Dua Menit yang Menjadi Mimpi Buruk Bagi Persebaya dan Djanur
BolaSkor.com – Dua menit, Persebaya Surabaya kehilangan kemenangan atas PSIS Semarang hanya dalam kurun waktu dua menit saja. Dua menit itu pula yang membuat masa depan Djadjang Nurdjaman di ujung tanduk.
Persebaya unggul 1-0 berkat gol Osvaldo Haay ke gawang PSIS pada menit ke-28. Persebaya mendominasi babak pertama. Ada tiga tembakan on target yang mereka hasilkan. Sayang, Persebaya hanya bisa mencetak satu gol.
Babak kedua dimulai. Persebaya masih dominan. Bedanya, permainan PSIS mulai hidup sejak masuknya Shohei Matsunaga. Anak asuh Jafri Sastra sesekali membahayakan gawang Persebaya lewat skema serangan balik.
Petaka hadir pada menit ke-72. Bek kanan Persebaya, Novan Setya Sasongko mengerang kesakitan. Dua awak medis Persebaya langsung bergegas masuk ke lapangan untuk memeriksa Novan.
Dari pengamatan BolaSkor.com, salah seorang pemain Persebaya sebenarnya sudah memberi tanda bahwa Novan harus ditarik keluar karena cedera. Tim pelatih pun mempersiapkan Abu Rizal Maulana.
Abu Rizal sempat disuruh pemanasan di area sisi kiri bench Persebaya. Di situ juga ada M. Hidayat dan pelatih fisik Rudy Eka Priyambada. Oleh Rudy, Abu Rizal diminta bergeser. Ia pun pemanasan di samping bench.
Baca Juga:
Persebaya Vs PSIS Ciptakan Penonton Terbanyak Pertama Musim Ini
Djanur Pasrah Keputusan Manajemen Persebaya
Novan akhirnya digotong oleh tim tandu. M. Syaifuddin menyilangkan tangannya tanda Novan tak bisa melanjutkan laga. Abu Rizal menghampiri asisten pelatih Bejo Sugiantoro. Bejo lah yang mencatat form pergantian pemain.
Sementara itu, laga berlanjut setelah Novan ke luar lapangan. Setelah form pergantian pemain itu diisi, Abu Rizal menyerahkannya ke wasit cadangan. Namun ia tidak bisa langsung bermain karena bola masih bergulir di lapangan.
Tiba-tiba Septian Davidn Maulana mencetak gol pada menit ke-74. Setelah menerima umpanMatsunaga, Septian David berhasil mengelabuhi M. Syaifuddin, Hansamu Yama dan kiper Abdul Rohim. Gol. PSIS mengubah skor menjadi 1-1.
Dua menit inilah yang membuat manajemen Persebaya geram. Menurut Manajer Candra Wahyudi, Persebaya mengulang kesalahan yang sama seperti pada gim kontra Kalteng Putra. Candra menuding ada sesuatu yang tidak beres di manajemen kepelatihan.
“Ketika ada salah satu pemain kami yang keluar, kemudian proses pengambilan pergantian yang sangat lamban, sehingga yang terjadi di lapangan adalah sepuluh melawan sebelas pemain. Kemudian terjadi gol,” sesalnya.
Kemarahan manajemen berujung pada teguran keras kepada pelatih Djadjang Nurdjaman. Djanur-sapaannya diambang pintu keluar Persebaya. Nasibnya akan diumumkan sebelum Lebaran.
“Kami akan segera putuskan. Kalau kemarin lampu kuning, ini seharusnya sudah lebih dari lampu kuning. Kami akan putuskan sebelum melawan Barito. Kalau bisa sebelum Lebaran,” tegas Candra. (Laporan Kontributor Keenan Wahab/Surabaya)
Tengku Sufiyanto
17.947
Berita Terkait
Kemarin Ngebet, Sekarang AC Milan Ragu Rekrut Jean-Philippe Mateta
Kalahkan Chelsea, Liverpool Jadi Pemenang dalam Perburuan Jeremy Jacquet
Klasemen Terkini Serie A: Inter Milan Unggul Delapan Poin dari AC Milan
Klasemen Terkini Premier League: Manchester United Kembali ke Empat Besar, Manchester City Semakin Sulit Kejar Arsenal
Hasil Pertandingan: Inter Milan dan Juventus Petik Tiga Poin, Manchester City Batal Menang
Greg Nwokolo Dorong Ekosistem Padel di Tanah Air Lewat Simba Padel Club
Hasil Super League 2025/2026: Dewa United Banten FC Bawa Satu Poin dari Kandang Persebaya
Thom Haye Curhat Usai Bermain di Solo, Kota Kelahiran Sang Kakek
Shayne Pattynama Yakin Timnas Futsal Indonesia Bisa Kalahkan Vietnam
Hasil Thailand Masters 2026: 4 Wakil Indonesia Sabet Gelar Juara, 2 Runner-Up