Arema FC Nilai Jangan Sampai Manuver Satgas Anti Mafia Bola Berujung Sanksi FIFA
BolaSkor.com - Manuver Tim Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola menggeledah Kantor PSSI dan PT Liga Indonesia mencari bukti pengaturan skor atau match fixing, membuat salah satu peserta tim Liga 1, Arema FC cemas.
Media Officer Arema, Sudarmaji was-was dengan penggeledahan ini, karena FIFA bisa melihat investigasi polisi ini merupakan bentuk intervensi dari pemerintah. Sehingga bisa berujung pada sanksi dari Induk Sepak Bola dunia tersebut kepada Indonesia.
Indonesia sempat memiliki pengalaman pahit 2015 lalu setelah FIFA menjatuhkan sanksi karena intervensi pemerintah terhadap PSSI. Empat tahun lalu, FIFA melarang Timnas Indonesia berlaga di level internasional, termasuk bermain di Kualifikasi Piala Dunia 2018.
Sudarmaji meminta pemerintah termasuk Polisi untuk mempertimbangkan masak-masak langkah mereka melakukan pemeriksaan, guna mencari barang bukti skandal pengaturan skor. Jangan sampai niat baik memberantas pengaturan skor malah berujung pada sanksi FIFA.
“Kami sebagai salah satu klub peserta Liga 1 merasakan kekhawatiran sama,” kata Sudarmaji kepada wartawan.
Sebagai klub anggota PSSI, Arema FC melihat PSSI sudah sangat kooperatif memberikan dukungan dan support besar kepada Polri untuk mengusut tuntas dugaan match fixing. Bahkan PSSI telah membentuk Komite Adhoc Integritas. Di mana, tim tersebut berisi para tokoh dengan kapabilitas di bidang penegakan hukum.
“Kami sangat mendukung upaya segera kolaborasi aktif antara satgas dan Komite Adhoc Integritas PSSI,” kata Sudarmaji.
Baca Juga:
Berbagai Barang yang Disita Satgas Anti Mafia Bola dari Kantor PSSI FX Sudirman
Mantan Kapolri hingga Jaksa Agung Terlibat di Komite Adhoc Integritas PSSI
Satgas Anti Mafia Bola Segel Kantor PT Liga Indonesia, Sekjen PSSI Beri Respons
Arema FC sendiri takut ekspektasi publik terhadap sepak bola menjadi kontra produktif. “Kami was-was dan takut pengalaman terkena sanksi dari FIFA. Sampai sekarang, para pengelola klub masih harus membangun kepercayaan para sponsor di tengah ujian skandal pengaturan skor.”
Singo Edan sepakat agar kemitraan antara Polri, PSSI, Kemenpora, dan seluruh stakeholder sepak bola Indonesia segera duduk bersama mencari solusi terbaik. Saling menghormati regulasi masing-masing.
“Jangan sampai sepak bola berujung sanksi sehingga membuat gairah kompetisi sebagai aset sepak bola kembali terhenti. Semua merugi. Kami optimistis PSSI, Polri, Kemenpora akan segera memberikan solusi,” harap Sudarmaji.
Sejalan dengan Arema, Ketua Tim Nasional Pemenangan Capres Joko Widodo-Maruf Amin, sekaligus Ketua Koimte Olimpiade Indonesia, Erick Thohir sempat mengutarakan, jangan sampai pemerintah salah langkah dalam mencari bukti pengaturan skor sehingga berujung pada sanksi FIFA.
Menurut dia, pihak-pihak terkait harus segera berkonsolidasi untuk menanggapi kejadian ini. Erick prihatin apabila Kepolisian, PSSI, dan Kemenpora tidak bersinergi dalam menyelesaikan kasus ini.
"PSSI sebagai anggota FIFA mempunyai aturan. Begitu juga regulasi. Penting sekali untuk saat ini PSSI, Kepolisian, dan Kemenpora duduk bersama agar hukum ini tidak saling tindih karena sepak bola memiliki hukum sendiri di bawah badan internasional," kata Erick di FX Sudirman, Jakarta.
Tengku Sufiyanto
17.870
Berita Terkait
Prediksi dan Statistik Fiorentina vs AC Milan: Rossoneri Rawan Tergelincir
Prediksi dan Statistik Real Madrid vs Barcelona: Kental Aroma Balas Dendam
Hasil Piala FA: Debut Liam Rosenior Berakhir Manis, Chelsea Menang Telak Kontra Charlton
Gustavo Almeida Berpotensi Main Lawan Persib, Mauricio Souza Tak Pusingkan Soal Masalah Ryo Matsumura
Hasil Malaysia Open 2026: Jojo dan Fajar/Fikri Terhenti di Semifinal
Bandung bjb Tandamata Usung Target Kalahkan Jakarta Popsivo Polwan demi Jadi Penguasa Series Pontianak
Persib vs Persija, Marc Klok: Anggap Pertandingan Harga Diri dan Singgung Kepindahan Luis Figo
Persib vs Persija, Bojan Hodak Pertanyakan Selalu Menggunakan Wasit Asing di Bandung
Bojan Hodak Minta Skuad Persib Jaga Emosi Saat Hadapi Persija
Hasil Super League 2025/2026: Malut United Kalah, Persib vs Persija Jadi Penentu Juara Paruh Musim