Ada Keresahan Gigi Dall’Igna di Balik Persetujuan Ducati

Bos Ducati sempat merasa bimbang sebelum memberikan persetujuan sistem konsesi musim 2024.
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Rabu, 27 Desember 2023
Ada Keresahan Gigi Dall’Igna di Balik Persetujuan Ducati
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:


BolaSkor.com – Bos Ducati, Gigi Dall'Igna mengaku sempat merasa bimbang sebelum memberikan persetujuan sistem konsesi musim 2024. Pasalnya Ducati merasa sistem tersebut turut menguntungkan pabrikan Eropa lainnya.

Sebagai informasi, Dorna Sports sempat mengumumkan sistem konsesi baru yang akan diberlakukan pada musim 2024. Dalam sistem ini nantinya setiap pabrikan akan terbagi ke dalam empat grade tergantung dari persentase poin yang didapatkan.

Berdasarkan pembagian, Ducati nantinya akan ditempatkan dalam grade A. Artinya tim yang bermarkas di Borgo Panigale ini akan mendapat batasan dalam melakukan uji coba, pemakaian mesin, dan tidak mendapatkan jatah Wild card.

Sementara Yamaha dan Honda yang memiliki poin terkecil akan ditempatkan di grade paling bawah, yakni D. Dalam grade ini, kedua pabrikan Jepang itu mendapat kebebasan dalam melakukan uji coba, pemakaian mesin, dan diberikan jatah Wild card lebih banyak.

Namun yang menjadi masalah dari sistem konsesi ini adalah penempatan dua pabrikan Eropa lainnya, KTM dan Aprilia. Kedua tim tersebut dikabarkan akan ditempatkan di grade C,

Dalam grade C, nantinya Aprilia dan KTM akan mendapatkan perlakuan serupa dengan Ducati. Perbedaannya mereka diperbolehkan mendapat jatah enam Wild card dan memakai ban uji coba sebanyak 220 unit.

Hal ini jelas membuat Ducati terasa dipojokkan. Mereka tidak terima jika pabrikan Eropa lain mendapat keuntungan yang hampir sama seperti pabrikan Jepang.

“Jujur saya tidak melihat dengan cara yang sama jika kita juga memberikan keuntungan kepada Aprilia dam KTM dibandingkan tim kami, yakni pabrikan yang meraih kemenangan di musim ini atau memperjuangkannya untuk memenangkan balapan,” jelas Dall’Igna dilansir dari speedweek.com.

“Bagi saya ini terlihat aneh. Jadi saya jelas tidak setuju dengan membuat status konsesi pada mereka (KTM dan Aprilia),” tambahnya.

Namun demi menolong Yamaha dan Honda, tim yang berciri khas warna merah ini memilih untuk mengesampingkan masalah tersebut. Walau terasa berat, Ducati memutuskan untuk menyetujui sistem konsesi ini.

“Ya sudah disepakati karena kita merupakan bagian dari pertunjukkan di sini dan kita juga percaya menolong pabrikan Jepang lebih penting dibandingkan memprotes sistem konsesi untuk KTM dan Aprilia,” kata Dall'Igna.

“Pada akhirnya bagaimanapun kita harus menemukan solusi. Intinya kita di sini untuk memperlihatkan pertunjukkan dan jika pertunjukkan itu sangat bagus, semua orang dapat merasa lebih baik,” tutupnya.

