Buat Apa Penguasaan Bola jika Tak Mampu Cetak Gol, Arsenal

Arsenal kesulitan mencetak gol meski mendominasi penguasaan bola.
Arief HadiArief Hadi - Senin, 08 Februari 2021
Buat Apa Penguasaan Bola jika Tak Mampu Cetak Gol, Arsenal
Mikel Arteta, manajer Arsenal (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Arsenal's way. Begitulah Arsenal identik di era Arsene Wenger dan terus melekat kepada klub London Utara sampai kini dengan Mikel Arteta. Filosofi sepak bola Arsenal memang selalu bermain ofensif.

Akan tapi Arsenal bak terjebak di filosofi itu dengan keharusan menghibur penonton, mendominasi penguasaan bola, dan melupakan satu hal: mencetak gol.

Hal itu terlihat jelas kala Arsenal menelan kekalahan ke-10 di liga di Villa Park, markas Aston Villa dengan skor 0-1 dari gol Ollie Watkins di awal laga. Seberapa banyak Arsenal mendominasi penguasaan bola? 67 persen.

Arsenal melepaskan 14 tendangan dan tiga di antaranya tepat sasaran. Pada akhirnya Arsenal punya enam pemain ofensif yang bermain dari Pierre-Emerick Aubameyang, Willian, Martin Odegaard, Nicolas Pepe, Emile Smith Rowe, dan Bukayo Saka, namun tak ada gol yang tercipta.

Baca Juga:

Villa 1-0 Arsenal: Watkins Jadi Momok, The Gunners Keok Dua Kali

Mikel Arteta Klaim Seharusnya Arsenal Unggul Empat Gol

Arsenal di Era Mikel Arteta: 'Hobi' Koleksi Kartu Merah

Arsenal tak berkutik di markas Aston Villa

10 kekalahan, sembilan kegagalan mencetak gol dari 23 laga Premier League dan Arsenal ada di papan tengah klasemen. Terakhir kali itu terjadi pada masa Arsene Wenger pada musim 2005-2006 dengan catatan 11 laga tanpa mencetak gol dari 38 laga.

Mikel Arteta mengakui frustrasi dengan kesulitan timnya mencetak gol. Ia pun menilai percuma Arsenal mendominasi penguasaan bola jika tak mengakhirinya dengan penyelesaian akhir kala menciptakan peluang demi peluang.

"Saya tidak terlalu tertarik dengan penguasaan bola - itu adalah posisi yang kami ambil dengan penguasaan itu, ruang yang kami serang dan berapa banyak situasi terbuka yang kami ciptakan," tutur Arteta dikutip dari Mirror.

“Ini tentang umpan terakhir, langkah terakhir, situasi satu lawan satu saat tentu saja Anda harus mencetak gol, memotong bola kembali, pengiriman bola ke dalam kotak penalti."

"Semua itu harus kami tingkatkan karena dengan angka yang kami hasilkan di sepertiga akhir (pertahanan lawan), kami harus mencapai target setidaknya 10 atau 12 kali."

“Dan kemudian fakta bahwa Villa memiliki lebih banyak tembakan tepat sasaran juga karena kami memberikan mereka - selain gol - tiga atau empat situasi besar lainnya kala mereka terbuka untuk melepaskan tendangan tepat sasaran," tegas dia.

Mikel Arteta

Betapa frustrasinya Arteta bisa dilihat dari pernyataannya di bawah ini. Gol tidak akan tercipta jika Anda tak coba menciptakan peluang berbahaya di kotak penalti lawan.

"Anda harus mengenai target lebih sering dengan lebih konsisten untuk memenangi pertandingan," ucap Arteta. "Kami seharusnya menang dengan nyaman, tapi mereka lebih baik di kedua kotak penalti - dan inilah caranya Anda memenangi laga di liga ini."

Menarik untuk dinanti bagaimana Mikel Arteta menemukan solusi dari seretnya gol Arsenal ketika mereka punya banyak pemain ofensif di dalam skuad terkini.

