Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Bahas Isu Jadwal Padat, Harry Kane Nilai Keluhan Pemain Tak Didengar

Kapten timnas Inggris dan striker Bayern Munchen, Harry Kane, mengeluhkan jadwal padat hingga keluhan pemain yang tidak didengar para pembuat jadwal.
Arief HadiArief Hadi - Rabu, 26 Maret 2025
Bahas Isu Jadwal Padat, Harry Kane Nilai Keluhan Pemain Tak Didengar
Harry Kane (Mirror/Getty Images)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Penyerang Bayern Munchen sekaligus kapten timnas Inggris, Harry Kane, menyuarakan keluhan pemain terkait jadwal padat yang berisiko membuat para pemain lelah dan mudah cedera. Kane memahami tuntutan bagi para pembuat jadwal dalam menghasilkan uang lebih, tetapi juga kecewa karena pemain menjadi 'korban'.

Sepak bola seolah tidak pernah berhenti saat ini. Jadwal padat terjadi dari level klub dan berlanjut ke timnas dengan agenda-agenda tambahan semisal UEFA Nations League hingga Piala Dunia Antarklub dengan format baru pada 2025 ini.

Harry Kane, yang akan berusia 32 tahun pada Juli mendatang, berpotensi memainkan 66 laga untuk klub dan juga timnas musim ini. Ia memprediksi tidak akan memiliki waktu istirahat di musim panas hingga 2027.

Baca Juga:

Harry Kane Optimistis Bisa Meraih Ballon d'Or

Melempem di Laga Final, Mohamed Salah Tidak Jauh Berbeda dengan Harry Kane

Catat Sejarah, Harry Kane Semakin Baik Seiring Bertambahnya Usia

"Jika saya boleh jujur sepenuhnya, saya pikir para pemain tidak akan banyak didengar," ucap Kane seperti dikutip dari Mirror.

Kepentingan Banyak Pihak

Harry Kane (Mirror/Getty Images)

Kane sudah melesakkan 37 gol dari 44 laga musim ini dengan Bayern dan Inggris, namun Kane masih dapat memainkan delapan laga di Bundesliga, lima di Liga Champions, dan dua bersama Inggris serta potensi tujuh laga lagi di Piala Dunia Antarklub 2025.

Situasinya menurut Kane sulit, sebab para pemain lelah dengan jadwal padat dan rawan cedera, tetapi mereka juga dibayar mahal meski suara mereka soal jadwal tidak didengar. Namun di satu sisi berbeda, Kane juga mehamami situasi ini terjadi karena kepentingan banyak pihak.

"Ini situasi yang sulit. Ada argumen dari sudut pandang klub, untuk menghasilkan lebih banyak uang, karena kami mungkin menghasilkan lebih banyak uang," tambah Kane.

"Dan ada juga masalah kesejahteraan pemain di mana hanya ada sedikit yang dapat Anda lakukan tanpa lebih banyak cedera dan lebih banyak situasi seperti itu. Ini adalah keseimbangan yang sangat sulit."

"Sejujurnya, saya tidak berpikir para pemain begitu didengarkan, tetapi semua orang menginginkan bagian mereka, turnamen mereka, hadiah mereka, dan para pemain adalah orang-orang yang harus melanjutkannya."

"Saya suka bermain sepak bola, jadi saya tidak akan pernah mengeluh tentang bermain sepak bola. Saya pikir jika Anda mengelolanya dengan baik, dengan pelatih dan klub Anda, ada cara untuk mendapatkan lebih banyak istirahat di saat-saat tertentu."

"Tetapi ini bukan situasi yang mudah. Saya pikir mungkin ada keseimbangan dari kedua belah pihak, tetapi kita harus melihat bagaimana hasilnya," pungkas legenda Tottenham Hotspur tersebut.

