Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Daniele Rugani Terlalu Lama Berguru di Juventus

Daniele Rugani tak kunjung mendapatkan kesempatan tampil reguler di Juventus.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Kamis, 17 Oktober 2019
Daniele Rugani Terlalu Lama Berguru di Juventus
Daniele Rugani (Zimbio)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Daniele Rugani sempat digadang-gadang sebagai bek masa depan tim nasional Italia. Namun, melihat kondisinya saat ini, sang pemain justru hanya menjadi penghangat bangku cadangan di Juventus.

Daniele Rugani mencuri perhatian setelah tampil meyakinkan di Empoli. Dengan tubuh tinggi menjulang dan kemampuan membaca permainan, Rugani muda punya nilai lebih di antara pemain bertahan lainnya.

Tidak heran, pada Agustus 2012, Juventus bergerak mendatangkan Rugani dengan mahar 200 ribu euro. Kemudian, Bianconeri kembali mengirim Rugani ke Empoli dengan status pinjaman.

Maksud Juventus jelas, mereka ingin mematangkan kemampuan sang pemain di Empoli. Juve yakin, Rugani akan mendapatkan jam terbang lebih banyak bila tampil bersama Azzurri.

Baca juga:

Derby d'Italia: Laga Derby, namun Tak Mempertemukan Tim Sekota

Virus FIFA, Inter Milan Terancam Dua Bulan Tanpa Alexis Sanchez

Jalan Berliku Inter Milan Cari Pelapis Romelu Lukaku

Daniele Rugani

Bianconeri akhirnya memutuskan memanggil kembali Rugani pada 2015. Rugani yang pada saat itu berusia 20 tahun dipersiapkan sebagai pelapis Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini. Selain itu, sang pemain juga bisa mendapatkan ilmu dari para senior.

Sayangnya, proses tersebut berjalan hingga saat ini. Rugani tak kunjung mendapatkan kesempatan tampil reguler di tim utama. Pada musim lalu, ia hanya melakoni 20 pertandingan di berbagai ajang.

Rugani masih belum bisa menggeser posisi Bonucci dan Chiellini sebagai dua palang pintu utama Bianconeri. Keadaan kian pelik usai bek muda berbakat, Matthijs de Ligt, datang. Pada musim ini, Rugani belum sekali pun tampil.

Situasi tersebut sudah menjadi perhatian bagi agen Rugani, Davide Torchia. Ia heran melihat Juventus menumpuk terlalu banyak pemain di sektor bek tengah.

"Apa masa depan Rugani, tahu saat ini Juve punya lima bek tengah? Saya tidak tahu apa yang mereka pikirkan. Mereka membuat penilaian sendiri. Ada begitu banyak pemain dan mereka semua hebat," ucap Torchia, dikutip dari Calciomercato.

Daniele Rugani

"Kendati demikian, karena skuat yang besar dan keseimbangan ekonomi, mereka bisa saja berpikir menjual seseorang," lanjutnya.

"Angkat kaki? Dalam sepak bola, semuanya melakukan bagian mereka masing-masing. Jika ada klub yang benar-benar menginginkan seorang pemain, mereka akan mengangkat telepon, naik pesawat dan pergi ke kantor klub. Kemudian, pesepakbola dan agennya muncul."

Sejatinya, Daniele Rugani juga punya peluang angkat kaki dari Juventus. Pemain 25 tahun tersebut dikabarkan menerima tawaran dari Chelsea dan Arsenal. Namun, Rugani memutuskan bertahan.

"Musim lalu keputusan untuk menolak Chelsea juga keputusan kami, Daniele dan oleh karenanya dari saya sebagai hasilnya. Kami bahagia bertahan di Juve dan mereka bahagia mempertahankan kami," tambah Torchia.

"Dia punya kontrak hingga 2024 dan ini memberikan kami posisi yang kuat. Mari lihat apa yang terjadi nanti," jelasnya.

Bertahan di Juventus, namun tidak mendapatkan kesempatan tampil yang cukup adalah pilihan yang harus dihindari Rugani. Mengingat usianya yang sudah menginjak 25 tahun dan durasi bermain di Juve, Rugani sudah tidak membutuhkan lagi ilmu dari para bek senior. Apalagi, ketika Chiellini cedera pun Rugani masih belum mendapatkan kesempatan.

Kini, tugas Rugani adalah mempraktikkan ilmu yang sudah diserapnya selama ini. Rugani tidak bisa hanya menjadi pemain pelapis yang tak mendapatkan kepastian kapan akan beraksi.

Jika tidak, karier Rugani hanya akan berjalan di tempat. Selain itu, Rugani butuh panggung untuk bisa dilirik pelatih tim nasional Italia, Roberto Mancini.

Juventus Breaking News Daniele Rugani Serie a

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
John Terry membandingkan Jude Bellingham dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa, Zinedine Zidane.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Liga Indonesia
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Aqil Savik mengungkap alasan menolak tawaran beberapa klub demi bergabung dengan Persija Jakarta. Eks kiper Persib itu siap bersaing di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Piala Dunia
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Lamine Yamal punya satu harapan besar setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Bukan hadiah mewah atau perayaan meriah, melainkan kemenangan atas Prancis dan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Liga Indonesia
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Kyohei Yoshino mengaku bangga bergabung dengan Persija Jakarta. Eks Cerezo Osaka dan Daegu FC itu siap bekerja keras membawa Macan Kemayoran mengakhiri puasa gelar di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Piala Dunia
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
FIFA resmi menunjuk wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, untuk memimpin pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Atlanta Stadium.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Bagikan