Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

FP1 dan FP2 Moto2 Australia: Dimas Ekky Terjatuh Tiga Kali

Pembalap Idemitsu Honda Team Asia itu bahkan sempat dibawa ke pusat medis sirkuit.
Hendry WibowoHendry Wibowo - Jumat, 25 Oktober 2019
FP1 dan FP2 Moto2 Australia: Dimas Ekky Terjatuh Tiga Kali
Dimas Ekky Pratama (Twitter/Honda Team Asia)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Dimas Ekky Pratama harus menjalani perjuangan berat pada hari pertama rangkaian putaran ke-17 Moto2 2019 di Sirkuit Phillip Island, Australia, Jumat (25/10).

Bagaimana tidak, ia baru pertama kali mengaspal di Phillip Island. Selain itu, jalannya latihan bebas pertama (FP1) pada pagi hari, hujan mengganggu jalannya sesi.

Baca Juga:

FP1 MotoGP Australia: Trek Basah, Maverick Vinales Pertama dan Fabio Quartararo Kecelakaan

FP2 MotoGP Australia: Maverick Vinales Pertama Lagi, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo Bersitegang

Kemudian cuaca berubah di FP2, saat trek benar-benar kering. Alhasil Dimas Ekky tidak bisa memaksimalkan proses adaptasinya untuk mengenal karakteristik trek.

Tidak heran, total di FP1 dan FP2, pembalap Idemitsu Honda Team Asia tersebut mengalami kecelakaan sebanyak tiga kali. Dia terjatuh dua kali pada FP1, kemudian sekali di FP2.

Momen ketika kecelakaan pada FP2 bahkan cukup parah. Dia mengalami lowside ketika melahap tikungan 8. Tubuhnya sempat mencium aspal dan kemudian masuk ke area gravel.

Efek dari kecelakaan ini, motornya ringsek. Dimas Ekky pun sempat menjalani pemeriksaan di pusat medis sirkuit.

"Pembalap Moto2 dengan nomor motor 20, Dimas Ekky Pratama dinyatakan fit setelah melakukan pemeriksaan medis," tulis keterangan Twitter MotoGP.

Alhasil Dimas Ekky bisa melanjutkan rangkaian lomba Moto2 Australia pada hari Sabtu dan Minggu.

Untuk catatan waktu, di FP1, Dimas Ekky finis ke-22 dengan catatan waktu 1 menit 49,637 detik. Kemudian pada FP2, lap terbaiknya melonjak ke angka 1 menit 37,224 detik, tapi ia terbenam ke posisi 32 atau buncit.*

5 Besar FP1 Moto2 Australia
1. Jorge Martin (Red Bull KTM Ajo) 1 menit 45,823 detik
2. Nicolo Bulega (SKY Racing Team VR46) 1 menit 46,594 detik
3. Stefano Manzi (MV Agusta Temporary Forward) 1 menit 46,961 detik
4. Xavi Vierge (EG 0,0 Marc VDS) 1 menit 46,998 detik
5. Thomas Luthi (Dynavolt Intact GP) 1 menit 47,007 detik

5 Besar FP2
1. Jorge Martin (Red Bull KTM Ajo) 1 menit 33,010 detik
2. Brad Binder (Red Bull KTM Ajo) 1 menit 33,353 detik
3. Jorge Navarro (Beta Tools Speed Up) 1 menit 33,405 detik
4. Iker Lecuona (monday.com American Racing) 1 menit 33,474 detik
5. Marco Bezzecchi (Red Bull KTM Tech 3) 1 menit 33,481 detik

Breaking News Moto2 2019 Dimas Ekky Idemitsu Honda Team Asia

Hendry Wibowo

Motorsports Enthusiast and Giallorossi Fan
Show More

Berita Terkait

Piala Dunia
Tempat Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina Gratis di Jakarta
Cari tempat nobar gratis Inggris vs Argentina di Jakarta? Simak daftar lokasi nonton bareng semifinal Piala Dunia 2026, jadwal kick-off Kamis 16 Juli pukul 02.00 WIB, serta informasi siaran langsung dan hasil pertandingan.
Johan Kristiandi - Rabu, 15 Juli 2026
Tempat Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina Gratis di Jakarta
Liga Indonesia
Bukan Luis Milla, Pelatih Dewa United Banten FC Muka Baru di Sepak Bola Indonesia
Luis Milla dipastikan bukan pelatih Dewa United Banten FC untuk Super League 2026/2027. Osmar Loss menjadi kandidat terkuat pengganti Jan Olde Riekerink.
Rizqi Ariandi - Rabu, 15 Juli 2026
Bukan Luis Milla, Pelatih Dewa United Banten FC Muka Baru di Sepak Bola Indonesia
Jadwal
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Cara menonton Prancis vs Spanyol secara gratis pada semifinal Piala Dunia 2026. Simak jadwal live TVRI, jam tayang, link live streaming, preview pertandingan, dan analisis kekuatan kedua tim.
Johan Kristiandi - Rabu, 15 Juli 2026
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Piala Dunia
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
John Terry membandingkan Jude Bellingham dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa, Zinedine Zidane.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Liga Indonesia
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Aqil Savik mengungkap alasan menolak tawaran beberapa klub demi bergabung dengan Persija Jakarta. Eks kiper Persib itu siap bersaing di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Bagikan