BolaSkor.com - Pelatih Timnas Swedia, Graham Potter, menegaskan bahwa kekalahan telak dari Belanda di laga Grup F Piala Dunia 2026 akan menjadi pelajaran penting bagi timnya untuk terus berkembang.
Bertanding di Stadion NRG, Houston, Minggu (21/6), Swedia harus mengakui keunggulan Belanda dengan skor 1-5. Hasil ini menjadi pukulan bagi Swedia, tetapi Potter melihatnya sebagai momen yang bisa membuka mata timnya tentang hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
Baca Juga:
Bantai Swedia, Belanda Tak Terkalahkan di Piala Dunia Sejak 2010
Rating Pemain Belanda vs Swedia: Cody Gakpo Nyaris Sempurna
Hasil Piala Dunia 2026: Cody Gakpo dan Brian Brobbey Trengginas, Belanda Sikat Swedia 5-1
Potter mengakui bahwa terkadang sebuah tim memang perlu melewati momen sulit agar bisa memahami kelemahan yang dimiliki.
Saya tidak menyangka, namun kami harus belajar dari hal ini,
ujar Potter.
Dalam pertandingan tersebut, Belanda tampil sangat efektif. Brian Brobbey dan Cody Gakpo sama-sama mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya disumbangkan Crysencio Summerville.
Swedia hanya mampu membalas satu gol dan kesulitan mengimbangi permainan cepat lawan sepanjang laga.
Kekalahan ini membuat Swedia turun ke posisi kedua klasemen sementara Grup F Piala Dunia 2026 dengan koleksi tiga poin.
Titik Lemah Swedia
Potter mengungkapkan bahwa laga melawan Belanda memberikan gambaran yang jelas mengenai celah dalam permainan timnya, terutama di sektor sayap.
Ia menilai area itu menjadi salah satu titik lemah yang harus segera dibenahi sebelum pertandingan berikutnya.
“Mereka menyulitkan kami di area sayap. Gol pertama berasal dari umpan panjang yang tidak kami tangani dengan baik,” kata Potter.
Kini fokus Swedia beralih ke laga terakhir Grup F, di mana mereka akan menghadapi Jepang di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Jumat (26/6) pukul 06.00 WIB.
Pada laga tersebut Swedia wajib meraih kemenangan jika ingin memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup F.
Bagi Potter, kekalahan dari Belanda memang menyakitkan, tetapi bisa menjadi titik penting untuk bangkit dan tampil lebih kuat saat melawan Jepang.