Malang – Mental pemain menjadi salah satu pekerjaan rumah Arema Cronus, salah satu indikasinya adalah sering kebobolan setelah mencetak gol lebih dulu, seperti saat menang 3-2 atas Maziya S&R di ajang Piala AFC.
Asisten Pelatih Joko Susilo menegaskan seringnya Arema kebobolan terutama di AFC Cup, bukan kesalahan pemain belakang semata karena terdapat proses yang melibatkan semua lini, dalam terciptanya sebuah gol.
"Sebuah gol berasal dari sebuah proses, mulai dari melewati lini depan Arema, lini tengah dan sampai di pertahanan Arema, jadi tidak bisa disalahkan sepenuhnya kepada pemain belakang,” kata Joko saat ditemui di mess pemain, usai latihan di Stadion Gajayana (8/4).
“Bagaimana bisa pemain lawan mengalirkan bola melewati pemain Arema hingga melepas umpan silang dan gol," lanjutnya.
Joko menambahkan, jumlah kebobolan yang cukup banyak di saat kondisi sedang unggul bagaikan sebuah penyakit pemain dari mental yang buruk dan akan berdampak buruk saat Tim Singo Edan melakoni big match di kandang Persib Bandung (13/4).
"Kami akan terus benahi lini belakang, agar seluruh pemain Persib akan frustasi menghadapi kita, tapi dalam sesi latihan tadi tim pelatih mengingatkan kepada semua pemain, agar tidak lengah saat posisi unggul," jelas mantan pemain Arema itu.
“Laga lawan Persib tetap penting untuk kita menangkan, karena juga terkait prestise,” tandas Joko.Oleh: Degy Cesar (Koresponden Bolaskor.com Malang)
Foto: Tribun