Penulis: Bintang Rahmat

Motogp
Ditulis Oleh

Yusuf Abdillah

Posts

9.956

Berita Terkait

MotoGP
Debut di MotoGP 2026, Toprak Razgatlioglu Disebut Sebagai 'The Next Casey Stoner'
Juara World Superbike (WSBK) tiga kali, Toprak Razgatlioglu, akan melakoni debut di MotoGP 2026.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 03 Januari 2026
Debut di MotoGP 2026, Toprak Razgatlioglu Disebut Sebagai 'The Next Casey Stoner'
MotoGP
5 Rekor Valentino Rossi yang Bisa Dipecahkan Marc Marquez di MotoGP 2026
Setidaknya ada lima rekor milik Valentino Rossi yang bisa dipecahkan Marc Marquez pada MotoGP 2026.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 03 Januari 2026
5 Rekor Valentino Rossi yang Bisa Dipecahkan Marc Marquez di MotoGP 2026
MotoGP
Marc Marquez Ungkap 3 Nama Pesaing Terberat di MotoGP 2026
Juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, mengungkapkan sejumlah nama yang akan menjadi pesaing terberatnya pada 2026.
Yusuf Abdillah - Jumat, 02 Januari 2026
Marc Marquez Ungkap 3 Nama Pesaing Terberat di MotoGP 2026
MotoGP
CEO Aprilia Pede Marco Bezzecchi Bisa Bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP 2026, Siap Runtuhkan Dominasi Ducati
CEO Aprilia, Massimo Rivola, percaya diri bahwa timnya bisa meruntuhkan dominasi Ducati pada MotoGP 2026 mendatang.
Tengku Sufiyanto - Selasa, 30 Desember 2025
CEO Aprilia Pede Marco Bezzecchi Bisa Bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP 2026, Siap Runtuhkan Dominasi Ducati
MotoGP
Di MotoGP 2026, Alex Marquez Adalah Rival Marc Marquez, Bukan Adik-Kakak
Keduanya melewati musim 2025 secara gemilang dengan finis di posisi pertama dan kedua.
Tengku Sufiyanto - Jumat, 26 Desember 2025
Di MotoGP 2026, Alex Marquez Adalah Rival Marc Marquez, Bukan Adik-Kakak
MotoGP
Hasil MotoGP Valencia 2025: Marco Bezzecchi Tutup Musim dengan Kemenangan
Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi memenangi MotoGP Valencia 2025 yang digelar di Sirkuit Ricardo de Tormo.
Yusuf Abdillah - Minggu, 16 November 2025
Hasil MotoGP Valencia 2025: Marco Bezzecchi Tutup Musim dengan Kemenangan
MotoGP
Hasil MotoGP Portugal 2025: Marco Bezzecchi Terdepan Asapi Alex Marquez, Pecco Bagnaia Lagi-lagi Gagal Finis
Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, sukses memenangi balapan utama MotoGP Portugal 2025.
Yusuf Abdillah - Minggu, 09 November 2025
Hasil MotoGP Portugal 2025: Marco Bezzecchi Terdepan Asapi Alex Marquez, Pecco Bagnaia Lagi-lagi Gagal Finis
MotoGP
Hasil MotoGP Malaysia 2025: Alex Marquez Juara, Pecco Bagnaia Gagal Finis
Disusul Pedro Costa di posisi kedua.
Tengku Sufiyanto - Minggu, 26 Oktober 2025
Hasil MotoGP Malaysia 2025: Alex Marquez Juara, Pecco Bagnaia Gagal Finis
MotoGP
Hasil MotoGP Australia 2025: Raul Fernandez Raih Kemenangan Perdana, Pecco Bagnaia Masih Terpuruk
Juara dunia Moto3 Junior 2018 itu meraih kemenangan perdananya di kasta tertinggi kompetisi balap motor dunia.
Tengku Sufiyanto - Minggu, 19 Oktober 2025
Hasil MotoGP Australia 2025: Raul Fernandez Raih Kemenangan Perdana, Pecco Bagnaia Masih Terpuruk
MotoGP
Jadwal dan Link Streaming MotoGP Australia 2025 Minggu 19 Oktober, Balapan Sedang Berlangsung
MotoGP Australia 2025 tetap seru memperlihatkan pertarungan Alex Marquez dan Francesco Bagnaia untuk memperebutkan posisi kedua.
Tengku Sufiyanto - Minggu, 19 Oktober 2025
Jadwal dan Link Streaming MotoGP Australia 2025 Minggu 19 Oktober, Balapan Sedang Berlangsung
Bagikan