BolaSkor.com - Chief executive AC Milan, Marco Fassone, menilai keputusan UEFA melarang Il Diavolo Rosso berlaga di kompetisi Eropa selama dua tahun tidak adil. Fassone mengaku akan menempuh segala cara untuk membatalkan hukuman tersebut.
AC Milan diambil alih oleh konsorium yang dipimpin pengusaha asal China, Li Yonghong. Pada beberapa bulan awal kepemimpinannya semua berjalan dengan lancar.
Rossoneri memboyong 11 pemain anyar seperti Leonardo Bonucci, Andre Silva hingga Hakan Calhanoglu. Beberapa di antaranya ditebus dengan harga yang jauh dari kata murah.
Namun, keputusan tersebut berbuah petaka. Berdasarkan investigasi yang dilakukan UEFA, AC Milan terbukti melanggar peraturan financial fair play (FFP).
Akibatnya, UEFA mengambil tindakan tegas dengan menghukum AC Milan tak boleh berlaga di kompetisi Eropa selama dua tahun. Itu artinya, skuat asuhan Gennaro Gattuso tersebut baru dapat berlaga di Liga Champions atau Liga Europa pada musim 2019-2020.
Fassone menilai hukuman yang diberikan UEFA tersebut tidak berdasar. Pria asal Italia tersebut mengaku akan membawa masalah ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
"Kami menganggap keputusan UEFA tidak adil. Saya berharap CAS akan melihat hal-hal yang berbeda dan kami akan berjuang sampai akhir untuk membatalkan hukuman," tegas Fassone seperti dilansir Soccerway.
Pada musim 2017-2018, AC Milan finis pada posisi keenam dengan 64 poin. Dengan hukuman tersebut, klub yang identik dengan warna merah-hitam itu akan absen pada Liga Europa 2018-2019.