Banyak Negara Eropa Belum Siap Gelar Turnamen Bulu Tangkis BWF
BolaSkor.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti, menyebut masih belum tahu bagaimana proses pengiriman atlet ke turnamen BWF. Bahkan, dia mengatakan ada sejumlah negara yang belum siap.
Pandemi virus corona telah menjadi momok dunia dalam beberapa bulan terakhir. Hingga tulisan ini dibuat, sekitar 5,7 jiwa telah terpapar virus tersebut.
Virus yang memiliki nama lain COVID-19 itu juga merenggut nyawa sekitar 350 ribu jiwa. Di tengah pandemi tersebut, BWF mengeluarkan jadwal terbaru.
Baca Juga:
Hafiz Faizal Bersyukur Bisa Jumpa Keluarga Saat Hari Raya Idul Fitri
Akan tetapi, ternyata belum ada kepastian dari BWF mengenai jadwal tersebut. Susy mengatakan masih ada negara Eropa yang belum siap menggelar kompetisi.
"Masih belum tahu ada denda tetap atau tidak dari BWF, jadi belum detail. Dengar-dengar negara-negara di Eropa masih belum terlalu siap juga (menggelar kompetisi)," kata Susy.
"Selain itu, Selandia Baru baru buka negaranya kembali pada 2021. Saya masih belum tahu, jadwalnya itu masih kira-kira dan praktiknya, bisa berubah," imbuhnya.
Dari jadwal yang diumumkan BWF, memang mayoritas didahulukan kompetisi yang berlangsung di Asia. Negara Eropa pertama yang menggelar ajang bulu tangkis adalah Denmark, Piala Thomas dan Uber pada Oktober mendatang.
Budi Prasetyo Harsono
5.618
Berita Terkait
Sang Istri Menangis Saat Layvin Kurzawa Diperkenalkan di Stadion GBLA
Mauro Zijlstra Gabung Persija Jakarta?
Respek, Bek Dewa United Ikutan Nyanyi Anthem Persebaya Song For Pride
Bandung bjb Tandamata Jaga Kepercayaan Diri Para Pemain Usai Kandas dari JPE
Juventus Tolak Ide Rekrut Mauro Icardi
Emil Audero Terkena Petasan, Pelaku Pelemparan Alami Cedera Parah di Bagian Jari
Sihir Michael Carrick di Manchester United Berlanjut, Tidak Panik Ketika Skor Imbang
Klasemen Terkini LaLiga: Real Madrid Pangkas Jarak dengan Barcelona
Kemarin Ngebet, Sekarang AC Milan Ragu Rekrut Jean-Philippe Mateta
Kalahkan Chelsea, Liverpool Jadi Pemenang dalam Perburuan Jeremy Jacquet