Catatan Sejarah Persija Vs Persib: Laga Panas Hampir 1 Abad Lebih

Perjalanan rivalitas Persija Jakarta dengan Persib Bandung dari masa ke masa.
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Jumat, 03 November 2017
Catatan Sejarah Persija Vs Persib: Laga Panas Hampir 1 Abad Lebih
Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta di putaran pertama Liga 1. (PT Liga Indonesia Baru)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Persija Jakarta akan menghadapi Persib Bandung, pada laga pekan ke-33 Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Jumat (03/11/17). Laga kali ini memang bukan merupakan pertandingan menentukan dalam perebutan gelar juara. Bisa dibilang, pertandingan kali dalam segi teknis hanya laga papan tengah.

Mengingat, saat ini Persija berada di posisi keenam klasemen sementara Liga 1 dengan raihan 55 poin dari 32 laga. Sedangkan Persib ada di tempat ke-11 dengan perolehan 41 poin dari 31 laga.

Meski begitu, tidak bisa dipungkiri bahwa laga Tim Macan Kemayoran kontra Maung Bandung adalah pertandingan adu gengsi. Hal itu dikarenakan persaingan keduanya di kancah dunia bal-balan Tanah Air.

Persija menjadi tim pemegang rekor gelar terbanyak kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia dengan 10 gelar. 9 gelar juara Perserikatan (1931, 1933, 1934, 1938, 1954, 1964, 1973, 1975, dan 1979) dan satu gelar Liga Indonesia 2001. Persib membuntuti di posisi kedua dengan raihan lima gelar Perserikatan (1939, 1961, 1986, 1989–90, dan 1993–94), satu gelar Liga Indonesia 1994/95 dan Indonesia Super League (ISL) 2014.

Tak hanya adu gengsi, pertandingan Persija Vs Tim Pangeran Biru adalah laga panas di kancah sepak bola Indonesia. Bumbu pertikaian kedua suporter adalah penyebabnya, yakni The Jakmania (Persija) dan Bobotoh (Persib).

Meski kedua suporter kali ini sedang menempuh jalur damai, bukan tidak mungkin pertandingan masih berjalan panas karena sebuah gengsi. Apalagi, persaingan keduanya sudah berjalan sangat lama. Hampir satu abad keduanya bersaing di dunia bal-balan Tanah Air. Makanya pertandingan Persija Vs Persib disebut duel klasik.

"Seluruh pemain termotivasi untuk meraih kemenangan (saat melawan Persib), karena ini merupakan laga penuh tensi tinggi. Kami pasti selalu sudah latihan tiga hari sebelum laga dimulai," ungkap salah satu pemain yang membawa Persija juara Liga Indonesia 2001, Imam Nahumarury kepada BolaSkor.com.

"Itulah melawan Persib selalu spesial. Kalau lawan dengan tim lain, belum tentu kami latihan tiga hari sebelum pertandingan," tambahnya.

Apa yang dikatakan Imam Nahumarury memang benar apa adanya. Esensi persaingan klasik terasa kental di duel Persija Vs Persib. Para pemain kedua tim seperti mendapat suntikan tenaga lebih.

Persaingan Persija-Persib Sudah Mulai dari Zaman Hindia Belanda

Persaingan Persija dengan Persib sudah dimulai dari era Kolonial Belanda. Persija ketika itu masih bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), sedangkan Persib memakai Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB).

Maklum, keduanya merupakan dua dari tujuh pencetus lahirnya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di bawah komando sang pencetus ide, Ir Soeratin. Lima klub lainnya yang mendirikan PSSI adalah Persatuan Sepakraga Mataram (PSIM Yogyakarta, Daslam Hadiwasito, A.Hamid, M. Amir Notopratomo), Vorstenlandsche Voetbal Bond (Persis Solo, Soekarno), Madioensche Voetbal Bond (PSM Madiun, Kartodarmoedjo), Indonesische Voetbal Bond Magelang (PPSM Magelang, E.A Mangindaan), dan Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (Persebaya Surabaya, Pamoedji).

Partai panas VIJ kontra BIVB pertama kali terjadi pada final Perserikatan I tahun 1931. Sebuah awal lahirnya laga klasik Persija Vs Persib.

Persija Vs Persib di tahun 1952 (Dokumen Pribadi)
Persija Vs Persib di Tahun 1952. (Dokumen Pribadi)

Data dari RSSSF Indonesia menunjukkan bahwa VIJ keluar sebagai juara Perserikatan I mengalahkan BIVB. Sayang, skor akhir pertandingan tidak terpikirkan untuk diarsipkan. Hanya lewat cerita dari kuping ke kuping secara turun menurun.

