AS Roma Siapkan Taktik Spesial untuk Hentikan Raja Mesir, Salah

AS Roma punya strategi khusus untuk menghentikan Mohamed Salah.
Arief HadiArief Hadi - Selasa, 24 April 2018
AS Roma Siapkan Taktik Spesial untuk Hentikan Raja Mesir, Salah
AS Roma siapkan strategi khusus untuk hentikan Mohamed Salah (Getty Images)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - AS Roma akan menyambangi Anfield, markas Liverpool, pada leg pertama semifinal Liga Champions yang berlangsung rabu, 25 April 2018 pukul 01.45 WIB. Giallorossi akan melawan "monster" yang mereka kembangkan pada medio 2015-2017, Mohamed Salah.

Penyerang asal Mesir itu sudah membukukan total 41 gol untuk Liverpool di seluruh kompetisi. Salah juga baru terpilih sebagai Pemain Terbaik Premier League dengan mengalahkan kandidat lainnya, Kevin De Bruyne. Dalam kondisi terbaiknya, Salah jelas jadi salah satu ancaman yang mendapat perhatian khusus dari Roma.

Kevin Strootman, gelandang Roma, memuji kiprah Salah sepanjang musim ini untuk Liverpool dan Timnas Mesir. Ia pun hanya berharap Salah bermain buruk dalam laga dua leg melawan Roma. Kendati demikian, Strootman juga mengakui bahwa Eusebio Di Francesco, pelatih Roma, telah menyiapkan strategi khusus untuk menghentikan Salah.

"Dia (Salah) juga melakukan pekerjaan yang sangat hebat dengan timnas, kinerjanya hebat, saya pikir dia rajanya di sana (Mesir) dan mereka mengumpulkan suara untuknya menjadi presiden dan segalanya. Saya hanya berharap dalam dua laga melawan kami, dia kehilangan kepercayaan dirinya," harap Strootman, diberitakan Goal, Senin (23/4).

"Kami punya taktik spesial (untuk Salah), tapi saya tidak akan membeberkannya! Pertahanan Italia, itulah yang saya harapkan," sambung gelandang asal Belanda itu.

Wajar jika Strootman cukup percaya diri "mematikan" Salah. Roma pernah melakukannya kepada Lionel Messi di leg kedua perempat final Liga Champions, saat Roma menang 3-0 atas Barcelona di Stadio Olimpico. Strootman pun tidak heran dengan penampilan hebat Salah saat ini bersama The Reds. Satu hal yang membuatnya heran adalah kepercayaan dirinya yang semakin membaik, khususnya dalam mengonversi peluang menjadi gol.

"Saya tidak terkejut dengan betapa bagus performanya, tapi saya terkejut dengan betapa mudahnya dia mencetak gol, dan juga kepercayaan dirinya di muka gawang dengan bola. Dia sebenarnya juga tampil hebat di sini, mencetak gol dan memberi banyak assists. Namun, dia banyak melewatkan peluang, terutamanya ketika berhadapan satu lawan satu dengan kiper," urai Strootman.

Posisi bermain Salah adalah penyerang sayap kanan. Dia bertindak sebagai inside striker dan inverted winger, dengan kaki kidalnya, Salah bisa mencetak gol atau memberi assist. Posisi Salah di Roma saat ini digantikan winger muda Turki, Cengiz Under.

AS Roma Liverpool Liga Champions Kevin Strootman Mohamed salah
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Posts

17.196

Berita Terkait

Inggris
Kesepakatan Tercapai, Liverpool Segera Umumkan Andoni Iraola Sebagai Pelatih Baru
Liverpool telah mencapai kesepakatan verbal dengan Andoni Iraola untuk mengisi kursi pelatih.
Yusuf Abdillah - Rabu, 03 Juni 2026
Kesepakatan Tercapai, Liverpool Segera Umumkan Andoni Iraola Sebagai Pelatih Baru
Feature
4 Pemain ASEAN Berpotensi Main di Liga Champions 2026/2027, Dua dari Indonesia
Champions League musim depan berpotensi menghadirkan empat pemain yang berasal dari negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Siapa saja mereka?
Rizqi Ariandi - Rabu, 03 Juni 2026
4 Pemain ASEAN Berpotensi Main di Liga Champions 2026/2027, Dua dari Indonesia
Italia
Demi Penuhi Regulasi UEFA, Como Bidik Federico Chiesa
Como berpacu dengan waktu untuk memenuhi aturan terkait pemain lokal Italia untuk didaftarkan ke Liga Champions musim depan.
Yusuf Abdillah - Selasa, 02 Juni 2026
Demi Penuhi Regulasi UEFA, Como Bidik Federico Chiesa
Liga Champions
Khvicha Kvaratskhelia Pemain Terbaik Liga Champions 2025-2026
Pemain sayap Georgia milik Paris Saint-Germain, Khvicha Kvaratskhelia, dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Champions musim ini oleh panel juri UEFA.
Yusuf Abdillah - Senin, 01 Juni 2026
Khvicha Kvaratskhelia Pemain Terbaik Liga Champions 2025-2026
Inggris
Calon Pengganti Arne Slot, Liverpool Segera Buka Negosiasi dengan Andoni Iraola
Liverpool akan memulai pembicaraan formal dengan Andoni Iraola pekan ini untuk menjadi pelatih baru mereka.
Yusuf Abdillah - Senin, 01 Juni 2026
Calon Pengganti Arne Slot, Liverpool Segera Buka Negosiasi dengan Andoni Iraola
Inggris
Resmi Tinggalkan Liverpool, Ibrahima Konate Kenang Diogo Jota
Liverpool resmi mengumumkan kepergian Ibrahima Konate setelah kontraknya berakhir pada 30 Juni 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 01 Juni 2026
Resmi Tinggalkan Liverpool, Ibrahima Konate Kenang Diogo Jota
Liga Champions
Melihat Statistik Final Liga Champions, PSG Lebih Layak Menang ketimbang Arsenal
Gelandang PSG, Joao Neves, menyindir taktik bertahan Arsenal di Final Liga Champions 2026 yang dipertegas oleh rekor statistik penguasaan bola terendah.
Arief Hadi - Minggu, 31 Mei 2026
Melihat Statistik Final Liga Champions, PSG Lebih Layak Menang ketimbang Arsenal
Liga Champions
Arsenal Sudah Terbiasa Jadi Pecundang di Final Kompetisi Eropa
Arsenal kembali gagal meraih trofi Eropa usai kalah dari PSG di final Liga Champions 2026. Simak daftar lima final Eropa terakhir yang berakhir dengan kekalahan The Gunners.
Johan Kristiandi - Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Sudah Terbiasa Jadi Pecundang di Final Kompetisi Eropa
Ragam
3 Faktor yang Membuat Arsenal Kalah Lawan PSG di Final Liga Champions
Arsenal gagal juara Liga Champions 2026 setelah kalah dari PSG lewat adu penalti. Simak 3 faktor utama yang membuat The Gunners harus pulang tanpa trofi.
Johan Kristiandi - Minggu, 31 Mei 2026
3 Faktor yang Membuat Arsenal Kalah Lawan PSG di Final Liga Champions
Inggris
Menghadapi Tim Seperti PSG, Arsenal Tak Punya Cara Lain Selain Bermain Bertahan
Arsenal dikritik karena main bertahan dan andalkan set piece lawan PSG di final Liga Champions 2026. Eddi Brokoli pasang badan dan beri balasan menohok.
Arief Hadi - Minggu, 31 Mei 2026
Menghadapi Tim Seperti PSG, Arsenal Tak Punya Cara Lain Selain Bermain Bertahan
Bagikan