Cerita Graham Potter soal Pemecatannya di Chelsea

Graham Potter pernah melatih Chelsea.
Arief HadiArief Hadi - Jumat, 27 September 2024
Cerita Graham Potter soal Pemecatannya di Chelsea
Graham Potter (Foto: BBC Sport)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Chelsea era Todd Boehly tidak hentinya mengundang sensasi. Selain pembelian pemain yang jor-joran hingga menghabiskan satu miliar poundsterling lebih dari tiga bursa transfer, Boehly juga sudah menunjuk banyak pelatih.

Sebut saja beberapa pelatih di eranya seperti Thomas Tuchel, Graham Potter, Bruno Saltor, Frank Lampard, Mauricio Pochettino, hingga kini di tangan Enzo Maresca.

Nama yang disebut terakhir saat ini menunjukkan tangan 'dinginnya' dengan meracik skuad Chelsea, yang tengah bermain bagus dan punya momentum. Maresca berpotensi jadi pilihan pelatih yang tepat dari Boehly.

Situasi yang dihadapi Maresca berbeda dari Potter, ketika ia ditunjuk menggantikan Tuchel tapi dipecat kurang dari tujuh bulan, padahal Potter dikontrak dalam jangka waktu panjang.

Baca Juga:

Cerita Axel Disasi di Balik Performa Bagus Chelsea

Betapa Ketatnya Persaingan di Dalam Skuad Chelsea

Pilih Chelsea daripada Manchester United, Michael Ballack Gagal Wujudkan Mimpinya

Graham Potter (Foto: Mirror)

Itu menjadi efek dari posisi finis di urutan 11 klasemen dari 31 laga di Premier League. Potter angkat bicara kepada The Telegraph, menuturkan alasan kariernya sebagai pelatih Chelsea berakhir dengan mimpi buruk.

Menurut Potter, situasinya saat itu bak badai besar karena jadwal padat Chelsea dan juga perhelatan Piala Dunia yang digelar di tengah musim, belum lagi dengan badai cedera pemain.

"Itu hampir seperti badai yang sempurna,. Itu adalah 14 pertandingan dalam enam minggu sebelum Piala Dunia. Rasanya seperti Anda berada di mesin cuci, itulah yang kami katakan di antara staf, karena pertandingan terus berdatangan dan kami tidak punya waktu persiapan," papar Potter.

"Kami kehilangan Reece (James) dan Wesley (Fofana_ karena cedera. Saya pikir kami memiliki pemain terbanyak di Piala Dunia dan segera setelah itu kami kehilangan Raheem (Sterling) dan Christian Pulisic."

Tekanan itu bertambah seiring kedatangan pemain baru seperti Enzo Fernandez, Mykhaylo Mudryk, Benoit Badiashile, dan Noni Madueke. Khususnya Fernandez yang direkrut pada rekor transfer Inggris senilai 107 juta poundsterling.

"Jika Anda menghabiskan 300 juta poundsterling untuk pemain yang datang dari luar Premier League, dari negara-negara yang sedang libur pertengahan musim, maka kenyataannya adalah Anda tidak bisa hanya membayangkan mereka langsung beradaptasi dan segalanya baik-baik saja," imbuh Potter.

"Tetapi, tentu saja, jika Anda mengeluarkan 300 juta poundsterling, tekanan pada tim akan meningkat dan tekanan pada pelatih juga akan meningkat."

View this post on Instagram

A post shared by Bolaskor.com (@bolaskorcom)



'Dan orang-orang berkata, 'Ayolah, Anda sudah menghabiskan semua uang ini.' Saya pikir jika saya membelanjakannya untuk Harry Kane dan Declan Rice, itu cukup adil, tetapi pada saat itu, itulah keputusannya."

"Kami berusaha mendukungnya sebaik mungkin, tapi hal itu membuat kami mendapat tantangan dari banyak pemain setelah Januari dan kemudian mereka tidak bisa pergi ke mana pun," pungkas mantan pelatih Brighton & Hove Albion tersebut.

