Liga Champions
Bayer Leverkusen Vs AC Milan, Xabi Alonso: Tim Italia Selalu Menyulitkan
BolaSkor.com - Bayer Leverkusen akan menjamu AC Milan pada pertandingan kedua Liga Champions di BayArena, Rabu (2/10) dini hari WIB. Tuan rumah berusaha meraih kemenangan kedua setelah sukses besar 4-0 atas Feyenoord di pertandingan pembuka.
Pelatih Leverkusen Xabi Alonso mengatakan bahwa pertandingan melawan Milan akan serupa dengan laga kontra tim Italia lainnya, yang dinilainya selalu menyulitkan.
"Anda harus bermain cerdas dalam pertandingan ini. Baik dengan maupun tanpa bola, Anda perlu bersabar, siap, dan fokus," ujar Alonso dikutip dari Reuters.
Milan, di bawah asuhan Paulo Fonseca, memulai musim dengan kurang baik. Mereka tidak meraih kemenangan dalam tiga pertandingan awal dan kalah 1-3 dari Liverpool di pertandingan pembuka Liga Champions. Namun, mereka berhasil bangkit dengan meraih tiga kemenangan berturut-turut di Serie A.
Baca Juga:
Bayer Leverkusen Vs AC Milan: Fonseca Masih Beri Materi Latihan kepada Leao Ketika di Mobil
Bayer Leverkusen Vs AC Milan: Kenangan Indah Xabi Alonso
Prediksi dan Statistik Bayer Leverkusen Vs AC Milan: Rekor Bagus Il Rossoneri
"Tim Italia selalu berbahaya karena mereka memiliki kesabaran. Mereka siap bertahan atau bermain dengan penguasaan bola," lanjut Alonso.
"Milan tidak perlu mendominasi untuk menjadi ancaman. Terkadang mereka menguasai bola dengan baik, dan terkadang mereka melakukan serangan balik yang efektif."
Milan merupakan tim Italia yang paling sukses di kompetisi ini, dengan tujuh gelar juara. Terakhir kali mereka memenangkan trofi adalah pada 2007, saat Alonso bermain untuk Liverpool yang dikalahkan di final.
Dua tahun sebelumnya, Alonso adalah bagian dari Liverpool yang melakukan comeback dramatis dari ketertinggalan 3-0 untuk mengalahkan Milan melalui adu penalti. Saat itu, dia mencetak gol penyama kedudukan.
Alonso mengakui bahwa banyak yang masih mengingat momen tersebut, terutama menjelang pertandingan antara timnya dan Milan di Liga Champions.
"Itu sangat penting bagi karier saya. Bahkan setelah 20 tahun, kami masih membahasnya," katanya.
"Dua tahun setelah itu, kami dikalahkan oleh Milan, namun kemenangan di 2005 sungguh menakjubkan. Itu terjadi dua dekade lalu, sekarang kami harus fokus ke depan. Milan tetap menjadi bagian penting dari sejarah Liga Champions."
"Saya selalu mengagumi AC Milan, Arrigo Sacchi, Fabio Capello, dan para pemain legendaris mereka, dan berhadapan dengan mereka adalah suatu kehormatan besar bagi kami," tambahnya.
View this post on Instagram
Yusuf Abdillah
9.939
Berita Terkait
Dari Awal, Xabi Alonso Tak Cocok Melatih Real Madrid
Sudah Hubungi Lebih dari 60 Pemain, John Herdman Ungkap Target Jangka Pendek Bersama Timnas Indonesia
Deretan Pelatih yang Kariernya di Real Madrid Hanya Seumur Jagung: Xabi Alonso Terbaru
Luciano Spalletti: Juventus Belum Selevel dengan Inter Milan dan Napoli
John Herdman Jadikan Tekanan dari Suporter Timnas Indonesia sebagai Kekuatan
Siap Hadapi Arsenal, Liam Rosenior Yakin Chelsea Punya Modal untuk Raih Kemenangan
Nonton Persib vs Persija, John Herdman Terpesona dengan Rizky Ridho dan Janji Perhatikan Liga Indonesia
John Herdman Akan Keliling Eropa Akhir Januari, Bertemu Diaspora Sekaligus Cari Pemain Naturalisasi Baru
John Herdman Ungkap Alasan Pilih Tangani Timnas Indonesia, Percaya Bisa Tembus Piala Dunia
Ikut John Herdman ke Timnas Indonesia, Alasan Cesar Meylan Bukan Sekadar Melanjutkan Kisah 15 Tahun Bersama