Adelmund Cerita Pengalaman Mengesankan, Mengejutkan, dan Menyeramkan di Indonesia

Bek asal Belanda, Kristian Adelmund, menceritakan segala pengalaman yang didapat selama berkiprah di sepak bola Indonesia. Salah satu yang menarik adalah soal sperma.
Frengky AruanFrengky Aruan - Selasa, 30 Januari 2018
Adelmund Cerita Pengalaman Mengesankan, Mengejutkan, dan Menyeramkan di Indonesia
Kristian Adelmund. (thepicta.com)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Bek asal Belanda, Kristian Adelmund, menceritakan segala pengalaman yang didapat selama berkiprah di sepak bola Indonesia. Salah satu yang menarik adalah soal sperma.

Pengalamannya disampaikan dalam sebuah percakapan dengan Vice Sports Belanda. Bek berusia 30 tahun itu mengawali ceritanya mulai dari karier junior di Feyenoord sebelum merapat ke tim muda Sparta, di mana dirinya punya kebiasaan buruk seperti keluar malam, bersama wanita, merokok serta mabuk.

Kristian Adelmund melanjutkan kariernya di VV Capelle dan kemudian mendapat telepon dari Lorenzo Rimkus terkait keinginan agen Indonesia mendatangkan tiga pemain Belanda untuk klub PSIM Yogyakarta.

PSIM menjadi klub pertama bek kelahiran Rotterdam itu. Ia turut menceritakan mendapat uang setumpuk dan laga di pulau Sumatera yang harus ditempuh dua jam penerbangan dan sepuluh jam jalur darat. Termasuk soal kekhawatiran di dalam bus yang membuat tak bisa memejamkan mata, teroris, dan gempa dahsyat yang terjadi.

Kristian Adelmund setelah itu mendapat tawaran dari Persepam Madura United. Ia juga mengungkapkan pengalaman melihat bos klub lawan membawa pistol.

Pengalaman indah baru didapatkan saat bergabung ke PSS Sleman. Ia merasakan bermain di hadapan 35 ribu penonton dan begitu terkesan dengan atmosfer termasuk ritual yang disebut indah.

"Mereka bertanya apakah saya mau pulang bersama. Itu terjadi cukup sering bahwa wanita menawari uang untuk sperma saya. Untuk hal itu, Anda bisa mendapatkan 50-100 ribu euro. Saya kadang-kadang bercanda, 'Jika saya berada di dalam lubang, setidaknya saya tahu satu cara lagi untuk menghasilkan uang'," tulis Vice Sports Belanda.

Kristian Adelmund juga menceritakan bagaimana derby Yogyakarta saat PSS Sleman berjumpa mantan sekaligus klub pertamanya di Indonesia, PSIM Yogyakarta.

Bek Belanda itu sempat bergabung ke Persela Lamongan. Namun akhirnya memutuskan balik ke Belanda setelah melakukan pemutusan kontrak lantaran sakit yang diderita ayahnya. Kini ia bekerja di sebuah toko mebel.

Kristian adelmund

Berita Terkait

Bagikan