Gengsi keduanya kian menghangat karena dalam periode tahun 1930-an hingga 1970-an, keduanya kerap merajai kompetisi Perserikatan. Artinya, gengsi sebagai klub bersejarah masih terasa kental ketika Persija dan Persib bertemu. Ketika itu juga mulai terlihat dominasi di luar persaingan Persija-Persib, yakni dari Persis Solo, PSM Makassar, PSMS Medan, dan Persebaya Surabaya yang kerap menjadi juara Perserikatan.

Sebagai wawasan tambahan, Perserikatan adalah kompetisi pertama di Indonesia. Sistem kompetisi ini, di mana klub-klub besar (Persija, Persib, Persis, Persebaya dll) mengambil pemain-pemain hebat dari kompetisi internal antar klub anggota. Setelah membentuk tim, Persija dkk. bermain di kompetisi Perserikatan.

Duel Klasik Persija Vs Persib Diwarnai Pertikaian Suporter

Selanjutnya, persaingan Persija Vs Persib masuk ke ranah Liga Indonesia, kompetisi yang lahir dari leburan Perserikatan dan Galatama. Persaingan keduanya di Liga Indonesia hanya sebatas adu gengsi sejarah. Keduanya tidak terlibat dalam perebutan gelar juara sama sekali.

Persib hanya mampu menjadi juara di Liga Indonesia 1994/95, bersaing dengan Petrokimia Putra yang dikalahkan dengan skor 1-0 pada laga final. Sedangkan Persija menjadi juara Liga Indonesia 2001 usai mengandaskan perlawanan PSM 3-2.

Namun, duel Persija kontra Persib kian panas lantaran perseteruan kedua suporter, Jakmania dan Bobotoh yang sudah dimulai sejak tahun 1999. Imbasnya beberapa kali laga ini sempat ditunda, salah satu tim menyatakan walk out (WO), berakhir dengan kisruh sampai memakan korban jiwa.

Salah satu contohnya terjadi pada Liga Indonesia 2005, 4 September silam. Saat itu, Persija menang WO atas Persib, dikarenakan Tim Maung Bandung enggan bertanding di Stadion Lebak Bulus.

Pendukung Persib menyambut pertandingan ulang melawan Persija di Hari Ulang Tahun Persib. (Dokumen Pribadi/1963

Persib enggan bertanding karena faktor keselamatan, mengingat puluhan ribu Jakmania tumpah ruah di Stadion Lebak Bulus. Alhasil, Jakmania berhamburan di pinggir lapangan. Hasil ini tentu sangat tidak mengenakan bagi Persib, karena kekalahan tersebut membuatnya gagal melaju ke babak 8 besar Liga Indonesia. Sedangkan Persija lolos ke babak 8 besar.

Contoh lainnya adalah ISL 2013, 03 Maret silam. Ofisial dan pemain Persija harus datang dan diangkut dari Stadion Si Jalak Harupat menggunakan Barracuda milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Alasannya, karena Bobotoh hadir penuh sesak di stadion. Tentu saja mengancam keselamatan ofisial dan pemain Persija.

Selanjutnya, ada korban jiwa yang tewas tiap beberapa kali Persija menghadapi Persib atau sebaliknya. Contohnya Almarhum Harun Al Rasyid Lestaluhu (Torabika Soccer Championship 2016) dan Ricko Andrean (Laga Persib Vs Persija di putaran pertama Liga 1).

Persija Vs Persib Laga Klasik Penuh Sejarah, Bukan Ajang Pertikaian Suporter

Ke depannya, laga klasik Persija kontra Persib diharapkan bisa se-kondusif mungkin untuk dilaksanakan, tanpa ada kisruh hingga korban jiwa. Sebab, sepak bola lahir dari rakyat untuk perjuangan bangsa. Jangan ternoda dengan hal di luar teknis si kulit bundar.

Laga Persija kontra Persib sampai kapan pun dikenang sebagai pertandingan klasik penuh sejarah. Tensi panas hanya terjadi di dalam lapangan untuk meraih kemenangan. Nilai sportivitas yang dijunjung tinggi wajib ditegakkan.