Breaking News Arsenal Premier League Mikel Arteta

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Timnas
Water Break PSSI Pers: BTN Optimistis Timnas Indonesia Raih Gelar ASEAN Hyundai Cup 2026
BTN membeberkan persiapan Timnas Indonesia menuju ASEAN Hyundai Cup 2026. John Herdman menargetkan Skuad Garuda meraih gelar AFF pertama sepanjang sejarah.
Rizqi Ariandi - Jumat, 03 Juli 2026
Water Break PSSI Pers: BTN Optimistis Timnas Indonesia Raih Gelar ASEAN Hyundai Cup 2026
Piala Dunia
Spanyol Melaju Mulus, Lamine Yamal Tegaskan La Roja Tak Takut Siapa Pun
Lamine Yamal kembali menegaskan ambisi besarnya di Piala Dunia 2026, yakni membawa Spanyol meraih gelar juara.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Spanyol Melaju Mulus, Lamine Yamal Tegaskan La Roja Tak Takut Siapa Pun
Piala Dunia
Julian Nagelsmann Resmi Tinggalkan Kursi Kepelatihan Timnas Jerman, DFB Dekati Jurgen Klopp
Julian Nagelsmann resmi mundur dari timnas Jerman usai Piala Dunia 2026. DFB langsung bergerak mendekati Jurgen Klopp sebagai calon pelatih baru. (157 karakter)
Arief Hadi - Jumat, 03 Juli 2026
Julian Nagelsmann Resmi Tinggalkan Kursi Kepelatihan Timnas Jerman, DFB Dekati Jurgen Klopp
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Jelang Lawan Brasil di 16 Besar, Jersey Norwegia Jadi Barang Langka
Antusiasme publik begitu tinggi hingga jersey tim nasional Norwegia menjadi barang langka menjelang duel seru melawan Brasil di babak 16 besar.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Jelang Lawan Brasil di 16 Besar, Jersey Norwegia Jadi Barang Langka
Spanyol
Kelak, William Saliba Akan Memperkuat Real Madrid
Legenda Prancis Marcel Desailly meyakini William Saliba suatu saat akan bergabung dengan Real Madrid usai tampil impresif bersama Arsenal.
Arief Hadi - Jumat, 03 Juli 2026
Kelak, William Saliba Akan Memperkuat Real Madrid
Piala Dunia
Messi Cetak 6 dari 8 Gol Argentina, Scaloni: Kami Tidak Bergantung Padanya
Dari total delapan gol yang telah dicetak Albiceleste sejauh ini, enam di antaranya lahir dari sang kapten Lionel Messi.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Messi Cetak 6 dari 8 Gol Argentina, Scaloni: Kami Tidak Bergantung Padanya
Piala Dunia
Kontroversi di Laga Portugal vs Kroasia, Zlatko Dalic: VAR Membunuh Emosi dalam Sepak Bola
Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, mengaku memahami fungsi VAR, tetapi menilai teknologi tersebut telah mengurangi emosi dan spontanitas yang menjadi bagian penting dari sepak bola.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Kontroversi di Laga Portugal vs Kroasia, Zlatko Dalic: VAR Membunuh Emosi dalam Sepak Bola
Piala Dunia
Simulator dengan Akurasi Tinggi Prediksi Skor Australia vs Mesir: Tidak Ada Keunggulan Mutlak
Prediksi Australia vs Mesir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Football Meets Data memberi Mesir peluang menang 42 persen, sementara Australia tetap berpeluang membuat kejutan.
Johan Kristiandi - Jumat, 03 Juli 2026
Simulator dengan Akurasi Tinggi Prediksi Skor Australia vs Mesir: Tidak Ada Keunggulan Mutlak
Piala Dunia
Tantang Argentina, Cape Verde Ogah Hanya Fokus kepada Lionel Messi
Pelatih Cape Verde, Bubista, percaya diri timnya mampu memberi kejutan saat menghadapi Argentina di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Simak komentar lengkap dan peluang Cape Verde lolos ke 16 besar.
Johan Kristiandi - Jumat, 03 Juli 2026
Tantang Argentina, Cape Verde Ogah Hanya Fokus kepada Lionel Messi
Hasil akhir
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Embolo dan Ndoye Bawa Swiss ke 16 Besar
Timnas Swiss memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Aljazair dengan skor meyakinkan 2-0.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Embolo dan Ndoye Bawa Swiss ke 16 Besar
Bagikan