Cerita Klasik Euro: Viking Clap Islandia dan Kesuksesan Timnas Portugal pada 2016

Euro 2016 menyisakan banyak cerita.
Arief HadiArief Hadi - Rabu, 12 Juni 2024
Cerita Klasik Euro: Viking Clap Islandia dan Kesuksesan Timnas Portugal pada 2016
Timnas Islandia melakukan viking clap di Euro 2016 (Foto: X)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Ketika berbicara mengenai Euro 2016 beberapa hal muncul di benak pikiran, mulai dari lagu "This One's for You" yang dinyanyikan oleh Zara Larsson dan berkolaborasi dengan David Guetta, hingga keseruan sepak bola di Prancis.

Prancis terpilih menjadi tuan rumah setelah memenangi persaingan dengan Italia dan Turki. 10 kota digunakan sebagai tempat dimainkannya laga-laga Euro 2016 dan turnamen itu juga jadi momen serba pertama.

Untuk kali pertama sejak 1996, format 24 tim digunakan setelah 16 tim, dan juga untuk pertama kali dalam sejarah turnamen, dua bola resmi digunakan: Adidas Beau yang digunakan di fase grup dan Adidas Fracas untuk fase gugur.

Baca Juga:

UEFA Akan Beri Penghormatan Khusus kepada Beckenbauer di Pembukaan Euro 2024

Euro 2024: Tiket Sesi Latihan Cristiano Ronaldo Dijual hingga Rp14 Juta

Profil Grup F Euro 2024: Mencari Pendamping Portugal

Sayang bagi fans tuan rumah, ketika harapan sudah ada di depan mata untuk memenangi trofi Eropa pertama sejak 2000, Prancis gagal memenanginya dan kalah di final. Satu hal menarik lainnya dari Euro 2016 adalah Islandia

Semangat Islandia dan Viking Clap

"Tanya setiap orang Islandia untuk menyebut musim panas terbaik mereka dan itu adalah 2016."

Demikian ucapan legenda Islandia yang pernah membela Chelsea, Eidur Gudjohnsen. Musim panas 2016, di Prancis, memang jadi momen paling bersejarah untuk negara dengan 382.000 penduduk tersebut.

Islandia lolos kualifikasi, melewati fase grup, dan bertahan hingga perempat final. Berada di grup F bersama Hungaria, Portugal, dan Austria, Islandia lolos sebagai runner-up di bawah Hungaria dan di atas Portugal (tanpa pernah kalah).

Di 16 besar, Islandia semakin menarik atensi publik dengan kemenangan dramatis dan mengejutkan atas tim kuat, Inggris. Islandia menang 2-1 dari gol Ragnar Sigurdsson dan Kolbeinn Sigthorsson setelah sempat tertinggal dari gol penalti Wayne Rooney.

"Saya masih merinding bahkan hanya memikirkannya, hanya merasakannya saja," kenang kapten Aron Gunnarsson ketika berbicara kepada UEFA.com beberapa tahun kemudian.

"Anda ingin selalu menghidupkan kembali perasaan itu, dan suasananya luar biasa."

"Kami tidak mendapatkan cukup pujian atas cara kami memainkan pertandingan itu, karena itu mungkin salah satu pertandingan terbaik yang pernah kami mainkan bersama sebagai tim nasional."

Inggris berpikir mendapatkan lawan yang 'mudah' tapi faktanya tidak demikian. Passion, semangat viking ala Islandia membuat mereka sulit dikalahkan, tak peduli seberapa talentanya skuad Inggris.

Viking Clap pun mengembara di Stade de Nice selepas laga berakhir. Trademark itu kemudian menjadi tren yang terkenal di seluruh dunia, saat tim merayakan bersama fans dengan menepuk tangan ke atas seirama.

"Tentu saja tidak ada yang melakukan hal seperti yang kami lakukan, namun sangat menyenangkan melihat semakin banyak negara yang menggunakannya untuk mendukung tim mereka," kata Hilmar Jokull, wakil ketua kelompok pendukung Tolfan yang terkenal di Islandia kepada AFP.

"Kami hanyalah sebuah negara kecil di tengah antah berantah dan kami tidak mengharapkan siapa pun untuk meniru kami – terutama negara-negara dengan populasi lebih dari satu miliar orang."

