Barcelona Semringah, Quique Setien Penuhi Janji

Di era Quique Setien Barcelona disebut kembali menjadikan penguasaan bola sebagai dasar permainan.
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Senin, 20 Januari 2020
Barcelona Semringah, Quique Setien Penuhi Janji
Quique Setien (twitter/fcbarcelona)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Barcelona memetik kemenangan tipis 1-0 atas Granada pada debut Quique Setien sebagai pelatih. Barcelona memang cuma menang tipis dan melawan tim yang tampil dengan 10 pemain, akan tetapi dari laga itu tersembul optimisme.

Sejak lawa dimulai, Barcelona tampil berbeda atau tepatnya serupa dengan saat era sebelum Ernesto Valverde. Barca sangat mendominasi pengusaan bola dan banyak melepaskan umpan. Total dari laga ini Barcelona mencatat lebih dari seribu umpan. Sebagai catatan, dalam 15 musim terakhir hanya tiga kali Barcelona mencatat lebih dari seribu umpan.

Baca Juga:

10 Fakta Unik Quique Setien, Pelatih Anyar Barcelona

Quique Setien Sudah Lama Kagumi Lionel Messi

Saat tiba, Quique Setien berjanji membawa Barcelona ke masa depan dengan kembali memakai identitas lama, permainan yang berbasis penguasaan bola, sepak bola menyerang yang sangat disukai publik Camp Nou. Pada laga melawan Grenada, Setien memenuhi janjinya, paling tidak bisa menjadi awal yang baik.

"Saya tidak memiliki medali atau rekam jejak yang berkilau. Yang saya punya hanya komitmen kepada sebuah ide. Itu janji saya," kata Setien.

Memang Barcelona tidak bisa mendadak kembali bermain tiki taka. Masih banyak yang perlu dibenahi setelah dua tahun lebih "meninggalkan" filosofi mereka. Dalam laga melawan Grenada, Barcelona masih terlihat kesulitan menciptakan peluang dan sesekali umpan yang dilepaskan tidak akurat.

"Saya melihat beberapa hal yang saya inginkan," ujar Setien setelah pertandingan.

Dalam laga ini ada empat pemain Barca yang tercatat melepaskan 100 umpan, termasuk Gerard Pique dan Sergio Busquets. Sedangkan pemain muda jebolan La Masia, Riqui Puig, yang hanya tampil lebih dari 20 menit mampu mencatat umpan lebih banyak dari total yang dilepaskan Getafe.

Soal penguasaan bola, Barcelona mencatat 82,6 persen. Ini merupakan catatan tertinggi sejak mereka mengukir 84 persen saat melawan Levante pada 11 Mei 2011 di era Pep Guardiola. Bagi publik Camp Nou, penampilan Barcelona seakan memunculkan nostalgia.

Saat di era Valverde, Barcelona memang tidak kering prestasi, akan tetapi mereka sedikit-sedikit mulai kehilangan identitas. Sebagai contoh saat Barcelona menang telak 4-0 atas Rayo Vallecano pada 2013. Saat itu publik tetap tidak puas karena asuhan Valverde sudah terlihat bukan lagi Barcelona.

Pada laga itu Barcelona mulai meninggalkan basis penguasaan bola. Mereka memang menang telak, namun Blaugrana cuma menguasai bola sebanyak 44 persen. Ini adalah kali pertama Barcelona kalah dalam pengusaan bola dalam 315 laga. Sejak saat itulah, posisi Valverde mulai diganggu.

"Bola sudah menjadi barang asing," demikian tulis El Mundo Deportivo mengkritik Valverde.

Selain kembali menjadikan pengusaan bola sebagai dasar permainan, Setien juga mulai membuka pintu kepada para pemain muda Barca jebolan La Masia. Pada laga melawan Grenada, Setien memberi kesempatan kepada Ansu Fati, Riqui Puig, dan Carles Perez.

Media-media Barcelona langsung melontarkan pujian kepada Setien meski diakui belum sempurna. Di bawah Setien, Barcelona saat ini mulai terlihat lebih terstruktur, bermain untuk sebuah tujuan, dan harapan.

Kini fans Barcelona bisa mulai tersenyum karena tim kesayangan mereka sudah "kembali" dan berharap di bawah Setien Azulgrana kembali ke masa keemasan, secara prestasi dan cara bermain.

