Catatan Roberto Carlos Mario Gomez: Tantangan Hapus Kutukan Pelatih Asing di Persib
BolaSkor.com - Persib Bandung resmi memperkenalkan Roberto Carlos Mario Gomez sebagai pelatih anyarnya untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2018. Sepak terjang pelatiha asal Argentina itu sudah tidak perlu diragukan lagi.
Ia pernah mengantarkan Johor Darul Ta'zim (JDT) menjadi juara Liga Super Malaysia pada tahun 2015. Tak hanya itu, pelatih berumur 60 tahun tersebut juga menjadi satu-satunya juru racik yang membawa klub asal Malaysia bahkan Asia Tenggara menjadi juara Piala AFC. Raihan itu didapat kala menukangi JDT pada tahun 2015.
Kini kehadirannya di Persib diharapkan para pendukung Tim Maung Bandung, Bobotoh untuk meningkatkan prestasi dan mengembalikan masa kejayaan klub kesayangannya. Terlebih, Persib hanya menduduki posisi ke-13 klasemen akhir Liga 1 2017 dengan raihan 41 poin dari 34 laga.
Tak hanya itu, tantangan terberat Mario Gomez harus lepas dari bayang-bayang kutukan pelatih asing Persib. Persib belum pernah mencicipi juara di tangan pelatih asing sejak Liga Indonesia hingga era Indonesia Super League (ISL).
Persib haya menjadi juara Liga Indonesia I saat dilatih Indra Thohir pada musim 1994-1995. Lanjutnya, Persib menjadi juara ISL 2014 di tangan Djadjang Nurdjaman.
Dari berbagai sumber dan data RSSSF Indonesia, Persib pernah ditukangi delapan pelatih asing sejak 1982. Namun, semuanya gagal dan bahkan di antaranya mengalami pemecatan.
Kisah Gagal Marek Jonota hingga Daniel Darko
Pertama, Persib di tangani Marek Janota pada tahun 1982. Pelatih asal Polandia itu diambil Tim Maung Bandung, lantaran polesan apiknya di Timnas Indonesia tahun 1979-1980.
Sayang, ia gagal membawa Persib menjadi juara Perserikatan. Namun, ia berhasil mengorbitkan bintang-bintang Persib kala itu, macam Robby Darwis, Iwan Sunarya dan Sobur.
Ia meninggalkan Persib pada tahun 1985. Posisinya digantikan Nandar Iskandar. Uniknya, Nandar berhasil membawa Persib menjadi juara Perserikatan 1986.
Kedua adalah Marek Andrejz Sledzianowski. Ia ditunjuk saat Liga Indonesia 2003. Sayang, pelatih asal Polandia itu hanya bertahan hingga pertandingan ke-12, setelah menyatakan mundur.
Ketiga adalah sosok Juan Paez. Ia menggantikan Marek dengan misi menyelamatkan Persib dari jurang degradasi. Alhasil, pelatih asal Cile tersebut membawa Tim Pangeran Biru bertahan di Divisi Utama Liga Indonesia 2004. Namun, ia tidak diperpanjang manajemen Persib usai membawa tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu di posisi keenam Liga Indonesia wilayah barat tahun 2004.
Keempat ada Arcan Iurie. Persib di tangannya mengalami performa buruk dengan berada di jurang degradasi dan menjalani play-off. Beruntung, Persib tetap berada di Divisi Utama Liga Indonesia 2006, setelah gempa Yogyakarta membuat Badan Liga Indonesia (BLI) tidak memberlakukan sistem promosi-degradasi. Kiprahnya usai setelah manajemen Persib tidak memperpanjang kontraknya, lantaran gagal membawa Tim Maung Bandung ke babak delapan besar Liga Indonesia 2007.
Kelima ada Daniel Darko Janackovic. Kiprahnya di Persib hanya selama dua bulan. Penyebabnya lantaran kiprah buruk Persib di enam laga uji coba. Ia pun dipecat sebelum ISL 2010-2011 mulai.
Gagalnya Persib di Tangan Jovo Cuckovic hingga Dejan Antonic
Selanjutnya, Jovo Cuckovic menjadi pelatih asing keenam Persib. Ia awalnya direkrut sebagai penasehat teknik. Namun, secara perlahan Jovo hilang dari struktur kepelatihan Persib di bawah kendali Daniel Roekito pada ISL 2010.
Lalu ada Drago Mamic pada ISL 2011-2012. Kiprahnya di Persib hanya sebentar, hanya sampai putaran pertama. Ia mengundurkan diri dari kursi kepelatihan Persib.
Terakhir ada Dejan Antonic pada pagelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Ia gagal membawa Persib kepenampilan apik di beberapa laga putaran pertama ISC 2016. Tuntutan Bobotoh yang sangat tinggi, membuatnya dipecat manajemen Persib. Posisinya ketika itu digantikan Djadjang Nurdjaman.
Tengku Sufiyanto
17.881
Berita Terkait
Persija Melawan Serangan Rasisme terhadap Allano Lima Usai Laga Kontra Persib
Persija Kalah dari Persib Akibat Dua Kesalahan Individu
Persija Dikalahkan Persib, The Jakmania Tuntut Manajemen Evaluasi Pemain
Mauricio Souza Nilai Kartu Merah Bruno Tubarao Sudah Tepat, Tetapi Pertanyakan Ketegasan Wasit Terhadap Persib
Selebrasi Ice Cold Beckham Putra, Bojan Hodak: Untung Tidak Ada Fans Persija
Bawa Persib Tak Pernah Kalah dari Persija dan Juara Paruh Musim, Ini Kata Bojan Hodak
Hasil Super League 2025/2026: Persib Bandung Juara Paruh Musim Usai Kalahkan Persija Jakarta
Beckham Putra Bawa Persib Unggul atas Persija di Babak Pertama
Link Streaming Persib Bandung vs Persija Jakarta di Super League 2025/2026 11 Januari 2026, Live Sebentar Lagi
Jadwal Siaran Langsung Persib Bandung vs Persija Jakarta di Super League 2025/2026, 11 Januari 2026