View this post on Instagram

A post shared by Bolaskor.com (@bolaskorcom)

Harry Kane Kane Inggris Timnas Inggris Bayern Bayern munchen

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Jerman
Berusia 40 Tahun, Manuel Neuer Beri Indikasi Pensiun
Manuel Neuer memberi sinyal musim 2026-2027 bisa menjadi musim terakhirnya. Kiper Bayern Munchen itu juga menegaskan ambisinya meraih semua gelar.
Arief Hadi - Rabu, 29 Juli 2026
Berusia 40 Tahun, Manuel Neuer Beri Indikasi Pensiun
Piala Eropa
Inggris Tak Otomatis Lolos ke Euro 2028 meski Jadi Tuan Rumah, Ini Alasannya
Status sebagai tuan rumah ternyata tidak menjamin Inggris langsung tampil di Euro 2028.
Yusuf Abdillah - Senin, 27 Juli 2026
Inggris Tak Otomatis Lolos ke Euro 2028 meski Jadi Tuan Rumah, Ini Alasannya
Spanyol
Bayern Munchen Tegaskan Michael Olise Tak Dijual, Real Madrid Harus Gigit Jari
Bayern Munchen kembali menegaskan bahwa Michael Olise tidak masuk dalam daftar pemain yang akan dilepas.
Yusuf Abdillah - Minggu, 26 Juli 2026
Bayern Munchen Tegaskan Michael Olise Tak Dijual, Real Madrid Harus Gigit Jari
Jerman
Harry Kane Jadi Prioritas Bayern Munchen, Kontrak Baru Segera Dibahas
Bayern Munchen ingin segera mengamankan masa depan Harry Kane sebelum memasuki tahun terakhir kontrak.
Yusuf Abdillah - Minggu, 26 Juli 2026
Harry Kane Jadi Prioritas Bayern Munchen, Kontrak Baru Segera Dibahas
Piala Dunia
5 Kandidat Pemenang Ballon d'Or 2026 Setelah Piala Dunia Berakhir: Messi Masuk Daftar, Rodri Punya Peluang
Persaingan Ballon d'Or 2026 semakin memanas setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Lionel Messi, Rodri, Kylian Mbappe, Harry Kane, dan Lamine Yamal masuk daftar kandidat terkuat peraih penghargaan bergengsi tersebut.
Johan Kristiandi - Rabu, 22 Juli 2026
5 Kandidat Pemenang Ballon d'Or 2026 Setelah Piala Dunia Berakhir: Messi Masuk Daftar, Rodri Punya Peluang
Piala Dunia
20 Klub dengan Jumlah Pemain Terbanyak yang Memenangi Piala Dunia, Nomor Satu Tim dari Italia
Transfermarkt merilis daftar 20 klub penyumbang juara Piala Dunia terbanyak sepanjang sejarah. Juventus memimpin di atas Bayern Munich dan Inter Milan.
Arief Hadi - Selasa, 21 Juli 2026
20 Klub dengan Jumlah Pemain Terbanyak yang Memenangi Piala Dunia, Nomor Satu Tim dari Italia
Piala Dunia
Ranking FIFA Setelah Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Puncak, Bagaimana Timnas Indonesia?
Ranking FIFA terbaru usai Piala Dunia 2026 menempatkan Spanyol di posisi pertama menggeser Argentina. Sementara itu, peringkat Timnas Indonesia tetap di urutan 118.
Rizqi Ariandi - Selasa, 21 Juli 2026
Ranking FIFA Setelah Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Puncak, Bagaimana Timnas Indonesia?
Piala Dunia
Kutukan Timnas Inggris di Piala Dunia Berlanjut, Argentina Jadi Korban Terbaru
Argentina gagal juara Piala Dunia 2026 usai kalah dari Spanyol. Kekalahan itu memperpanjang kutukan tim yang menyingkirkan Inggris sejak Piala Dunia 2018.
Rizqi Ariandi - Selasa, 21 Juli 2026
Kutukan Timnas Inggris di Piala Dunia Berlanjut, Argentina Jadi Korban Terbaru
Inggris
Legenda Liverpool dan Pemenang Dua Ballon d'Or, Kevin Keegan Meninggal Dunia
Dunia sepak bola berduka. Kevin Keegan, legenda Liverpool dan timnas Inggris, meninggal dunia pada usia 75 tahun.
Arief Hadi - Senin, 20 Juli 2026
Legenda Liverpool dan Pemenang Dua Ballon d'Or, Kevin Keegan Meninggal Dunia
Piala Dunia
Kecuali Pep Guardiola Tersedia, Inggris Disarankan Tidak Pecat Thomas Tuchel
Wayne Rooney meminta FA tetap mempertahankan Thomas Tuchel. Menurutnya, hanya Pep Guardiola yang layak menjadi pengganti pelatih Inggris.
Arief Hadi - Minggu, 19 Juli 2026
Kecuali Pep Guardiola Tersedia, Inggris Disarankan Tidak Pecat Thomas Tuchel
Bagikan