Akibat Virus Corona, F1 China Resmi Dibatalkan
BolaSkor.com - Federation Internationale de l'Automobile (FIA) resmi mengeluarkan pembatalan Formula 1 (F1) GP China. Panitia tak ingin mengambil risiko terkait virus corona yang mewabah di Negeri Tirai Bambu tersebut.
F1 GP China rencananya berlangsung di Sirkuit Shanghai pada 19 April 2020. Mepetnya jadwal serta virus corona yang belum teratasi membuat panitia akhirnya membatakan balapan Jet Darat tersebut.
“Dikarenakan penyebaran virus corona yang masih berlanjut, dan setelah berdiskusi dengan Federasi Olahraga Balap China (CAMF) dan Badan Administrasi Olahraga Shanghai, maka promotor secara resmi meminta balapan F1 di China untuk ditunda," tulis FIA dalam pernyataan di situs resmi mereka.
Baca Juga:
Ross Brawn: "Lewis Hamilton Pembalap Terkuat Kurun Waktu 15 Tahun Terakhir"
Petronas Pemasok Bahan Bakar Moto3 dan Moto2, Ekspansi Malaysia di Motorsport Semakin 'Mengerikan'
“FIA, bersama Formula 1, sudah memutuskan untuk menerima permintaan promotor dan menunda balapan yang semula dijadwalkan pada 19 April."
Sebelumnya, Formula E sudah memastikan membatalkan balapan di Sirkuit Sanya. Jadwal Formula 1 dan E hanya berjarak tiga minggu.
Andhika Putra
8.253
Berita Terkait
Marc Klok Cedera, Persib Pulangkan Dedi Kusnandar
Persembahkan Kemenangan untuk Mettu Dwaramury, Owen Rahadiyan Ingatkan Persipura Fokus Persaingan Promosi
Konsistensi Bandung bjb Tandamata Diuji JPE di Awal Putaran Kedua Proliga 2026
Persija Menang atas Persita, Mauricio Souza Sebut Fisik Pemain Lawan Sulitkan Macan Kemayoran
Diky Soemarno Sebut Kehadiran The Jakmania di Tangerang Sebagai Sebuah Sejarah
Tanpa Influencer, 26 Warriors Siap Panaskan Prime Kumite Championship 3 di Jakarta
7 Catatan Statistik Menarik Duel Leeds United vs Arsenal: The Gunners Nyaman di Elland Road
3 Pemain yang Ingin Direkrut AC Milan Jelang Penutupan Bursa Transfer Musim Dingin 2026
Jadwal AC Milan: Lawan Tampil di Kompetisi Eropa, Rossoneri Baru Bertanding pada Rabu (4/2)
Superkomputer Prediksi Juara Premier League: Peluang Arsenal Lebih dari 80 Persen