BolaSkor.com – Seperti halnya di Eropa dengan UEFA Nations League, kawasan Asia juga akan segera memiliki ajang Nations League tersendiri.
Kompetisi baru ini dirancang untuk merombak total jalur kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia.
Berdasarkan draf rencana Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) - seperti dikutip dari ESPN, proposal rinci turnamen dua tahunan ini akan dipaparkan kepada asosiasi anggota pada Selasa (06/10) mendatang, dengan rencana peluncuran resmi pada 2030.
Format anyar ini bakal membagi peserta AFC ke dalam tiga divisi (tier).
Baca Juga:
Mirip di Eropa, AFC Bakal Gulirkan Kompetisi Baru Bertajuk Nations League
Divisi satu dan dua masing-masing diisi oleh 18 negara, sementara divisi tiga dihuni oleh 11 negara yang terbagi dalam tiga grup.
Pada edisi Kualifikasi Piala Dunia (dimulai 2032-2033), setiap tim akan memainkan enam laga kandang dan enam tandang.
Enam tim teratas di divisi utama dipastikan mengamankan tiket otomatis ke putaran final Piala Dunia.
Sementara itu, tim peringkat ke-7 hingga ke-10 di divisi utama akan bertarung di babak play-off sistem round robin untuk memperebutkan dua tiket tersisa, serta satu slot menuju play-off antarkonfederasi.
Sistem Promosi-Degradasi dan Uji Coba Perdana
Untuk edisi Kualifikasi Piala Asia (dimulai 2030), seluruh tim dari divisi utama beserta enam tim terbaik dari divisi kedua berhak lolos langsung ke putaran final Piala Asia yang digeser pelaksanaannya dari 2031 ke 2032.
Selain menentukan tiket kualifikasi, delapan tim teratas dari divisi utama di setiap edisi akan melaju ke babak gugur.
Sistem perempat final digelar kandang-tandang, dilanjutkan semifinal dan final di tempat netral untuk menentukan juara Nations League.
Mekanisme promosi dan degradasi otomatis juga diberlakukan untuk dua tim teratas dan terbawah di setiap divisi.
Baca Juga:
Klasemen Akhir Asian Games 2026: Indonesia Lampaui Target Medali, China Juara Umum
Pergeseran posisi tambahan juga ditopang lewat laga play-off antara tim papan bawah divisi atas dan papan atas divisi bawah.
AFC menegaskan tidak ada pembagian zona wilayah demi menjaga keseimbangan kompetisi.
Selain itu, opsi menggelar turnamen terpisah tanpa keterkaitan kualifikasi ditolak karena masalah biaya dan keterbatasan jadwal pertandingan.
Sebagai langkah transisi, AFC berencana menggelar turnamen pilot atau uji coba pada periode 2028-2029.
Pembagian divisi awal tidak memakai peringkat FIFA, melainkan hasil kualifikasi gabungan agar persaingan berlangsung adil menuju edisi perdana 2030.