BolaSkor.com – Real Madrid terus berjuang keluar dari tren negatif usai melewati dua musim beruntun tanpa meraih satu pun trofi, menatap positif era Jose Mourinho.
Kehampaan gelar yang dialami Los Blancos disinyalir tak lepas dari dampak besar pensiunnya sang jenderal lapangan tengah, Toni Kroos.
Kroos, yang mengabdi selama 10 musim di Santiago Bernabeu, sukses mempersembahkan 22 trofi, termasuk empat gelar LaLiga dan lima Liga Champions.
Baca Juga:
Real Madrid Sudah Lakukan Pemeriksaan, Kapan Kylian Mbappe Bisa Kembali Tampil?
Kroos mencatatkan 465 penampilan, 28 gol, serta 93 assists saat membentuk trio lini tengah legendaris bersama Luka Modric dan Casemiro.
Setelah gagal mengamankan gelar di bawah arahan Carlo Ancelotti, Xabi Alonso, hingga Alvaro Arbeloa, kini Jose Mourinho dipercaya menahkodai tim.
Dampak Besar Kehilangan Sosok Toni Kroos

Toni Kroos (x/realmadrid)
Mantan asisten pelatih Madrid yang kini menangani Lille, Davide Ancelotti, menilai keterpurukan Real Madrid memang tak terelakkan usai ditinggal Kroos.
"Saya tidak ingin semua yang saya katakan tentang Madrid ditafsirkan sebagai kritik, tetapi ketika Modric atau Kroos ada di sana, setiap pergerakan ke ruang kosong selalu diikuti dengan umpan bola yang tepat tiba di sana," kata Davide Ancelotti kepada AS.
"Saya tidak mengatakan bahwa para pesepak bola yang mereka miliki sekarang tidak memiliki kemampuan itu."
"Yang saya katakan adalah, untuk bermain secara vertikal, Anda membutuhkan seseorang yang tahu cara mengirimkan bola," lanjut pelatih asal Italia tersebut.
Baca Juga:
Satu Pesan Jose Mourinho untuk Skuad Real Madrid: Jangan Khianati Saya
Davide menekankan bahwa taktik permainan vertikal membutuhkan pengumpan jempolan, bukan hanya sekadar mengandalkan kecepatan.
"Bermain vertikal tidak berarti memiliki delapan pemain yang berlari. Itu juga berarti memiliki seseorang yang mampu meluncurkan umpan kepada mereka. Ini adalah gaya bermain," jelasnya.

Toni Kroos (Getty Images)
Davide juga menambahkan bahwa sosok Kroos tidak akan pernah bisa digantikan oleh pemain mana pun di dunia.
Anda kehilangan sesuatu yang tidak akan pernah bisa didapatkan kembali. Dia adalah pemain terbaik di dunia pada posisinya.
"Anda tidak bisa mengatakan, 'Saya butuh Kroos lainnya,' karena memang tidak ada yang seperti dia," tegas Davide.
"Dia adalah pemilik pertandingan yang mengendalikan tempo sesuai ritme yang diinginkan."
Tak terhindarkan lagi, bagi cara bermain Real Madrid, kehilangan Toni sangatlah sulit. Tiba-tiba, mereka kehilangan begitu banyak hal,
pungkas Davide.