Analisis - Aplikasi Tesis Il Maestro, Andrea Pirlo di Juventus

Tesis dengan judul "The Football I Would Like" Andrea Pirlo menyelesaikan lisensi kepelatihan UEFA Pro untuk melatih Juventus
Arief HadiArief Hadi - Kamis, 24 September 2020
Analisis - Aplikasi Tesis Il Maestro, Andrea Pirlo di Juventus
Andrea Pirlo (@juventusfcen)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Cristiano Ronaldo, Aaron Ramsey, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini ada dalam susunan pemain awal Juventus pada Senin (21/09) dini hari WIB melawan Sampdoria di Allianz Stadium. Sorotan kepada Ronaldo tidak lepas, tapi di hari itu kamera lebih fokus ke satu sosok figur legendaris.

Dia berambut gondrong, brewokan, dan paras wajahnya tetap tenang (stay cool) seperti saat ia masih aktif bermain di masa lalu. Anda pasti sudah dapat menebaknya, ya, dia adalah Andrea Pirlo, pelatih Juventus berusia 41 tahun.

Soal usia memang masih lebih senior ketimbang Julian Nagelsmann, pelatih RB Leipzig berusia 33 tahun dan digadang-gadang jadi pelatih top Eropa di masa depan. Namun Pirlo punya metode, filosofi, dan gaya melatihnya sendiri.

Baca Juga:

Utak-atik Formasi Juventus, Andrea Pirlo Butuh Striker Anyar

Andrea Pirlo dan Metodologi Baru di Juventus

Andrea Pirlo Ungkap Alasan Pakai Formasi 5-4-1 dan Rencana untuk Cristiano Ronaldo

Andrea Pirlo

Ditunjuknya Pirlo sebagai pelatih Juve mengejutkan setelah beberapa hari ia melatih Juventus U-23. Pirlo menggantikan Maurizio Sarri. Pirlo tak punya pengalaman melatih sama sekali dan langsung ditunjuk sebagai pelatih Juve dengan target: mempertahankan Scudetto untuk ke-10 kali beruntun.

Sekali pun Pirlo melatih Juventus yang sudah punya mentalitas juara dan meraih sembilan Scudetto beruntun, pengalamannya yang minim akan selalu jadi sorotan. Kendati demikian di laga pertamanya melawan Sampdoria Pirlo sekilas memperlihatkan gambaran bermain timnya sesuai dengan tesis yang dibuatnya.

Tesis Berjudul "The Football I Would Like"

Tesis dengan judul "The Football I Would Like" Andrea Pirlo menyelesaikan lisensi kepelatihan UEFA Pro. Lisensi UEFA Pro dibutuhkan pelatih untuk melatih tim dari Serie B dan juga Serie A, Pirlo mendapatkannya beberapa hari sebelum melatih Juventus.

Tesis itu mendapatkan nilai 107 dari 110 di ujian terakhir, Pirlo menjadi murid kedua yang lulus dengan nilai terbaik setelah eks pelatih Genoa Thiago Motta (nilai 108).

"Tesis Pirlo menganalisis - menggunakan istilah yang ditulis oleh pelatih sendiri - adaptasi 'ke konteks pertandingan yang semakin cair'," tutur pernyataan dari FIGC.

"Dalam sepak bola modern, pada kenyataannya, 'Makna peran sedang berubah. Ini bukan lagi posisi tetap yang mengidentifikasi karakteristik seorang pemain, tetapi lebih dan lebih itu adalah fungsi yang berbeda dan oleh karena itu tugas yang dilakukan seorang pemain di cocok untuk mengidentifikasi dia'."

Permainan Juventus ketika melawan Sampdoria cukup mengidentifikasikan keinginan bermain Pirlo. "Ide pendirian sepak bola saya didasarkan pada keinginan untuk proaktif, bermain dengan penguasaan bola dan menyerang." begitulah Juventus bermain.

Juventus mendominasi penguasaan bola

Juve menang 3-0 dari gol yang dicetak Dejan Kulusevski, Leonardo Bonucci, dan Cristiano Ronaldo dengan penguasaan bola 67 persen, 20 percobaan tendangan dan delapan di antaranya tepat sasaran. Satu hal utama yang membedakan Juve-nya Sarri dengan Pirlo adalah: agresivitas bermain.

Heatmap atau pola pergerakan Juventus yang dimunculkan Whoscored bisa memperlihatkan bagaimana setiap pemain bergerak menjelajah ruang. Pergerakan pemain dinamis dan terus bergerak dalam fase bertahan atau ofensif.