LaLiga Barcelona

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dan editor senior dengan spesialisasi sepak bola dunia. Pengalaman di media lebih dari 15 tahun. Lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karier sebagai reporter di Tabloid Soccer (Kompas Gramedia Group). Sebelum bergabung dengan BolaSkor.com, pernah berkarier di beberapa media besar Indonesia seperti BeritaSatu dan Suara.com. Pernah meliput beberapa event besar seperti UEFA Euro 2008.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Spanyol
Dua Musim Beruntun Nirgelar, Real Madrid Kehilangan Sosok Toni Kroos?
Real Madrid melewati dua musim tanpa trofi setelah Toni Kroos pensiun. Davide Ancelotti menilai sosok gelandang seperti Kroos tak akan pernah tergantikan.
Arief Hadi - Minggu, 04 Oktober 2026
Dua Musim Beruntun Nirgelar, Real Madrid Kehilangan Sosok Toni Kroos?
Spanyol
Kekhawatiran Barcelona Jadi Kenyataan, Raphinha Cedera kala Membela Timnas Brasil
Raphinha mengalami edema otot di paha kanan saat membela Brasil. Ia dipulangkan ke Barcelona untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.
Arief Hadi - Rabu, 30 September 2026
Kekhawatiran Barcelona Jadi Kenyataan, Raphinha Cedera kala Membela Timnas Brasil
Liga Dunia
Eks Pelatih Real Madrid Tak Punya Niatan Mengistirahatkan Raphinha, Barcelona Ketar-ketir
Carlo Ancelotti tak berencana mengistirahatkan Raphinha saat Brasil menghadapi Australia. Barcelona cemas karena sang winger punya riwayat cedera.
Arief Hadi - Senin, 28 September 2026
Eks Pelatih Real Madrid Tak Punya Niatan Mengistirahatkan Raphinha, Barcelona Ketar-ketir
Spanyol
Satu Pesan Jose Mourinho untuk Skuad Real Madrid: Jangan Khianati Saya
Jose Mourinho kembali melatih Real Madrid setelah 13 tahun. The Special One memberi pesan tegas kepada skuad: jangan khianati saya.
Arief Hadi - Sabtu, 26 September 2026
Satu Pesan Jose Mourinho untuk Skuad Real Madrid: Jangan Khianati Saya
Spanyol
Silat Lidah Madrid dan LaLiga Semakin Meruncing, Sebut Ada Teori Konspirasi Mengatur Barcelona Juara
Konflik Real Madrid dan LaLiga semakin panas. Javier Tebas menyinggung narasi konspirasi, Madrid pun membalas dengan pernyataan keras.
Johan Kristiandi - Rabu, 23 September 2026
Silat Lidah Madrid dan LaLiga Semakin Meruncing, Sebut Ada Teori Konspirasi Mengatur Barcelona Juara
Spanyol
Di Bawah Betis Ada Madrid
Real Madrid terlempar dari tiga besar klasemen LaLiga dan kini berada di bawah Real Betis. Simak klasemen terbaru, posisi Barcelona, Atlético Madrid, dan Madrid.
Johan Kristiandi - Senin, 21 September 2026
Di Bawah Betis Ada Madrid
Spanyol
Barcelona Khawatir Raphinha Pergi Bela Timnas Brasil, Mengapa?
Barcelona khawatir Raphinha cedera saat membela Brasil. Sang winger harus menempuh perjalanan 34.000 km setelah mencetak 14 gol dalam 8 laga.
Arief Hadi - Senin, 21 September 2026
Barcelona Khawatir Raphinha Pergi Bela Timnas Brasil, Mengapa?
Liga Dunia
Portofolio Bisnis Lionel Messi: dari Properti, Lelang Karya Digital, hingga Rumah Sakit Anak
Lionel Messi membangun portofolio bisnis di luar sepak bola, dari properti dan perhotelan hingga seni digital serta proyek kemanusiaan.
Arief Hadi - Senin, 21 September 2026
Portofolio Bisnis Lionel Messi: dari Properti, Lelang Karya Digital, hingga Rumah Sakit Anak
Spanyol
Kecam Wasit, Jose Mourinho Tunjukkan Dua Gambar Pelanggaran Keras di Derby Madrid
Jose Mourinho mengecam wasit usai Real Madrid kalah dari Atletico. Ia membawa dua gambar pelanggaran keras ke ruang konferensi pers.
Arief Hadi - Senin, 21 September 2026
Kecam Wasit, Jose Mourinho Tunjukkan Dua Gambar Pelanggaran Keras di Derby Madrid
Spanyol
Klasemen LaLiga Terbaru Usai Atletico Madrid Menumbangkan Real Madrid: Los Blancos Merosot
Klasemen LaLiga 2026/2027 terbaru setelah Atletico Madrid mengalahkan Real Madrid 2-1. Los Blancos merosot ke posisi ketiga, Barcelona masih di puncak.
Johan Kristiandi - Senin, 21 September 2026
Klasemen LaLiga Terbaru Usai Atletico Madrid Menumbangkan Real Madrid: Los Blancos Merosot
Bagikan