Chelsea Graham Potter Premier League

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Ragam
5 Alasan Mengapa Brentford vs Chelsea Layak Dinanti, Menjanjikan Laga Seru di Premier League
Brentford vs Chelsea menjanjikan laga seru di Premier League. Simak lima alasan yang membuat duel ini layak dinanti, dari hujan gol hingga H2H.
Arief Hadi - Kamis, 17 September 2026
5 Alasan Mengapa Brentford vs Chelsea Layak Dinanti, Menjanjikan Laga Seru di Premier League
Inggris
Permintaan Transfer Wonderkid Manchester United Menyita Perhatian, Michael Carrick Angkat Bicara
JJ Gabriel mengajukan permintaan untuk meninggalkan Manchester United. Michael Carrick angkat bicara dan menekankan kesejahteraan wonderkid 15 tahun itu.
Arief Hadi - Kamis, 17 September 2026
Permintaan Transfer Wonderkid Manchester United Menyita Perhatian, Michael Carrick Angkat Bicara
Inggris
Kabar Terkini dan Prediksi Susunan Pemain Chelsea vs Brentford
Chelsea berusaha bangkit saat menghadapi Brentford. Simak kabar skuad dan prediksi susunan pemain The Blues pada pekan kelima Premier League.
Arief Hadi - Kamis, 17 September 2026
Kabar Terkini dan Prediksi Susunan Pemain Chelsea vs Brentford
Inggris
Wonderkid Manchester United Ajukan Permintaan untuk Pergi, Ada Apa dengan Setan Merah?
Wonderkid 15 tahun JJ Gabriel mengajukan permintaan untuk meninggalkan Manchester United. Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen mengintai.
Arief Hadi - Selasa, 15 September 2026
Wonderkid Manchester United Ajukan Permintaan untuk Pergi, Ada Apa dengan Setan Merah?
Inggris
Sering Kritik Wasit, Mikel Arteta Disebut bak Sir Alex Ferguson
Jamie Carragher menyamakan Mikel Arteta dengan Sir Alex Ferguson setelah pelatih Arsenal itu mengkritik keras keputusan wasit kontra Sunderland.
Arief Hadi - Selasa, 15 September 2026
Sering Kritik Wasit, Mikel Arteta Disebut bak Sir Alex Ferguson
Inggris
Warisi Skuad Peninggalan Klopp dan Slot, Iraola Minta Fans Liverpool Sabar
Andoni Iraola meminta fans Liverpool bersabar menghadapi performa naik turun The Reds setelah mewarisi skuad peninggalan Jurgen Klopp dan Arne Slot.
Arief Hadi - Senin, 14 September 2026
Warisi Skuad Peninggalan Klopp dan Slot, Iraola Minta Fans Liverpool Sabar
Inggris
Konyol, jika Manchester United Pecat Michael Carrick
Michael Owen menilai konyol jika Manchester United memecat Michael Carrick setelah start buruk di Premier League. Ia juga menyoroti lini pertahanan.
Arief Hadi - Senin, 14 September 2026
Konyol, jika Manchester United Pecat Michael Carrick
Inggris
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Protes Fans Manchester United Warnai Start Terburuk Klub Sejak 1992-1993
Manchester United mengawali Premier League dengan empat poin dari empat laga, menyamai start terburuk sejak 1992-1993. Fans pun melakukan protes.
Arief Hadi - Senin, 14 September 2026
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Protes Fans Manchester United Warnai Start Terburuk Klub Sejak 1992-1993
Inggris
Old Trafford Taman Bermain Manchester City, Erling Haaland Raja di Derby Manchester
Erling Haaland menjadi raja baru Derby Manchester dengan 9 gol. Man City juga mencatat rekor 10 kemenangan tandang di Old Trafford.
Arief Hadi - Senin, 14 September 2026
Old Trafford Taman Bermain Manchester City, Erling Haaland Raja di Derby Manchester
Inggris
Kartu Merah Phil Foden yang Mengubah Segalanya di Derby Manchester
Kartu merah Phil Foden menjadi titik balik Derby Manchester. Man City bermain dengan 10 pemain, tetapi tetap mampu mengalahkan Man United 1-0.
Arief Hadi - Senin, 14 September 2026
Kartu Merah Phil Foden yang Mengubah Segalanya di Derby Manchester
Bagikan