Atasi Rangers, Perubahan Taktik dan Sistem Bermain Liverpool Jadi Sorotan
BolaSkor.com - Liverpool meraih kemenangan di Anfield pada laga tiga grup Liga Champions, Rabu (05/10) dini hari WIB, melawan Rangers. The Reds menang 2-0 melalui gol Trent Alexander-Arnold (7') dan Mohamed Salah (53' penalti).
Sekilas tidak ada yang aneh dari kemenangan itu karena Liverpool, di atas kertas, diprediksi bisa menang lawan tim besutan Giovanni van Bronckhorst dan mereka bermain di Anfield. Tetapi dalam situasi Liverpool belakangan ini apapun dapat terjadi.
Situasi itu adalah inkonsistensi bermain dan pertahanan yang rapuh, seperti saat di Premier League imbang 3-3 melawan Brighton & Hove Albion di Anfield, atau saat kalah 1-4 melawan Napoli di San Paolo.
Kekhawatiran fans jadi satu hal yang wajar. Tetapi Jurgen Klopp tidak 'buta' dan melihat kondisi timnya tersebut. Tak ayal pada laga melawan Rangers ia bereksperimen mengubah taktik dan sistem bermain Liverpool.
Baca Juga:
Hasil Pertandingan: Inter Tekuk Barcelona, Liverpool Menang, Napoli dan Bayern Pesta Gol
Hening Cipta dari UEFA untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
Jurgen Klopp Tak Punya Solusi Cepat untuk Bangkitkan Performa Liverpool
Tidak bermain seperti biasanya pada formasi 4-3-3 Liverpool menggunakan skema 4-2-3-1, memberikan keseimbangan di lini tengah dan juga saat bertahan. Bahkan taktik itu fluktuatif bisa menjadi 4-4-2 saat menyerang.
"Kami kembali ke lebih dasar pada (taktik) 4-4-2 dan kami memainkannya dengan sangat baik. Kami bergeser melintasi lapangan dengan sangat baik, membuatnya rapat," tutur pencetak gol Liverpool, Trent Alexander-Arnold.
"Mereka tidak bisa bermain melalui kami. Mereka memainkan banyak bola tinggi dan kami mengambil bola kedua. Perubahan taktik benar-benar membantu kami hari ini."
Jurgen Klopp pun membenarkan perubahan itu dilakukan untuk membenahi pertahanan Liverpool. Ia juga mewaspadai ancaman dari lini serang Rangers.
"Sebenarnya, (perubahan taktik) tidak ada hubungannya dengan permainan. Itu sedikit berhubungan dengan permainan, tetapi tidak terlalu banyak – itu untuk kami," terang Klopp di laman resmi Liverpool.
"Kami ingin bertahan secara berbeda dari apa yang biasanya kami lakukan; jika Anda telah melihat kami selama beberapa tahun sekarang, jika seseorang mengkritik kami karena bertahan, itu lebih (publik) berbicara tentang garis permainan tinggi."
"Kemudian lawan menciptakan (peluang) sekarang, ketika kami berada dalam situasi menekan defensif, mereka menciptakan banyak peluang, itu jarang terjadi. Itu jarang terjadi, tetapi terjadi lebih banyak."
"Itu sebabnya kami mengaturnya sedikit berbeda, menutup celah yang berbeda. Kami tahu jelas bahwa sisi kiri Rangers adalah sisi kreatif dengan Ryan (Kent) dan (Borna) Barisic, dan (James) Tavernier adalah ancaman besar dalam situasi penyelesaian, jadi itu adalah bagian yang berkaitan dengan permainan, tapi selain itu tidak."
Pada dasarnya jika melihat susunan pemain awal taktik 4-2-3-1 Liverpool ofensif dengan adanya Mo Salah, Diogo Jota, Luis Diaz, dan Darwin Nunez di lini depan. Tetapi Jota bisa mundur sebagai pengatur transisi bermain tim dan dua pivot, Jordan Henderson dan Thiago Alcantara, mengatur tempo bermain di tengah.
Itu berbeda dari formasi 4-3-3 di mana tiga pemain depan, dua pemain sayap melebar, dan tiga gelandang banyak bergerak menutup ruang pada fase bertahan dan juga ofensif. Menarik melihat apakah 4-2-3-1 itu jadi taktik baru Jurgen Klopp di Liverpool.
Arief Hadi
16.354
Berita Terkait
Terlalu Cepat, Arne Slot Mainkan Mohamed Salah Pasca Piala Afrika 2025
Kalahkan Chelsea, Liverpool Jadi Pemenang dalam Perburuan Jeremy Jacquet
Punya Kontrak hingga 2028, Liverpool Ingin Tambah Masa Bakti Dominik Szoboszlai
Deadline Bursa Transfer: Liverpool Kian Dekat Rekrut Bek Baru, Mantan Anak Asuh Arne Slot di Feyenoord
Liverpool Bekuk Newcastle United, Slot Puji Etos Kerja Ekitike dan Loyalitas Konate
Klasemen Terkini Premier League: Arsenal Memperlebar Jarak, Liverpool dan Chelsea Salip Manchester United
Hasil Pertandingan: Barcelona dan Liverpool Petik Tiga Poin, Chelsea Comeback Dramatis
Liga Champions: Hadapi Tim Norwegia, Inter Milan Pantang Anggap Remeh