Analisis Manchester United: Red Devils dan Masalah Mengontrol Pertandingan

Man United masih bermasalah dalam mengontrol pertandingan dan menjaga pertahanan. Simak analisis usai hasil imbang 2-2 kontra Everton.
Arief HadiArief Hadi - Selasa, 08 September 2026
Analisis Manchester United: Red Devils dan Masalah Mengontrol Pertandingan
Everton vs Manchester United (Foto: The Sun)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com – Ketidakmampuan Manchester United dalam mengontrol pertandingan kembali terlihat saat mereka membuang keunggulan, dan harus puas bermain imbang melawan Everton (2-2).

Hasil buruk ini menjadi kelanjutan dari tren negatif awal musim, diawali kekalahan 0-2 dari Hull City, kemenangan 5-2 atas Ipswich Town yang diwarnai dua gol kebobolan, hingga kegagalan mempertahankan keunggulan di markas Everton.

Baca Juga:

Dijegal Everton, Manchester United Tetap Pede Hadapi Liga Champions

Setelah sempat unggul lewat gol Bryan Mbeumo di awal babak kedua, The Red Devils justru kehilangan dominasi dan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran selama lebih dari 40 menit.

Bahkan setelah Benjamin Sesko mencetak gol untuk mengubah skor menjadi 2-1, rentetan kesalahan mendasar dari Patrick Dorgu dan sapuan lemah Noussair Mazraoui berujung pada gol penyama kedudukan Ainsley Maitland-Niles di menit akhir.

Statistik Pertahanan Rapuh yang Terus Berulang

Manchester
Manchester United ditahan imbang Everton 2-2. (Laman Resmi Manchester United)

Kegagalan mengelola jalannya laga ini sejalan dengan kerapuhan lini belakang Manchester United yang sudah menjadi masalah kronis sejak beberapa musim terakhir.

Sejak kompetisi 2020-2021, catatan kebobolan Man United di liga tergolong sangat tinggi, yakni 44 gol (2020-21), 57 gol (2021-22), 43 gol (2022-23), 58 gol (2023-24), 54 gol (2024-25), serta 50 gol pada musim 2025-2026 lalu.

Baca Juga:

Kali Kedua dalam Kurun Waktu 50 Tahun, Pertahanan Manchester United Rapuh di Awal Musim Premier League

Fakta bahwa komposisi empat bek utama Man United tidak banyak berubah selama kurun waktu tersebut, semakin mempertegas belum selesainya pembenahan di lini pertahanan.

Hal-hal kecil pada tahap pertandingan itulah yang menghentikan waktu dan mematikan harapan bagi lawan,

demikian tulisan Peter Fitzpatrick di Squawka.

Tantangan Berat Jelang Derby Manchester

Everton
Everton vs Manchester United (Foto: Sky Sports)

Rangkaian kesalahan elemental tersebut membuat skuad asuhan Michael Carrick kini baru mengantongi empat poin dari tiga laga awal, yang sejatinya sangat berpeluang untuk dimenangi.

Meskipun terdapat beberapa hal positif seperti performa Marcus Rashford, Kobbie Mainoo, hingga gol perdana Sesko, hal itu tidak akan berarti banyak jika lini belakang terus bocor.

Baca Juga:

Klasemen Terbaru Premier League: Manchester City Dipepet Arsenal, Manchester United Tak Terlihat di 10 Besar

"Tetapi semuanya akan sia-sia jika Man United terus kebobolan dua gol per pertandingan dan membiarkan kekacauan melingkupi mereka," tulis Fitzpatrick.

Dengan agenda padat di depan mata termasuk laga Liga Champions melawan Sabah dan bentrokan Derby Manchester menghadapi Manchester City, Carrick dituntut segera membenahi koordinasi bertahan serta cara timnya mendikte tempo permainan.

