Alasan Pelatih Kedah FA Tak Kecewa Meski Timnya Ditahan Imbang Persela

Kedah FA ditahan imbang Persela Lamongan 2-2.
Tengku SufiyantoTengku Sufiyanto - Selasa, 09 Januari 2018
Alasan Pelatih Kedah FA Tak Kecewa Meski Timnya Ditahan Imbang Persela
Pemain Kedah FA (kiri) saat membayangi pergerakan Fahmi Al Ayyubi. (BolaSkor.com/Kristian Joan)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Kedah FA hanya mampu bermain imbang 2-2 kontra Persela Lamongan, pada laga perdana Suramadu Super Cup (SSC) 2018 di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (8/1) kemarin.

Dalam pertandingan tersebut, Persela unggul terlebih dahulu melalui Agung Pribadi pada menit ke-29. Selanjutnya, Kedah FA menyamakan kedudukan melalui Muhammad Zafuan Azeman pada menit ke-51.

Persela kembali unggul melalui Guntur Triaji pada menit ke-53. Kedah FA pun menyamakan kedudukan melalui Hidhir Idris pada menit ke-76. Skor imbang 2-2.

Pelatih Kedah FA, Ramon Marcote, tak merasa kecewa dengan hasil imbang tersebut. Sebab, SSC 2018 dijadikan sebagai ajang persiapan Kedah FA di kompetisi Liga Super Malaysia musim 2018.

"Bagi saya, yang paling penting adalah progres untuk persiapan tim menuju kompetisi Malaysian Super League," ucap Ramon Marcote.

"Jadi hasil tidak begitu penting. Meski juga Anda tahu, setiap tim tentu ingin menang di setiap pertandingan." tutup pelatih asal Spanyol tersebut.

Di pertandingan lainnya, Persija Jakarta menahan imbang Madura United 2-2. Artinya, semua peserta memiliki poin yang sama yakni satu angka. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)

Kedah fa Persela lamongan

Tengku Sufiyanto

I am a senior sports journalist specializing in football, with nearly 14 years of professional experience in the industry. Throughout my career, I have worked for several leading Indonesian media outlets, including Suara.com, Bola.com, and Indosport.com. I have covered major international sporting events, including the FIFA World Cup 2026, the FIFA U-17 World Cup 2023, the AFC Asian Cup 2023, and the Asian Games 2018. Two of my feature articles have been used as academic references in university research projects: "Exploring the Historical Connection Between PSIM Yogyakarta and the Yogyakarta Sultanate" and "How Persib Ended Dutch Football Hegemony in the City of Bandung."
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan