Fakhri Husaini Berharap Pemain Timnas U-19 Dapat Menit Bermain di Liga 1 dan Pengurangan Pemain Asing
BolaSkor.com - Pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini, berharap para pemainnya mendapat menit bermain di Liga 1 2019. Hal ini dianggap penting agar Bagus Kahfi dkk. merasakan jenjang yang lebih kompetitif.
Apalagi, para penggawa Timnas Indonesia U-19 nantinya akan menjadi tulang punggung Indonesia di Piala Dunia U-20 2021. Sebelum itu, David Maulana dkk. berkiprah lebih dulu di Piala Asia U-19 2020.
"PSSI sebenarnya sudah berubah. Ada EPA (Elite Pro Academy) U-16, U-18, dan U-20. Sebagian besar mereka bermain di U-18. Terdaftar di sana dan terpakai di tim U-20. Ada juga yang bermain di tim senior seperti Supriadi dan Beckham (Putra)," kata Fakhri Husaini.
Namun harapan tersebut dengan catatan. Mengingat usia, pemain Timnas Indonesia U-19 perlu mendapat penjagaan saat diturunkan.
Baca Juga:
Timnas Thailand U-19 Gagal Lolos ke Piala Asia U-19 2020, Pelatihnya Mengundurkan Diri
PSSI Bicara soal Nasib Fakhri Husaini Usai Antar Timnas Indonesia U-19 ke Piala Asia U-19 2020
"Bagus apabila klub Liga 1 memanfaatkan mereka. Tapi saya berharap perlu hati-hati menangani mereka, karena dari aspek anatomi, bisa terjadi benturan dengan pemain yang lebih besar dan tua. Saya sepakat apabila 23 pemain U-19 diberikan menit bermain di Liga 1," tambahnya.
Fakhri Husaini juga menginginkan adanya pengurangan pemain asing. Ini penting agar kesempatan pemain lokal, termasuk usia muda bisa lebih besar.
Ini diutarakannya merespons rencana Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) dan operatornya memberi kesempatan kepada pemain muda. Seperti dilaporkan, klub Thai League 3 dan 4 harus memainkan setidaknya dua pemain Thailand U-23 dan dua pemain U-21 dalam setiap pertandingan. Adapun pemain asing yang diperbolehkan yakni tiga, di mana satu di antaranya dari negara ASEAN.
Di kasta lebih tinggi, FAT dan operator meniadakan kuota pemain asing ASEAN. Kembali ke sebelumnya, setiap klub boleh merekrut empat pemain asing, di mana satu di antaranya dari Asia. Kuota pemain asing berubah untuk musim 2021, di mana setiap klub hanya bisa menurunkan dua pemain asing non-Asia dan satu pemain Asia ke lapangan.
"Mengenai apa yang dilakukan Thailand bisa dicontoh. Apabila regulasi memberikan tempat ke pemain asing, apalagi ada pemain naturalisasi, bisa dibayangkan berapa saja yang bisa bermain. Semakin banyak kesempatan dibuka untuk pemain asing, makin berkurang kesempatan untuk pemain muda. Kalau mau investasi untuk masa depan, kurangi pemain asing,"jelas Fakhri Husaini.
Frengky Aruan
15.464
Berita Terkait
Mauricio Souza Tak Mau Bertemu Pemain Persija Dulu Usai Kalahkan PSIM di SUGBK
Persija Berharap Kembali ke JIS saat Jamu Bhayangkara FC
Pelatih Persija Sebut Rumput SUGBK Lebih Baik dari JIS
Terkesan dengan Atmosfer Jakmania dan Brajamusti di SUGBK, Pelatih PSIM Bandingkan dengan Fans Feyenoord hingga Besiktas
Jadi Top Skorer Persib di Kompetisi Asia, Andrew Jung Main Termotivasi
Merasa Seimbang dengan An Se-young, Putri KW Termotivasi Raih Peringkat 1 Dunia
PBSI Rombak Skuad SEA Games 2025 demi Penuhi Target Menpora, Berikut Daftar 20 Wakil Indonesia di Cabor Bulutangkis
Link Streaming Barcelona vs Deportivo Alaves, Sabtu 29 November 2025
Prediksi dan Statistik Barcelona vs Deportivo Alaves: Waktunya Move On
Prediksi dan Statistik Manchester City vs Leeds United: The Citizens Cari Pelampiasan