Dua Sisi Berbeda Manchester United sebelum dan sesudah Kontrak Permanen Solskjaer
BolaSkor.com - Musim 2018-19 sudah benar-benar berakhir untuk Manchester United. Tidak ada lagi target yang dapat dikejar oleh pasukan Ole Gunnar Solskjaer melainkan proses seleksi mengenai pemain-pemain yang bertahan atau hengkang di musim panas nanti.
Melawan Huddersfield Town, tim dasar klasemen Premier League yang sudah degradasi di pekan 37 Premier League, Minggu (5/5) malam WIB, Red Devils tak mampu meraih kemenangan dan harus puas bermain imbang 1-1.
Sempat unggul melalui gol yang dicetak Scott McTominay, permainan Man United mengendur di babak kedua hingga akhirnya Isaac Mbenza mencetak gol. Kedudukan 1-1 mengakhiri kans Man United untuk masuk empat besar dan bermain di Liga Champions musim depan.
Terpaut empat poin dengan Tottenham Hotspur yang ada di peringkat empat klasemen dan menyisakan satu laga terakhir, Man United sudah tidak dapat lagi menyalip Tottenham meski jika nantinya meraih kemenangan atas Cardiff City (12/5).
Baca Juga:
3 Pemain Murah yang Bisa Meningkatkan Kualitas Manchester United
Huddersfield 1-1 Man United: Setan Merah Gagal ke Liga Champions
Paul Pogba Siap Potong Gaji demi Gabung Real Madrid
Kebanyakan orang, publik, atau pemerhati sepak bola Inggris menyalahkan Solskjaer atas keterpurukan United itu. Namun, salah satu pemerhati sepak bola Inggris, Chris Sutton, tidak setuju dengan pendapat tersebut.
"Saya tidak mengerti kritikan yang diterima Ole Gunnar Solskjaer ini. Dia mengambilalih kerusakan dari (Jose) Mourinho," ucap Sutton kepada BBC Sport.
"Mereka ini (para pemain) bukan rekrutannya, ini bukan timnya. Saya pikir dia telah melakukan pekerjaan hebat, bahkan membawa mereka ke dalam persaingan kembali (setelah sempat terlempar jauh dari empat besar)."
Sutton boleh saja berkata demikian. Faktanya, manajemen United tampak terlalu cepat dengan keputusannya mempermanenkan kontrak Solskjaer, yang awalnya ditunjuk sebagai caretaker (manajer interim) hingga akhir musim 2018-19 kala menggantikan Mourinho Desember lalu.
Semua berjalan baik dengan statusnya sebagai manajer sementara dengan catatan 14 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. @FoxSoccer melihat Solskjaer punya rataan gol 40:17 gol dan persentase kemenangan 737 persen.
Akan tapi, sejak 28 Maret 2019 ketika Solskjaer dikontrak permanen, United hanya menang dua kali, imbang dua kali, dan kalah lima kali dengan rataan gol 7:16 gol dan persentase kemenangan 222 persen.
Statistik itu menunjukkan penurunan yang signifikan. Kendati demikian, penilaian kepada Solskjaer baru akan terlihat adil jika ia sudah diberi kesempatan membeli pemain-pemain yang diinginkan di bursa transfer dan memimpin tim di pramusim.
Musim 2018-19 akan selalu dikenang sebagai musim terburuk karena United, dua musim beruntun, gagal meraih trofi dan diperparah dengan fakta kegagalan bermain di Liga Champions musim depan.
Arief Hadi
16.214
Berita Terkait
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Newcastle United vs Manchester City, Live Sebentar Lagi
John Herdman Bicara soal Asisten Pelatih Lokal di Timnas Indonesia
Cari Pemain Gratisan, AC Milan Intip Peluang Rekrut Leon Goretzka
Galeri Foto: John Herdman Diperkenalkan sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Ditargetkan Juara AFF 2026 dan 8 Besar Piala Asia 2027, John Herdman Menjawab
Cedera Conor Bradley Jadi Pukulan Telak untuk Liverpool
Menilik Performa Xabi Alonso sebagai Pelatih Real Madrid: Keok pada Beberapa Laga Besar
Xabi Alonso Kirim Pesan Mengharukan Usai Berpisah dengan Real Madrid
Breaking News: Michael Carrick Teken Kontrak sebagai Manajer Anyar Manchester United
Kemiripan Timnas Indonesia dengan Timnas Kanada untuk Modal Lolos Piala Dunia