicara
Timnas
PSSI Prioritaskan SUGBK Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026
PSSI memprioritaskan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai venue utama FIFA ASEAN Cup 2026. Erick Thohir juga mengungkap persiapan stadion pendukung sesuai standar FIFA.
Rizqi Ariandi - Kamis, 02 Juli 2026
PSSI Prioritaskan SUGBK Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026
Piala Dunia
Piala Dunia 2026 Disebut Kehilangan Kredibilitas, Presiden FIFA Dikritik Legenda Jerman
Philipp Lahm mengkritik FIFA dan menilai Piala Dunia 2026 kehilangan kredibilitas akibat harga tiket mahal, visa, dan komersialisasi.
Arief Hadi - Kamis, 25 Juni 2026
Piala Dunia 2026 Disebut Kehilangan Kredibilitas, Presiden FIFA Dikritik Legenda Jerman
Bagikan