Drama Jose Mourinho Selepas Kekalahan di Derby della Capitale
BolaSkor.com - Derby della Capitale berlangsung di pekan enam Serie A antara Lazio melawan AS Roma di Stadio Olimpico, Minggu (27/09) malam WIB. Lazio keluar sebagai pemenang melalui skor akhir 3-2.
Pertandingan berjalan sengit di Stadio Olimpico. Penguasaan bola relatif berjalan ketat antara Lazio (49 persen) dan Roma (51 persen). Roma lebih banyak menciptakan peluang dengan 20 percobaan tendangan dan delapan tepat sasaran, sementara Lazio 10 tendangan dan empat tepat sasaran.
Akan tapi Lazio lebih efisien mencetak tiga gol dari Sergej Milinkovic-Savic (10'), Pedro (19'), dan Felipe Anderson (63') yang dibalas gol Ibanez (41') dan Jordan Veretout (penalti 69'). Roma masih tertahan di urutan empat dengan 12 poin, lalu Lazio di peringkat enam dengan 11 poin.
Baca Juga:
Tammy Abraham dengan AS Roma: Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama
“Saya akui, itu adalah salah satu pertandingan paling menggembirakan dalam karier saya secara emosional. Saya tidak menyangka derby memberi Anda adrenalin dan kepuasan saat menang," tutur Sarri dikutip dari Football-Italia.
"Jangan terbawa oleh konsep kebebasan. Jelas, dalam beberapa zona lapangan dan konteks tertentu, para pemain dapat memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri."
“Masalahnya, ini sepak bola sungguhan, bukan game PlayStation. Malam ini saya melihat tujuh atau delapan situasi yang sangat saya sukai, tetapi kami tidak dapat mengkloning satu tim dan membuatnya bekerja di tempat lain. Tim ini memiliki potensi tersendiri yang masih menunggu untuk diekspresikan."
Drama Jose Mourinho
Bukan Mourinho namanya jika tidak mencuri perhatian. Pelatih asal Portugal menilai VAR (Video Asisten Wasit) dan kinerja wasit turut memengaruhi hasil akhir pertandingan.
“Sayangnya, permainan yang fantastis dirusak oleh wasit dan VAR, yang tidak berada pada level yang tepat untuk pertandingan ini,” cetus Mourinho dikutip dari DAZN.
“Gol kedua bisa saja 1-1, berubah menjadi 2-0. (Tidak adanya kartu) kuning kedua untuk Lucas Leiva juga penting. Saya pikir tim saya adalah yang terbaik di lapangan hari ini."
“Kami mendominasi, kami memberi Lazio masalah besar, mereka mengontrol menit akhir seperti yang mereka inginkan, dan karena wasit mengizinkan mereka melakukannya.”
Mourinho kembali ke Serie A setelah 11 tahun lamanya dan terakhir melatih Inter Milan. Dia melihat adanya perubahan pada sepak bola Italia.
"Sepak bola Italia telah berkembang besar sejak sedekade lalu. Kualitas sepak bola, pendekatan bermain ofensif, hasrat menang, semuanya berkembang," tambah Mourinho.
Drama itu berlanjut. Sebagaimana dilaporkan Football-Italia Mourinho merespons kekalahan itu dengan mengumpulkan para pemain di tengah lapangan untuk memberi motivasi.
Menurut kabar tambahan dari media-media Italia, The Special One juga meninggalkan sesi konferensi pers setelah sempat berdiskusi dengan jurnalis Sky Sport Angelo Mangiante serta reporter lainnya.
Arief Hadi
16.325
Berita Terkait
Superkomputer Prediksi Juara Premier League: Peluang Arsenal Lebih dari 80 Persen
Hasil Drawing dan Bagan Play-off 16 Besar Liga Champions: Real Madrid Kembali Menghadapi Benfica
NOC Indonesia Yakin Kepemimpinan Sheikh Joaan Al Thani Perkuat Posisi Asia di Panggung Olahraga Dunia
AC Milan Gigit Jari, Leon Goretzka Lebih Pilih Gabung Atletico Madrid
Hasil Super League 2025/2026: Shayne Pattynama Debut, Persija Tempel Persib Usai Bungkam Persita
Ada Udang di Balik Batu, Real Madrid Putuskan Puasa Belanja Pemain pada Tengah Musim Ini
Erick Thohir Ungkap Ajakan Uji Coba untuk Timnas Indonesia dari Negara Asia Timur
Ivan Perisic Sulit Digapai, Inter Milan Beralih ke Jebolan Akademi Arsenal
Sandy Walsh Terkejut Ditinggal Shayne Pattynama ke Persija Jakarta
Liverpool Krisis Bek Kanan, Arne Slot Tidak Mau Panik Belanja Pemain