Heatmap pemain Juventus dengan Sampdoria

Pada taktik awal di atas kertas formasi Juve adalah 3-5-2 yang berubah menjadi 3-4-3 ketika menguasai bola dan 4-4-2 ketika kehilangan bola (fase bertahan).

Pada tulisan Nicky Bandini di Guardian, keberanian Pirlo menyuntikkan enerji pemain muda dalam skuad Juve turut memaksimalkan permainan agresif dan mengalir tim. Ketiga pemain itu adalah Kulusevski (20 tahun), Weston McKennie (22 tahun), dan Gianluca Frabotta (21 tahun).

Kulusevski bergerak bebas dengan Ronaldo di lini depan dan mencetak gol pertama dengan membelokkan bola ke kanan gawang Sampdoria. McKennie memberikan enerji bermain di lini tengah, begitu juga Frabotta yang tak kenal lelah menyisir sisi kiri permainan Juventus.

Peran Bebas Aaron Ramsey

"Kisah sukses besar lainnya dari permainan pembuka untuk Juventus ini adalah Aaron Ramsey, yang memberikan penampilan terlengkap sejak bergabung dengan klub - bertukar posisi secara konstan dengan Ronaldo dan Kulusevski di sepertiga akhir," tulis Bandini.

Tidak salah. Ramsey memainkan performa terbaiknya sejak datang dari Arsenal pada 2019 dengan peran gelandang serang, melakukan transisi bermain, mengalirkan bola ke depan.

Gelandang asal Wales menurut Squawka punya catatan 90 sentuhan bola, 52 operan di pertahanan lawan (terbanyak di antara pemain lain), 17 total duel (terbanyak di antara pemain lain), enam kali menciptakan peluang (terbanyak di antara pemain lain), dan melakukan enam tekel (terbanyak di antara pemain lain).

Pentingnya peran Ramsey dalam membantu serangan Juventus

Pada akhirnya Ramsey memberikan assist untuk gol Ronaldo. Pirlo membebaskan Ramsey dari belenggu tugas khusus untuk menjaga penguasaan bola di lini tengah hingga potensinya terlihat.

Ramsey tidak dibebani tugas bertahan karena di belakangnya selalu ada Adrien Rabiot dan Weston McKennie yang jarang terlalu aktif mendekati sepertiga akhir pertahanan lawan.

Pola serangan Juve juga berimbang di sisi sayap (35 persen kiri, 37 persen kanan) dan tengah sebanyak 28 persen. Permainan Juve memang masih inkonsisten di babak kedua karena Claudio Ranieri mengubah pola bermain Sampdoria.

Ramsey juga rajin menjemput bola

Ranieri memasukkan Fabio Quagliarella, Maya Yoshida, dan Gaston Ramirez di babak kedua hingga permainan Sampdoria lebih ofensif ketimbang taktik 4-5-1 di babak pertama. Namun kualitas skuad kedua tim jadi pembeda

"Ini tentang menemukan keseimbangan yang tepat, tapi kami ingin menggunakan talenta sebanyak mungkin," tutur Pirlo selepas laga berakhir.

Laga melawan Sampdoria baru awalan. Meski begitu dari laga tersebut sudah terlihat bagaimana Pirlo mengaplikasikan tesisnya dengan tepat. "Saya ingin bermain sepak bola total dan kolektif, dengan 11 pemain aktif dalam fase ofensif dan defensif."

Berbeda dari Sarri yang lebih lambat mengalirkan bola kendati mendominasi penguasaan bola, sepak bola Pirlo alias Il Maestro lebih mengalir dan 'hidup'.

"Dalam menafsirkan permainan, banyak antusiasme baik dalam penguasaan dan juga saat tidak menguasai bola."

"Perbedaan besar adalah cara kami menyerang permainan dan mengambil inisiatif, mencoba membawa pulang hasil. Melihat pekerjaan beberapa minggu terakhir dan permainan ini, saya pikir itu lebih baik."

"Ada pergerakan yang berbeda, seperti dengan Sarri kami bergerak lebih jauh sebagai sebuah grup di pertahanan, sedangkan dengan Pirlo kami lebih satu lawan satu, memberi kami lebih banyak kebebasan untuk menjadi agresif dan memenangkan bola lebih sering."

"Kami memiliki empat gelandang tengah dengan karakteristik yang tepat untuk bermain seperti ini. Mereka agresif dan juga pandai mengoper bola. Dengan begitu, kami memiliki lebih banyak kualitas dalam penguasaan bola, yang menurut saya berbeda dari musim lalu."

Begitulah Leonardo Bonucci menganalisis perbedaan gaya main Juventus era Sarri dan Pirlo.

