Belajar Sabar bersama Antonio Conte

Inter Milan belajar bermain sabar dalam urusan mencetak gol bersama Antonio Conte.
Arief HadiArief Hadi - Minggu, 02 Mei 2021
Belajar Sabar bersama Antonio Conte
Antonio Conte (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Inter Milan semakin dekat mengamankan Scudetto atau titel Serie A 2020-2021. Pada pekan 34 Serie A di markas Crotone, Sabtu (01/05) malam WIB, Il Nerazzurri menang 2-0 melalui gol Christian Eriksen dan Achraf Hakimi.

Inter baru bisa mencetak gol di babak kedua menghadapi Crotone yang bermain rapat dan menumpuk pemain bertahan di lini belakang. Kemenangan itu menambah poin Inter menjadi 82 dari 34 laga.

Inter bahkan dapat mengamankan Scudetto yang terakhir diraih pada 2010 tanpa harus bertanding jika Atalanta kalah melawan Sassuolo (bermain pada 02/05 pukul 20.00 WIB).

Terlepas dari penantian Scudetto itu, Inter bermain sabar untuk urusan mencetak gol dan hal itu diakui oleh bek klub, Stefan de Vrij. Inter mempelajarinya dari sang pelatih Antonio Conte, yang uniknya kala bertanding di area teknik sering terlihat sebagai sosok yang ekspresif - tidak terlihat seperti sosok yang sabar.

Baca Juga:

Crotone 0-2 Inter Milan: Nerazzurri Sejengkal Menuju Scudetto

Inter Bisa Raih Scudetto Akhir Pekan Ini, Conte Tak Mau Ada Kejutan

Antonio Conte Dianggap Lebih Baik ketimbang Van Gaal dan Mourinho

Antonio Conte

"Langkah yang kami buat tahun ini adalah kami belajar untuk memiliki kesabaran, tidak stres atau panik, cepat atau lambat kami tahu bahwa kami akan mencetak gol, dan itulah yang terjadi hari ini," kata De Vrij kepada Inter TV.

"Saya tidak berpikir kami merasakan tekanan menjadi pemimpin (klasemen). Kami berkonsentrasi di lapangan dan saya pikir kami benar-benar berkembang.

"Kami membawa pulang kemenangan penting. Sangat menyenangkan bagi kami untuk bekerja sama di pertahanan, karena kami sudah saling kenal selama bertahun-tahun sekarang dan memainkan begitu banyak pertandingan. Kami terus mengasah hubungan itu dan kami banyak berkomunikasi di lapangan. Kami telah meningkat pesat."

"Saya merasa bahwa saya juga meningkat secara individu, belajar banyak. Saya senang dengan kemajuan yang telah saya buat, tetapi masih ada jalan panjang di depan saya. Anda tidak pernah berhenti belajar," urai eks pemain Lazio itu.

Kerja Keras Inter

Antonio Conte menilai hasil yang dicapai Inter sejauh ini sebagai buah kerja keras sepanjang musim, dari tim kandidat juara, menyalip AC Milan hingga mengakhiri dominasi Scudetto sembilan kali beruntun Juventus.

"Saya pikir musim kami berasal dari pertumbuhan yang konstan dari tim di setiap area, termasuk mentalitas, berbagi visi dan mengalaminya secara intens. Sekarang mereka yang bermain atau berada di bangku cadangan, mereka masih membentuk tim yang kuat," tambah Conte.

"Kami tahu bahwa kami dapat tetap berada dalam sejarah Inter, karena kami secara efektif meruntuhkan dominasi sembilan tahun (Juventus). Ini memuaskan dan para pemain pantas mendapatkan selamat."

Conte juga menilai para pemain juga memiliki mentalitas kuat untuk menjadi juara Italia, serta siap melakukan pengorbanan untuk berkembang.

"Kami harus melalui perjalanan ini untuk menang dan dianggap sebagai pemenang. Ada pengorbanan yang harus dilakukan, budaya yang harus dikembangkan, dan kadang-kadang menyerah begitu banyak untuk mencapai sesuatu yang luar biasa," lanjut Conte.

"Tidak semua orang siap melakukan itu. Saya menemukan banyak pemuda di sini yang semuanya ingin berada di posisi yang sama dan bekerja sama untuk menjadi bagian dari sejarah Inter."

"Saya memberi tahu para pemain, jika Anda menang, maka Anda akan ada dalam sejarah klub ini. Jika tidak, maka Anda bisa menghabiskan tiga, tujuh tahun atau lebih di sini dan menjadi salah satu dari banyak. Saya tidak melakukannya. tidak harus meyakinkan mereka dengan sangat keras, mereka sudah tahu itu."

