7 Transfer Musim Dingin Terburuk Sepanjang Masa

Arief HadiArief Hadi - Minggu, 14 Januari 2024
7 Transfer Musim Dingin Terburuk Sepanjang Masa
Afonso Alves (Twitter)

BolaSkor.com - Selalu ada cerita menarik tiap kali bursa transfer pemain dibuka, baik itu pada musim panas atau musim dingin yang dibuka pada setiap Januari. Sejarah pun mencatatkan banyak catatan dari bursa transfer musim dingin.

Mulai dari pemain yang masuk kategori berhasil karena meningkatkan performa tim, beradaptasi cepat, juga dengan transfer mahal yang biasanya terjadi pada musim panas. Selain itu, ada juga transfer pemain flop (gagal).

Transfer terburuk itu terjadi karena pemain tak banyak memberikan kontribusi untuk klub barunya, parahnya lagi tak tampil sebaik dengan klub sebelumnya.

Baca Juga:

Jadon Sancho dan Tabiat Manchester United Meminjamkan Pemain Bermasalah

Alasan Antony Melempem di Manchester United

Kesepakatan Tercapai, Berikut Detail Transfer Jadon Sancho ke Dortmund

Berikut sederet nama-nama yang menjadi transfer musim dingin terburuk sepanjang masa.

1. Henrikh Mkhitaryan dan Alexis Sanchez - Barter Pemain (2018)

Barter pemain tak selamanya berjalan baik meski pun itu melibatkan nama dan klub besar. Itu terjadi pada Januari 2018 ketika Alexis Sanchez ke Manchester United dari Arsenal, sementara Arsenal mendapatkan Henrikh Mkhitaryan.

Performa keduanya sama-sama tidak bagus dengan klub baru mereka, terutamanya Sanchez yang menerima gaji tinggi di Man United dan pada akhirnya dari 32 laga liga ia hanya mencetak tiga gol.

Alexis Sanchez pindah ke Inter Milan pada 2019 dan kemudian pindah permanen ke Italia. Ia di sana hingga 2022, lalu ke Olympique Marseille, dan kini kembali ke Inter. Uniknya, pemain berusia 35 tahun main bareng Mkhitaryan di Inter.

2. Thomas Gravesen - Real Madrid (2005)

Julian Faubert bukan satu-satunya pemain flop, sebab Real Madrid pernah merekrut pemain yang pada akhirnya mengalami kesulitan di klub yakni Thomas Gravesen.

Dia diboyong dari Everton pada Januari 2005 dan jadi pembelian panik Madrid untuk posisi gelandang bertahan.

Pada awalnya Gravesen mencetak gol lawan Espanyol, tapi lambat laun jarang bermain setelah Vanderlei Luxemburgo dipecat. Pun demikian ketika Lopez Caro menerima palu pemecatan juga di Madrid.

Nasib semakin tak membaik untuk Gravesen setelah ia mematahkan gigi Ronaldo Nazario di sesi latihan, serta terlibat keributan dengan Robinho di sesi latihan. Gravesen pun dijual ke Celtic pada Agustus 2006.

3. Andy Carroll - Liverpool (2011)

Liverpool memecahkan rekor transfer klub ketika memboyong Andy Carroll dari Newcastle United sebesar 35 juta poundsterling pada 2011. Klub mengontraknya selama lima tahun setengah.

Namun, cedera menerjangnya dan ia menanti sebulan sebelum memainkan debutnya lawan Manchester United.

Seiring berjalannya waktu performa Carroll tidak sama seperti saat membela Newcastle, ia kesulitan beradaptasi dengan gaya main Liverpool. 18 bulan bertahan di Liverpool, Carroll mencetak 11 gol dari 58 laga.

Carroll pun bermain di West Ham United, Newcastle, Reading, West Bromwich Albion, dan kini membela Amiens pada usia 35 tahun.

4. Philippe Coutinho - Barcelona (2018)

Januari 2018, Barcelona mengeluarkan total uang 142 juta poundsterling untuk merekrut Philippe Coutinho dari Liverpool. Drama mewarnai kepergiannya dari Liverpool sampai fans membakar jersey pemain asal Brasil tersebut.

Coutinho bertahan hingga 2022 tapi ia sepenuhnya kesulitan dalam periode itu menampilkan performa terbaiknya. Inkonsistensi bermain hingga cedera menyulitkannya hingga Coutinho sempat dipinjamkan ke Bayern Munchen.

Pada akhirnya pemain berusia 31 tahun kembali ke Premier League, bermain untuk Aston Villa pada 2022, kemudian pada 2023 dipinjamkan ke Al-Duhail.

5. Fernando Torres - Chelsea (2011)

Bagi fans Chelsea, mereka melupakan flop atau kegagalan Fernando Torres untuk mengulangi performanya seperti saat membela Liverpool, sebab Torres berandil besar dalam mengakhiri penantian titel Liga Champions The Blues dengan golnya ke gawang Barcelona.

Dari sisi raihan trofi Torres sukses dengan Chelsea, tapi dari performa individu tidak demikian. Chelsea merekrutnya pada Januari 2011 sebesar 50 juta poundsterling dari Liverpool.

11 gol dari 49 laga di musim pertama dengan Chelsea, serta 22 gol dari 64 laga tidak cukup meyakinkan. Torres pun dipinjamkan ke AC Milan dan Atletico Madrid sebelum hengkang secara permanen. Terakhir pada 2019 Torres bermain di Sagan Tosu sebelum pensiun.

6. Juan Cuadrado - Chelsea (2015)

Kala Chelsea merekrut Juan Cuadrado dari Fiorentina, ia mendapatkan sorotan besar karena talentanya dalam mendribel bola di sisi sayap, terlebih pemain asal Kolombia dapat bermain di semua sisi sayap.

Chelsea mengeluarkan 23,3 juta poundsterling dan meminjamkan Mohamed Salah. Pada akhirnya, Cuadrado tak bersinar di Chelsea era Jose Mourinho, menjadi penghangat bangku cadangan, dan dipinjamkan kembali ke Juventus.

Kontraknya dipermanenkan di Juventus dan ia bermain di sana dari 2015 hingga 2023, saat ini membela Inter pada usia 35 tahun.

7. Afonso Alves - Middlesbrough (2008)

Betapa cepat karier seorang pemain berubah drastis. Afonso Alves jadi buah bibir di Eropa kala mencetak 45 gol dari 39 laga bersama Heerenveen di Eredivisie. Middlesbrough memenangi servisnya pada Januari 2008 dengan banderol 12,7 juta poundsterling.

Pergantian itu tak berjalan baik untuk penyerang asal Brasil. Alves hanya mencetak empat gol dan The Boro degradasi. Sejak saat itu Middlesbrough tak pernah lagi bermain di Premier League. Alves tak lagi terdengar sejak terakhir membela Al-Gharafa pada 2013.

Trivia Sepak Bola Bursa transfer Manchester United Liverpool Alexis Sanchez
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Posts

12.103

Bagikan