Di Negeri Matador inilah, Forlan mencapai puncak dalam karier sepakbola. Tiga tahun membela Villarreal hingga tahun 2007, Forlan sukses memberi gelar Piala Intertoto UEFA pada Villarreal, menjadi topskorer La Liga musim 2004-2005 dan mengemas 59 gol dari 128 pertandingan. Atletico Madrid yang sedang mencari figur pengganti Fernando Torres yang hijrah ke Liverpool, akhirnya memboyong pemain berambut gondrong itu ke Vicente Calderon, kandang dari Ateltico Madrid pada tahun 2007.
Sinergisitas antara Forlan dan Los Rojiblancos itu pun membuahkan simbiosis mutualisme bagi keduanya. Empat tahun membela Atletico, Forlan mengemas 96 gol dari 196 penampilan, yang membuahkan gelar juara Liga Europa dan Piala Super Eropa pada tahun 2010, serta gelar El Pichichi (top skorer La Liga) musim 2008-2009 dengan 32 gol dari 36 pertandingan La Liga.
Karier Forlan yang sempat meredup akibat hijrah ke Inter Milan pada musim 2011-2012 lalu, dimana Forlan hanya mencetak dua gol dari 20 pertandingan, naik lagi ketika pindah ke Internacional, klub Serie A Brasil dengan mengemas 22 gol dari 49 pertandingan. Di timnas Uruguay, sosok kelahiran 19 Mei 1979 itu juga telah mencapai puncak kesuksesan. Mengoleksi 103 caps dan mencetak 36 gol, Forlan juga sukses membawa Uruguay juara Copa America 2011, dan membawa Uruguay finish di peringkat empat Piala Dunia Afrika Selatan 2010 dan Piala Konfederasi Brasil 2013 silam.