Breaking News Serie a Inter Inter Milan Antonio Conte

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Piala Dunia
Spanyol Melaju Mulus, Lamine Yamal Tegaskan La Roja Tak Takut Siapa Pun
Lamine Yamal kembali menegaskan ambisi besarnya di Piala Dunia 2026, yakni membawa Spanyol meraih gelar juara.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Spanyol Melaju Mulus, Lamine Yamal Tegaskan La Roja Tak Takut Siapa Pun
Piala Dunia
Julian Nagelsmann Resmi Tinggalkan Kursi Kepelatihan Timnas Jerman, DFB Dekati Jurgen Klopp
Julian Nagelsmann resmi mundur dari timnas Jerman usai Piala Dunia 2026. DFB langsung bergerak mendekati Jurgen Klopp sebagai calon pelatih baru. (157 karakter)
Arief Hadi - Jumat, 03 Juli 2026
Julian Nagelsmann Resmi Tinggalkan Kursi Kepelatihan Timnas Jerman, DFB Dekati Jurgen Klopp
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Jelang Lawan Brasil di 16 Besar, Jersey Norwegia Jadi Barang Langka
Antusiasme publik begitu tinggi hingga jersey tim nasional Norwegia menjadi barang langka menjelang duel seru melawan Brasil di babak 16 besar.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Jelang Lawan Brasil di 16 Besar, Jersey Norwegia Jadi Barang Langka
Piala Dunia
Messi Cetak 6 dari 8 Gol Argentina, Scaloni: Kami Tidak Bergantung Padanya
Dari total delapan gol yang telah dicetak Albiceleste sejauh ini, enam di antaranya lahir dari sang kapten Lionel Messi.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Messi Cetak 6 dari 8 Gol Argentina, Scaloni: Kami Tidak Bergantung Padanya
Piala Dunia
Kontroversi di Laga Portugal vs Kroasia, Zlatko Dalic: VAR Membunuh Emosi dalam Sepak Bola
Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, mengaku memahami fungsi VAR, tetapi menilai teknologi tersebut telah mengurangi emosi dan spontanitas yang menjadi bagian penting dari sepak bola.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Kontroversi di Laga Portugal vs Kroasia, Zlatko Dalic: VAR Membunuh Emosi dalam Sepak Bola
Piala Dunia
Simulator dengan Akurasi Tinggi Prediksi Skor Australia vs Mesir: Tidak Ada Keunggulan Mutlak
Prediksi Australia vs Mesir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Football Meets Data memberi Mesir peluang menang 42 persen, sementara Australia tetap berpeluang membuat kejutan.
Johan Kristiandi - Jumat, 03 Juli 2026
Simulator dengan Akurasi Tinggi Prediksi Skor Australia vs Mesir: Tidak Ada Keunggulan Mutlak
Piala Dunia
Tantang Argentina, Cape Verde Ogah Hanya Fokus kepada Lionel Messi
Pelatih Cape Verde, Bubista, percaya diri timnya mampu memberi kejutan saat menghadapi Argentina di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Simak komentar lengkap dan peluang Cape Verde lolos ke 16 besar.
Johan Kristiandi - Jumat, 03 Juli 2026
Tantang Argentina, Cape Verde Ogah Hanya Fokus kepada Lionel Messi
Hasil akhir
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Embolo dan Ndoye Bawa Swiss ke 16 Besar
Timnas Swiss memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Aljazair dengan skor meyakinkan 2-0.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Embolo dan Ndoye Bawa Swiss ke 16 Besar
Piala Dunia
Siap Bermimpi Lebih Besar, Cape Verde: Insya Allah Bisa Singkirkan Argentina
Setelah mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur pada penampilan perdana mereka di Piala Dunia, Cape Verde kini bersiap menghadapi tantangan terbesar melawan juara bertahan Argentina.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Siap Bermimpi Lebih Besar, Cape Verde: Insya Allah Bisa Singkirkan Argentina
Piala Dunia
Nilai Spanyol Belum Sempurna, Luis de la Fuente Ungkap Ancaman Terbesar Lamine Yamal Cs
Meski puas dengan performa anak asuhnya, pelatih Luis de la Fuente menegaskan Spanyol belum sempurna.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Nilai Spanyol Belum Sempurna, Luis de la Fuente Ungkap Ancaman Terbesar Lamine Yamal Cs
Bagikan