Buntut Penalti Verstappen, Mika Salo Diancam Dibunuh

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Kamis, 26 Oktober 2017
Buntut Penalti Verstappen, Mika Salo Diancam Dibunuh
Max Verstappen (Red Bull). (zimbio)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com- Fans garis keras tak hanya didominasi satu olahraga. Bahkan untuk Formula 1 yang pembalapnya sepenuhnya bekerja profesional dan tidak secara langsung mewakili satu negara tertentu.

Kasus terbaru adalah ancaman pembunuhan dari fans Belanda kepada kepala pengawas balapan (stewards) F1, Mika Salo. Ancaman itu datang setelah Salo mengeluarkan keputusan kontroversial atas manuver bintang muda Red Bull Max Verstappen di GP Amerika Serikat Minggu (22/10/17).

Bersama dua anggota stewards, Salo menjatuhkan penalti lima detik kepada pembalap 20 tahun tersebut. Pasalnya, Verstappen dianggap melanggar batas lintasan saat menyalip pembalap Ferrari Kimi Raikkonen di lap terakhir.

Stewards menganggap empat roda mobil Verstappen melewati garis putih pembatas lintasan yang itu diharamkan dalam aturan balapan. Dengan manuvernya itu Verstappen mendapat keuntungan bisa menyalip Raikkonen dan merebut posisi ketiga pada balapan tersebut.

Verstappen saat itu sudah berada di ruangan belakang podium untuk menunggu selebrasi penyerahan tropi. Tapi keputusan stewards yang mengganjarnya penalti 5 detik membatalkan pesta tersebut. Raikkonen dinyatakan berhak meraih podium ketiga.

Verstappen tak menerima dengan keputusan itu. Dia bahkan dengan kasar menyebut salah satu stewards sebagai idiot yang tak ingin melihatnya berdiri di podium. Belakangan orang yang dimaksud Verstappen adalah Garry Connelly, salah satu stewards asal Australia. Tapi Salo terkena getahnya karena dia kepala stewards yang mengambil keputusan.

Banyak teori konspirasi yang beredar di lingkungan F1 dan penggemar balapan jet darat. Salah satunya adalah Salo yang berkebangsaan Finlandia itu sengaja membantu kompatriotnya Raikkonen dengan keputusan tersebut. Salo juga pernah dianggap mengeluarkan keputusan menguntungkan untuk pembalap Mercedes Valtteri Bottas yang juga berasal dari Finlandia.
Selin itu Salo yang mantan pembalap Ferrari di F1 dianggap tidak objektif dalam mengambil keputusan itu.

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dan editor senior dengan spesialisasi sepak bola dunia. Pengalaman di media lebih dari 15 tahun. Lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karier sebagai reporter di Tabloid Soccer (Kompas Gramedia Group). Sebelum bergabung dengan BolaSkor.com, pernah berkarier di beberapa media besar Indonesia seperti BeritaSatu dan Suara.com. Pernah meliput beberapa event besar seperti UEFA Euro 2008.
Show More
Follow Me
Bagikan