Persija jakarta Persib Bandung Liga 1

Tengku Sufiyanto

I am a senior sports journalist specializing in football, with nearly 14 years of professional experience in the industry. Throughout my career, I have worked for several leading Indonesian media outlets, including Suara.com, Bola.com, and Indosport.com. I have covered major international sporting events, including the FIFA World Cup 2026, the FIFA U-17 World Cup 2023, the AFC Asian Cup 2023, and the Asian Games 2018. Two of my feature articles have been used as academic references in university research projects: "Exploring the Historical Connection Between PSIM Yogyakarta and the Yogyakarta Sultanate" and "How Persib Ended Dutch Football Hegemony in the City of Bandung."
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Liga Indonesia
Shin Tae-yong Jujur Soal Shayne Pattynama dan Kondisi Marselino Ferdinan
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, beri tanggapan soal peluang Shayne Pattynama dan perkembangan kondisi terbaru dari Marselino Ferdinan.
Gazza Roosaryatama - Sabtu, 17 Oktober 2026
Shin Tae-yong Jujur Soal Shayne Pattynama dan Kondisi Marselino Ferdinan
Liga Indonesia
Pulih dari Cedera, Beckham Putra Berambisi Tampil di Laga Persib vs Persik
Beckham Putra mengaku pulih 100 persen dari cedera dan berharap mendapat kesempatan tampil saat Persib Bandung menghadapi Persik Kediri.
Arief Hadi - Jumat, 16 Oktober 2026
Pulih dari Cedera, Beckham Putra Berambisi Tampil di Laga Persib vs Persik
Liga Indonesia
Persija vs Persita: Shin Tae-yong Waspadai Rayco Rodriguez, Bakal Beri Perhatian Khusus
Persija Jakarta akan hadapi Persita Tangerang di Super League. Pelatih Shin Tae-yong siapkan strategi khusus untuk matikan Rayco Rodriguez.
Gazza Roosaryatama - Jumat, 16 Oktober 2026
Persija vs Persita: Shin Tae-yong Waspadai Rayco Rodriguez, Bakal Beri Perhatian Khusus
Liga Indonesia
Minta Jakmania Penuhi Banten saat Lawan Persita, Shin Tae-yong: Jangan Buat Keributan!
Shin Tae-yong sambut kehadiran Jakmania pada laga kontra Persita di Banten. STY berpesan agar suporter beri dukungan penuh dan hindari keributan.
Gazza Roosaryatama - Jumat, 16 Oktober 2026
Minta Jakmania Penuhi Banten saat Lawan Persita, Shin Tae-yong: Jangan Buat Keributan!
Liga Indonesia
Shin Tae-yong Belum Pikirkan soal League Cup, Siapa 3 Pemain Asing Persija yang Akan Dibawa?
Shin Tae-yong belum tentukan 3 pemain asing Persija untuk League Cup. STY pilih fokus hadapi jadwal padat kompetisi liga sepanjang Oktober.
Gazza Roosaryatama - Jumat, 16 Oktober 2026
Shin Tae-yong Belum Pikirkan soal League Cup, Siapa 3 Pemain Asing Persija yang Akan Dibawa?
Liga Indonesia
I.League Beri Peringatan Keras, Tak Segan Berikan Sanksi Pengurangan Poin
I.League berikan peringatan keras dan dorong sanksi pengurangan poin bagi klub usai rentetan insiden penyerangan suporter dan bus tim.
Gazza Roosaryatama - Jumat, 16 Oktober 2026
I.League Beri Peringatan Keras, Tak Segan Berikan Sanksi Pengurangan Poin
Liga Indonesia
Soal Pengurangan Poin Persija usai Insiden Bus Persib U-18, Shin Tae-yong: Tidak Masuk Akal
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, sebut desakan pengurangan poin usai insiden penyerangan bus Persib U-18 tidak masuk akal. Minta hukum oknumnya.
Gazza Roosaryatama - Jumat, 16 Oktober 2026
Soal Pengurangan Poin Persija usai Insiden Bus Persib U-18, Shin Tae-yong: Tidak Masuk Akal
Liga Indonesia
Shin Tae-yong Sayangkan Penyerangan Bus Persib U-18, Desak Aparat Tindak Tegas Pelaku
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, sayangkan penyerangan bus Persib U-18. Desak klub beri teguran keras dan minta aparat hukum tindak tegas pelaku.
Gazza Roosaryatama - Jumat, 16 Oktober 2026
Shin Tae-yong Sayangkan Penyerangan Bus Persib U-18, Desak Aparat Tindak Tegas Pelaku
Liga Indonesia
10 Pekan Menepi, Sandy Walsh Girang Jalani Debut Bersama Persib
Sandy Walsh menjalani debut bersama Persib setelah 10 pekan absen. Ia bermain 90 menit saat Maung Bandung menang 1-0 atas Viettel FC di ACL 2.
Arief Hadi - Jumat, 16 Oktober 2026
10 Pekan Menepi, Sandy Walsh Girang Jalani Debut Bersama Persib
Liga Indonesia
The Jakmania Tegaskan Wacana Pengurangan Poin Persija Harus Berdasarkan Regulasi
Meta Description: The Jakmania menilai insiden penyerangan bus Persib U-18 belum bisa menjadi dasar pengurangan poin Persija. Aditya menegaskan sanksi harus mengacu pada regulasi yang berlaku.
Rizqi Ariandi - Jumat, 16 Oktober 2026
 The Jakmania Tegaskan Wacana Pengurangan Poin Persija Harus Berdasarkan Regulasi
Bagikan