"Tepuk tangan Viking membuat para pemain bersemangat. Ini memberi mereka kejutan adrenalin."

Cerita cinderella Islandia pada akhirnya berakhir di perempat final. Di hadapan tim tuan rumah dengan segala kualitas yang mereka miliki, Islandia kalah 2-5.

Kendati pada akhirnya tersingkir, Islandia meninggalkan kesan positif di Euro 2016 dan juga tradisi viking clap mereka. Skuad Islandia disambut bak pahlawan saat kembali ke kampung halaman.

Akhir Penantian Portugal

Prancis mencapai final dan menyingkirkan tim kejutan, Islandia, tetapi Euro 2016 bukan untuk mereka. Kendati didukung fans tuan rumah, dewi fortuna tidak tersenyum kepada Prancis yang kalah di final melawan Portugal.

Portugal mencapai final pertama sejak 2004 dan tim dibesut Fernando Santos. Dalam perjalanannya, Portugal lolos 'beruntung' dari fase grup sebagai peringkat tiga terbaik dan finish di bawah Hungaria dan Islandia.

Namun di fase gugur, Portugal bertarung habis-habisan melalui segala rintangan dengan tingkat kesulitan berbeda melawan Kroasia, Polandia, dan Wales.

Portugal menang 1-0 di babak tambahan lawan Kroasia di 16 besar, lalu menang adu penalti 5-3 atas Polandia setelah imbang 1-1 di waktu normal, kemudian menyingkirkan tim kejutan Wales di semifinal dengan skor 2-0.

Di final, Portugal sudah dihadapkan pada cobaan cederanya Cristiano Ronaldo di menit 25 dan digantikan Ricardo Quaresma. Ronaldo tidak pergi begitu saja ke kamar ganti pemain.

Ia berada di area teknik dan seolah menjadi asisten pelatih untuk Santos, memberi semangat kepada rekan setimnya, sampai pada satu momen di menit 109 penyerang Portugal, Eder, mencetak gol dan menjadi pahlawan tak terduga.

"(Sebelum perpanjangan waktu, Ronaldo) mengatakan kepada saya bahwa saya akan mencetak gol kemenangan. Dia memberi saya kekuatan dan energi positif," terang Eder.

Portugal pada akhirnya mengakhiri penantian gelar Euro dan meraihnya untuk kali pertama.

Susunan pemain final Euro 2016:

Portugal (4-1-3-2): Rui Patricio; Raphael Guerreiro, Jose Fonte, Pepe, Cedric Soares; William Carvalho; Joao Mario, Adrien Silva (Joao Moutinho 66'), Renato Sanches (Eder 79'); Cristiano Ronaldo (Ricardo Quaresma 25'), Luis Nani

Pelatih: Fernando Santos

Prancis (4-4-2): Hugo Lloris; Patrice Evra, Samuel Umtiti, Laurent Koscielny, Bacary Sagna; Dimitri Payet (Kingsley Coman 58'), Blaise Matuidi, Paul Pogba, Moussa Sissoko (Anthony Martial 110'); Antoine Griezmann, Olivier Giroud (Andre-Pierre Gignac 78')

Pelatih: Didier Deschamps

Wasit: Mark Clattenburg (Inggris)

Man of the Match: Pepe (Portugal)