Manchester United Michael Carrick Carrick Premier League

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Inggris
Pandit Sepak Bola Kasihan dengan Pemain Man City, tetapi Minta Gelar Premier League The Citizens Dicabut
Jamie Carragher merasa kasihan kepada pemain Man City, tetapi menilai gelar Premier League pada periode pelanggaran finansial harus dicabut.
Arief Hadi - Rabu, 30 September 2026
Pandit Sepak Bola Kasihan dengan Pemain Man City, tetapi Minta Gelar Premier League The Citizens Dicabut
Inggris
Belum Pensiun, Mantan Bek Manchester United Gabung Porto
Chris Smalling belum pensiun di usia 36 tahun. Mantan bek Manchester United itu meninggalkan Al-Fayha dan bergabung dengan FC Porto.
Arief Hadi - Rabu, 30 September 2026
Belum Pensiun, Mantan Bek Manchester United Gabung Porto
Inggris
Heboh Terkait Kasus Pelanggaran Finansial Manchester City, Pep Guardiola Angkat Bicara
Pep Guardiola akhirnya buka suara setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas pelanggaran finansial Premier League. Ia menegaskan dukungannya kepada klub.
Arief Hadi - Rabu, 30 September 2026
Heboh Terkait Kasus Pelanggaran Finansial Manchester City, Pep Guardiola Angkat Bicara
Inggris
Legenda Manchester United Tak Mau Terima Trofi Hibahan dari Manchester City
Wayne Rooney menolak medali Premier League hibahan jika gelar Manchester City dicabut. Ia menilai Man United tidak pantas mendapatkannya.
Arief Hadi - Rabu, 30 September 2026
Legenda Manchester United Tak Mau Terima Trofi Hibahan dari Manchester City
Inggris
Premier League Rilis Empat Dosa Besar Manchester City, Penuh Tipu Muslihat
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Simak 4 temuan utama Premier League dan respons terbaru The Citizens.
Johan Kristiandi - Rabu, 30 September 2026
Premier League Rilis Empat Dosa Besar Manchester City, Penuh Tipu Muslihat
Inggris
Belum Berakhir Kasus Pelanggaran Finansial, Kini Gaji Tinggi Pemain-pemain Manchester City Jadi Sorotan
Simak daftar gaji pemain Manchester City. Erling Haaland menjadi pemain dengan bayaran tertinggi, mencapai £27,3 juta atau sekitar Rp559,65 miliar per tahun.
Arief Hadi - Selasa, 29 September 2026
Belum Berakhir Kasus Pelanggaran Finansial, Kini Gaji Tinggi Pemain-pemain Manchester City Jadi Sorotan
Inggris
Terancam Sanksi Berat, Bos Manchester City Buka Suara
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran Premier League. Chairman Khaldoon Al Mubarak buka suara dan bertekad buktikan kebenaran.
Gazza Roosaryatama - Sabtu, 26 September 2026
Terancam Sanksi Berat, Bos Manchester City Buka Suara
Inggris
Dinyatakan Bersalah, Apa Hukuman yang Dapat Diterima Manchester City?
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Simak potensi hukuman, dari pengurangan poin hingga pencabutan gelar.
Arief Hadi - Jumat, 25 September 2026
Dinyatakan Bersalah, Apa Hukuman yang Dapat Diterima Manchester City?
Inggris
Resmi, Manchester City Dinyatakan Bersalah Langgar 114 Aturan Premier League
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran regulasi Premier League. Sanksi belum diputuskan dan City diperkirakan banding.
Arief Hadi - Jumat, 25 September 2026
Resmi, Manchester City Dinyatakan Bersalah Langgar 114 Aturan Premier League
Inggris
Legenda Klub Sindir Kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe di Manchester United
Eric Cantona mengkritik pandangan Sir Jim Ratcliffe soal imigrasi. Legenda Man United itu menilai sepak bola dibangun dari berbagai gelombang imigrasi.
Arief Hadi - Kamis, 24 September 2026
Legenda Klub Sindir Kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe di Manchester United
Bagikan