Saat ini biarkan Il Maestro menjadi konduktor permainan Juventus dari area teknik. Laga melawan Sampdoria baru awalan dan perjalanan mereka masih panjang.

Breaking News Juventus Analisis Pirlo Andrea Pirlo

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lainnya
Indonesia Berkekuatan 103 Atlet di Asian Para Games 2026, Adaptasi Situasi Nagoya Jadi Kunci
Indonesia mengirim 103 atlet dari 12 cabang olahraga ke Asian Para Games 2026 di Nagoya. Adaptasi lingkungan menjadi fokus sebelum bertanding.
Arief Hadi - Rabu, 14 Oktober 2026
Indonesia Berkekuatan 103 Atlet di Asian Para Games 2026, Adaptasi Situasi Nagoya Jadi Kunci
Klasemen
Klasemen Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 Usai Persib Menang
Persib Bandung kokoh di puncak klasemen Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 setelah menang 1-0 atas The Cong Viettel.
Rizqi Ariandi - Rabu, 14 Oktober 2026
Klasemen Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 Usai Persib Menang
Liga Indonesia
Cara Menonton Gratis dan Link Streaming Persib vs The Cong Viettel, Live di Sini!
Persib Bandung vs The Cong Viettel, matchday 2 Grup E ACL Two 2026/2027, di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (14/10), pukul 19.15 WIB, Live Vision+
Rizqi Ariandi - Rabu, 14 Oktober 2026
Cara Menonton Gratis dan Link Streaming Persib vs The Cong Viettel, Live di Sini!
Liga Indonesia
Eks Ketum The Jakmania Bantah Video Suporter Bawa Stik Baseball Berkaitan dengan Penyerangan Bus Persib
Mantan Ketum The Jakmania memastikan video suporter Persija membawa stik baseball bukan di Batang. Ia meminta publik tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Rizqi Ariandi - Rabu, 14 Oktober 2026
Eks Ketum The Jakmania Bantah Video Suporter Bawa Stik Baseball Berkaitan dengan Penyerangan Bus Persib
Timnas
PSSI Siapkan Opsi Lawan Baru untuk Timnas Indonesia Setelah Timur Tengah Memanas
PSSI membuka opsi mencari lawan alternatif untuk Timnas Indonesia pada FIFA Matchday November 2026 jika situasi keamanan di Timur Tengah tidak kondusif.
Rizqi Ariandi - Rabu, 14 Oktober 2026
PSSI Siapkan Opsi Lawan Baru untuk Timnas Indonesia Setelah Timur Tengah Memanas
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Aston Villa vs Fenerbahce, Live di Sini!
Aston Villa vs Fenerbahce di Liga Champions 2026/2027 live Kamis, 15 Oktober pukul 02.00 WIB. Cek link streaming, prediksi skor, starting XI, dan rekor head to head kedua tim di sini!
Johan Kristiandi - Rabu, 14 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Aston Villa vs Fenerbahce, Live di Sini!
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming AS Roma vs Real Madrid, Live Gratis di SCTV!
AS Roma vs Real Madrid live di SCTV dan Vidio pada 15 Oktober 2026 pukul 02.00 WIB. Cek jadwal, prediksi susunan pemain, dan link streaming Liga Champions di sini!
Johan Kristiandi - Rabu, 14 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming AS Roma vs Real Madrid, Live Gratis di SCTV!
Jadwal
Cara Menonton dan Link Streaming Feyenoord vs Como, Live di Sini!
Link streaming Feyenoord vs Como di Liga Champions 2026/2027 malam ini pukul 23.45 WIB. Cek jadwal pertandingan, prediksi starting XI, head to head, dan cara menonton di sini!
Johan Kristiandi - Rabu, 14 Oktober 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Feyenoord vs Como, Live di Sini!
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Aston Villa vs Fenerbahce: The Villans Belum Pernah Tumbang
Prediksi Aston Villa vs Fenerbahce di Liga Champions 2026/2027, Kamis 15 Oktober pukul 02.00 WIB. Simak prediksi skor, starting XI, head to head, dan link streaming di sini!
Johan Kristiandi - Rabu, 14 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Aston Villa vs Fenerbahce: The Villans Belum Pernah Tumbang
Prediksi
Prediksi dan Link Streaming Feyenoord vs Como: Kondisi I Lariani Tidak Ideal
Prediksi Feyenoord vs Como di Liga Champions 2026/2027. Simak prediksi skor, starting XI, head to head, jadwal, dan link live streaming.
Johan Kristiandi - Rabu, 14 Oktober 2026
Prediksi dan Link Streaming Feyenoord vs Como: Kondisi I Lariani Tidak Ideal
Bagikan