Nostalgia Euro 2016 Euro 2024 Timnas Portugal Timnas islandia

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Internasional
Cristiano Ronaldo Dijatuhi Sanksi Usai Kabur dari Timnas Portugal
Cristiano Ronaldo dijatuhi sanksi skors sementara oleh FPF usai meninggalkan Timnas Portugal akibat perselisihan dengan Jorge Jesus.
Gazza Roosaryatama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Cristiano Ronaldo Dijatuhi Sanksi Usai Kabur dari Timnas Portugal
Liga Dunia
Cristiano Ronaldo Seharusnya Mendapatkan Perpisahan seperti Lionel Messi di Argentina
Alan Shearer menilai Cristiano Ronaldo layak mendapat perpisahan seperti Lionel Messi bersama Argentina, tetapi situasi di Portugal bisa menggagalkannya.
Arief Hadi - Jumat, 09 Oktober 2026
Cristiano Ronaldo Seharusnya Mendapatkan Perpisahan seperti Lionel Messi di Argentina
Internasional
Cristiano Ronaldo Sekadar Mesin Pengeruk Uang bagi Federasi Sepak Bola Portugal
Cristiano Ronaldo berselisih dengan Jorge Jesus setelah tak dimainkan melawan Norwegia. Benarkah FPF khawatir kehilangan pemasukan sponsor dan penjualan tiket jika Ronaldo pergi?
Johan Kristiandi - Jumat, 09 Oktober 2026
Cristiano Ronaldo Sekadar Mesin Pengeruk Uang bagi Federasi Sepak Bola Portugal
Internasional
Cristiano Ronaldo Buka Suara: Akar Masalah Bermula dari Pemanasan, tetapi Tidak Dimainkan
Cristiano Ronaldo buka suara soal konflik dengan Jorge Jesus di Timnas Portugal. CR7 mengungkap janji yang diingkari terkait pemanasan kontra Norwegia.
Johan Kristiandi - Rabu, 07 Oktober 2026
Cristiano Ronaldo Buka Suara: Akar Masalah Bermula dari Pemanasan, tetapi Tidak Dimainkan
Liga Dunia
Jeda Internasional Portugal Berakhir, Semua Kompak Buka Pintu Comeback Cristiano Ronaldo
Portugal membuka pintu bagi comeback Cristiano Ronaldo pada jeda internasional November. Jorge Jesus dan FPF kompak meredakan isu konflik internal.
Arief Hadi - Senin, 05 Oktober 2026
Jeda Internasional Portugal Berakhir, Semua Kompak Buka Pintu Comeback Cristiano Ronaldo
Internasional
Soal Peluang Cristiano Ronaldo Balik ke Timnas Portugal, Jorge Jesus Akhirnya Buka Suara
Cristiano Ronaldo berpeluang kembali ke timnas Portugal setelah meninggalkan skuad. Jorge Jesus buka suara dan menyerahkan keputusan kepada CR7.
Johan Kristiandi - Senin, 05 Oktober 2026
Soal Peluang Cristiano Ronaldo Balik ke Timnas Portugal, Jorge Jesus Akhirnya Buka Suara
Hasil akhir
Hasil UNL: Portugal Menang Lagi, Belanda Unggul Tipis, Jerman Ditahan Yunani
Hasil UNL terbaru: Portugal menang 2-1 atas Norwegia, Belanda menekuk Serbia 2-1, sedangkan Jerman ditahan Yunani 0-0. Simak hasil lengkapnya!
Johan Kristiandi - Senin, 05 Oktober 2026
Hasil UNL: Portugal Menang Lagi, Belanda Unggul Tipis, Jerman Ditahan Yunani
Jadwal
Catat, Cara Menonton dan Link Live Streaming Portugal vs Norwegia
Portugal vs Norwegia berlangsung Senin (05/10) pukul 01.45 WIB. Simak cara menonton dan link live streaming pertandingan di Vision+.
Arief Hadi - Minggu, 04 Oktober 2026
Catat, Cara Menonton dan Link Live Streaming Portugal vs Norwegia
Prediksi
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Portugal vs Norwegia: Era Baru Tanpa Cristiano Ronaldo
Tanpa Cristiano Ronaldo, Portugal menghadapi Norwegia. Simak prediksi skor, susunan pemain, jadwal, H2H, dan link live streaming.
Arief Hadi - Minggu, 04 Oktober 2026
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Portugal vs Norwegia: Era Baru Tanpa Cristiano Ronaldo
Sosok
Drama di Penghujung Karier Cristiano Ronaldo: Diawali dari Erik ten Hag, Diakhiri oleh Jorge Jesus
Penghujung karier Cristiano Ronaldo diwarnai konflik. Dari Erik ten Hag di Man United, gejolak di Al-Nassr, hingga ketegangan dengan Jorge Jesus.
Arief Hadi - Jumat, 02 Oktober 2026
Drama di Penghujung Karier Cristiano Ronaldo: Diawali dari Erik ten Hag, Diakhiri oleh Jorge Jesus
Bagikan