Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Bima Sakti Jelaskan Pentingnya Kompetisi Usia Muda bagi Sepak Bola Indonesia

Bima Sakti mengatakan sebenarnya telenta pemain yang dimiliki oleh pesepak bola muda Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan talenta negara lain.
Hadi FebriansyahHadi Febriansyah - Senin, 01 Juni 2020
Bima Sakti Jelaskan Pentingnya Kompetisi Usia Muda bagi Sepak Bola Indonesia
Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti. (PSSI)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, menjelaskan betapa pentingnya kompetisi usia muda bagi para pesepak bola belia. Inilah yang membuat pesepak bola muda Indonesia kurang berkembang jika dibandingkan negara-negara lain.

Bima Sakti menjelaskan, kompetisi usia muda sangat berperan dalam pembentukan karakter sang pemain. Mulai dari attitude hingga mental bertanding.

"Sebenarnya kalau masalah talenta dan bakat, kita tidak pernah kalah dengan pemain luar. Namun ada hal yang membedakan, pemain luar mereka terbentuk lewat kompetisi yang bagus jadi mental dan attitude mereka terbentuk," kata Bima Sakti ketika live Instagram bersama BolaSkor.com.

Baca Juga:

Bima Sakti Siapkan TC Timnas Indonesia U-16 di Stadion Patriot pada Bulan Juni

Bima Sakti Berharap Mendapatkan Hasil Terbaik pada Undian Piala Asia U-16

Selain itu, Bima Sakti menyebut kompetisi usia muda sangat penting dalam memberikan jam terbang lebih kepada pesepak bola junior. Ia mencontohkan dirinya ketika membela klub Swedia, Helsingborg IF pada 1990-an awal.

"Jadi para pemain punya kesempatan sama untuk bisa mengasah kemampuan diri mereka. Saya pernah bermain di Swedia, ketika main di sana, ada tim A dan tim B, ketika tim A main sehari kemudian tim B main, itu yang membuat mereka berkembang," ujarnya.

Meski begitu, Bima Sakti masih bersyukur PSSI sudah memulai Elite Pro Academy (EPA) dari U-16, U-18, dan U-20 dalam dua tahun belakangan ini. Namun, mantan pemain PSM Makassar ini berharap makin banyaknya kompetisi usia muda di Indonesia.

"Sekarang kan kita juga punya Elite Pro Academy (EPA), tapi memang ini baru dua tahun. Berbeda dengan negara seperti Thailand, Vietnam yang sudah menjalani ini selama lima tahun. Tapi kita harus optimistis, tidak ada kata terlambat untuk membangun sepak bola Indonesia," ujar Bima Sakti.

"Saya berharap EPA bisa jadi pondasi dari pemain. Ini dilakukan demi perkembangan sepak bola Indonesia," tambahnya.

Timnas Indonesia U-16 Bima sakti Breaking News

Berita Terkait

Italia
Batal Gabung Manchester United, Ederson Resmi Perpanjang Kontrak dengan Atalanta hingga 2031
Ederson resmi memperpanjang kontraknya bersama Atalanta hingga Juni 2031. Pengumuman tersebut disampaikan Atalanta melalui laman resmi klub.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Batal Gabung Manchester United, Ederson Resmi Perpanjang Kontrak dengan Atalanta hingga 2031
Piala Dunia
Bak Pandit Sepak Bola, Donald Trump Ikutan Kritik Taktik Thomas Tuchel
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertanyakan keputusan Thomas Tuchel mengubah pendekatan tim menjadi terlalu defensif saat sudah unggul.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Bak Pandit Sepak Bola, Donald Trump Ikutan Kritik Taktik Thomas Tuchel
Ragam
Fakta Unik Piala Dunia, Peraih Sepatu Emas Lebih Sering Gagal Juara
Sejak turnamen pertama digelar, hanya dua pemain yang berhasil meraih Sepatu Emas sekaligus membawa negaranya menjadi juara dunia.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Fakta Unik Piala Dunia, Peraih Sepatu Emas Lebih Sering Gagal Juara
Liga Indonesia
League Cup Mulai 3 November 2026, I.League Umumkan Kalender Kompetisi 2026-2027 Terbaru
Penantian panjang pecinta sepak bola tanah air soal kompetisi League Cup akhirnya terjawab. Turnamen tersebut akan bergulir 3 November 2026.
BolaSkor - Sabtu, 18 Juli 2026
League Cup Mulai 3 November 2026, I.League Umumkan Kalender Kompetisi 2026-2027 Terbaru
Piala Dunia
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Harus Waspadai Statistik Mengerikan Argentina
Argentina datang ke final Piala Dunia 2026 bukan hanya dengan status juara bertahan, tetapi juga membawa statistik yang membuat lawan harus selalu waspada hingga peluit akhir berbunyi.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Harus Waspadai Statistik Mengerikan Argentina
Piala Dunia
Presiden Argentina Javier Milei Absen di Final Piala Dunia 2026, Pilih Pertahankan Ritual Pembawa Hoki
Presiden Argentina Javier Milei dipastikan tidak akan hadir langsung menyaksikan final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol yang berlangsung pada Senin (20/7) dini hari WIB.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Presiden Argentina Javier Milei Absen di Final Piala Dunia 2026, Pilih Pertahankan Ritual Pembawa Hoki
Ragam
Kilas Balik Piala Dunia: Ketika Debutan Kroasia Tampil Ngotot di Perebutan Peringkat Ketiga
Kroasia menandai debut mereka di Piala Dunia dengan merebut peringkat ketiga.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Kilas Balik Piala Dunia: Ketika Debutan Kroasia Tampil Ngotot di Perebutan Peringkat Ketiga
Piala Dunia
Final Piala Dunia 2026 Dibayangi Kabut Asap, Kualitas Udara Jadi Sorotan Jelang Spanyol vs Argentina
Jelang laga final Piala Dunia 2026 di New York, penyelenggara dihadapkan pada ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan di Kanada.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
Final Piala Dunia 2026 Dibayangi Kabut Asap, Kualitas Udara Jadi Sorotan Jelang Spanyol vs Argentina
Ragam
5 Pertandingan Perebutan Peringkat Ketiga Paling Seru di Piala Dunia
Berikut lima pertandingan perebutan tempat ketiga paling seru yang pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 18 Juli 2026
5 Pertandingan Perebutan Peringkat Ketiga Paling Seru di Piala Dunia
MotoGP
Mario Aji dan Veda Ega Riding di Jakarta Sambil Sapa Penggemar
Keseruan ini dimulai dari Hotel Artotel, Senayan, Jakarta Selatan hingga Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat pada Jumat (17/7) sore WIB.
Tengku Sufiyanto - Jumat, 17 Juli 2026
Mario Aji dan Veda Ega Riding di Jakarta Sambil Sapa Penggemar
Bagikan