BolaSkor.com – Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah melontarkan komentar kontroversial.
Masalah ini bermula dari sebuah video yang memperlihatkan dirinya membahas sebuah meme yang melibatkan figur bersejarah China, Mao Zedong.
Dalam rekaman video yang beredar, penyerang timnas Prancis itu tertawa dan menyebut mantan pemimpin Partai Komunis China tersebut sebagai seorang diktator.
Baca Juga:
Komentar tersebut langsung memicu kemarahan besar dari publik di Negeri Tirai Bambu.
Akibat insiden ini, gelombang boikot besar-besaran langsung diarahkan kepada sang pemain dari berbagai perusahaan di China.
Daftar Isi
Permintaan Maaf Mbappe
Daftar Isi

Meme Kylian Mbappe (X/@lospectra_)
Merespons situasi yang kian memanas, Mbappe akhirnya merilis surat permintaan maaf resmi melalui akun media sosial pribadinya.
Pernyataan tersebut diterbitkan dalam tiga bahasa sekaligus, yakni Prancis, Inggris, dan Mandarin.
"Selama wawancara baru-baru ini, saya bereaksi terhadap gambar diri saya sendiri," ujar Mbappe dalam pernyataan resminya.
Baca Juga:
Real Madrid Bungkam Barcelona, Jose Mourinho Yakin Penonton Tidak Kecewa
"Komentar saya tidak dipikirkan dengan matang, dan saya sekarang mengerti bahwa hal itu menyakiti banyak orang di China dan komunitas China di seluruh dunia," sambungnya.
Pemain berusia 27 tahun itu menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat untuk menyinggung pihak mana pun.
"Saya meminta maaf kepada semua orang yang tersinggung oleh kata-kata saya. Ini sama sekali bukan niat saya."
"Saya memiliki rasa hormat yang mendalam kepada rakyat China dan sejarah mereka, dan saya sangat menyesal," ucap Mbappe.
Respons Pihak LaLiga

Presiden LaLiga, Javier Tebas (Getty Images)
Dampak dari kontroversi ini langsung menghantam aspek komersial sang pemain secara signifikan. Perusahaan minuman raksasa asal China, Dongpeng, langsung memutuskan untuk mendepak Mbappe dari seluruh lini produk mereka.
Langkah serupa juga diambil oleh perusahaan susu terbesar di negara tersebut, Mengniu, serta produsen keju Milkground yang kompak memutus kerja sama komersial.
Tidak hanya merugikan Mbappe secara pribadi, krisis ini bahkan ikut mengancam eksistensi kompetisi LaLiga di pasaran China.
Baca Juga:
Diduga Ejek Mantan Pemimpin China, Kylian Mbappe Kehilangan Kontrak Sponsor Raksasa Asia
Presiden LaLiga, Javier Tebas, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada publik China atas insiden yang melibatkan salah satu bintang kompetisi mereka.
"Saya bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan klub dan pemain kami guna memperkuat kesadaran dan penghormatan terhadap budaya yang berbeda," ujar Tebas.
"Saya ingin secara pribadi meminta maaf kepada para penggemar China atas tersinggungnya perasaan mereka."
"Kami ingin memelihara hubungan ini melalui tindakan, dan kami akan menerapkan langkah-langkah konkret untuk memastikan situasi seperti ini tidak terjadi lagi," pungkasnya.