Cerita Mantan Bek Arsenal soal Ramadan: Secara Psikologis Lebih Kuat saat Berpuasa
BolaSkor.com - Setiap tahunnya sepak bola dunia, tak terkecuali di Eropa, menjalani musim yang diwarnai dengan bulan suci Ramadan yang berlangsung selama sebulan. Para pemain beragama islam turut menjalani kewajiban dengan berpuasa menahan lapar dan haus hingga waktu berbuka tiba.
Sepak bola di Eropa juga beradaptasi dengan Ramadan seperti halnya beberapa waktu lalu pada turnamen di Inggris, Piala FA, ketika pemain yang berpuasa diizinkan untuk berbuka puasa dan laga dihentikan untuk sementara waktu.
Pro kontra juga datang dari berbagai pihak, seperti mereka yang melihat adanya potensi penurunan kebugaran dan kondisi fisik pemain saat berpuasa karena mereka tak mengkonsumsi makanan serta minuman ketika melakukannya.
Baca Juga:
Bulan Ramadan dan Ketajaman Mohamed Salah
Thomas Tuchel, eks pelatih Chelsea, pernah menilai penurunan performa N'Golo Kante karena ia berpuasa.
"Saat ini, ia (Kante) berpuasa karena agamanya, karena kepercayaannya, mungkin karena alasan lain. Ia tidak melakukannya untuk pertama kalinya, tetapi jika Anda tidak makan di siang hari selama berhari-hari, itu bisa berdampak," papar Tuchel pada 2022 kala Chelsea kalah 1-3 lawan Real Madrid di Liga Champions.
"Ia sudah terbiasa, tetapi mungkin itu juga bagian dari penjelasan bahwa ia tidak berada di level tertingginya jika Anda membandingkannya dengan pengaruhnya terhadap Real Madrid musim lalu."
Ramadan Memberikan Kekuatan Secara Psikologis
Mantan bek Arsenal dan Manchester City, Kolo Toure, juga berbicara mengenai pengalamannya ketika ia berpuasa saat masih aktif sebagai pemain. Menurut Toure, puasa membuatnya kuat secara psikologis.
"Masalahnya, ini aneh dan sulit dijelaskan, tetapi ini membuat saya merasa sangat kuat secara psikologis, dan seiring berjalannya bulan, saya menjadi lebih bugar," papar Toure kala bercerita kepada The Sun.
"Saya pikir ini sangat mudah sekarang, dengan semua dukungan hebat yang diberikan klub kepada para pemain mereka—ini luar biasa."
Toure saat ini menjadi asisten pelatih untuk tim U-16 Manchester City. Ia menilai kondisinya kini berbeda dari masa lalu, khususnya pada sepak bola Inggris kala mereka beradaptasi dengan pemain-pemain muslim yang berpuasa.
"Dulu, agak berbeda karena tidak semua orang tahu pentingnya bulan ini bagi para pemain, tetapi saya paham bahwa orang-orang mulai terbiasa dengan hal ini sekarang," tambah Toure.
"Bagi saya, saya rasa sebagian besar pemain muslim yang pernah bermain dengan saya melakukannya, bahkan ketika saya masih di ASEC (Mimosas). Bagi kami, itu adalah jati diri kami, dan kami harus melakukannya. Itu menjadi bagian dari diri kami."
"Tidak masalah di mana kami bermain, kami harus melakukannya. Saya pribadi menyukai bulan ini," urai Toure.
View this post on Instagram
Arief Hadi
16.183
Berita Terkait
Resmi Gabung Manchester City, Antoine Semenyo Punya Janji yang Berbahaya untuk Rival
Klasemen Terkini Premier League Usai Arsenal Gagal Tekuk Liverpool: Jarak Kini Jadi Enam Poin
Imbang Lawan Liverpool, Arsenal Layak Diapresiasi Tanpa Kekalahan Sejak Natal
Pertama dari 600 Pertandingan, Liverpool Tak Punya Satu Pun Peluang Tepat Sasaran di Laga Premier League
Memalukan, Sikap Gabriel Martinelli saat Mendorong Conor Bradley yang Cedera
Hasil Pertandingan: AC Milan Imbang, Arsenal Urung Menjauh dari Kejaran Manchester City
Jadwal Live Streaming Premier League Arsenal vs Liverpool, Kick-off Jumat (09/01) Pukul 03.00 WIB
3 Pekerjaan Penting yang Dihadapi Liam Rosenior di Chelsea
Liam Rosenior Minta Chelsea Tancap Gas di Sisa Musim
Hadapi Liverpool, Arsenal Harus Tampil Luar Biasa Sepanjang Laga