Alasan Indra Sjafri Jagokan Jerman di Piala Dunia 2018
BolaSkor.com - Penyelenggaraan Piala Dunia 2018 dimulai hari ini, Kamis (14/6). Rusia akan menghadapi Arab Saudi, pada laga pembuka sekaligus pertandingan perdana Grup A Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, pukul 22.00 WIB.
Sejumlah pelaku sepak bola dunia sudah tidak sabar menunggu turnamen sepak bola paling akbar itu digelar. Tak kecuali pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri.
Indra Sjafri menjagokan timnas Jerman sebagai juara di Piala Dunia 2018. Ia pun membeberkan alasannya mengapa menjagokan anak-anak asuhan Joachim Low tersebut.
“Menurut saya Jerman, mereka mempunyai kultur sepakbola dan kompetisi negara yang sangat memungkinkan timnas mereka menjadi kuat,” kata Indra Sjafri.
“Konsistensi federasinya dalam membangun tim nasional dengan pelatih yang sama dengan program jelas, kualitas pelatih Jerman yang punya pengalaman Piala Dunia beberapa kali, dan juga perpaduan antara pemain muda dan senior yang bagus,” tutupnya.
Jerman memang masih menjadi favorit juara Piala Dunia. Der Panzer merupakan juara bertahan Piala Dunia yang direbutnya empat tahun lalu di Brasil.
Toni Kroos dkk. tergabung di Grup F Piala Dunia 2018 bersama Swedia, Korea Selatan, dan Meksiko. Jerman mengalawi laga perdananya menghadapi Meksiko, Minggu (17/6) mendatang.
Tengku Sufiyanto
17.897
Berita Terkait
Pernah Main di Conference League, Bek Incaran Persija Punya Riwayat Cedera
Fajar Fathurrahman Jawab Ekspektasi, Yakin Bersaing dengan Bruno Tubarao
Ivar Jenner dan Bek Brasil yang Main di Conference League Dirumorkan ke Persija
Persija Sepakat Akhiri Kontrak Gustavo Franca
Jurnalis Prancis Kabarkan Eks Bek PSG sedang Komunikasi dengan Persib Bandung
Demi Piala Dunia 2026, Marc-Andre ter Stegen Harus Tinggalkan Barcelona
Berselisih dengan Manajemen Crystal Palace, Oliver Glasner Susul Ruben Amorim dan Enzo Maresca?
Perpanjangan Kontrak Mike Maignan dengan AC Milan Tinggal Tunggu Waktu
Barcelona Tandang ke Real Sociedad dengan Satu Tujuan: Raih Tiga Poin
Final Piala Afrika 2025: Misi Maroko Akhiri Penantian Setengah Abad