7 Pelatih Terbaik Dunia Sepanjang Tahun 2023

Pelatih-pelatih terbaik dunia pada 2023.
Arief HadiArief Hadi - Senin, 01 Januari 2024
7 Pelatih Terbaik Dunia Sepanjang Tahun 2023
Pep Guardiola (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - 2023 telah berlalu dan begitu banyak kejadian menarik sepanjang tahun pada agenda sepak bola internasional. Selain agenda sepak bola dalam bentuk turnamen, ada juga figur-figur sepak bola yang menarik perhatian.

Figur itu adalah peran pelatih dalam meramu taktik dan menyatukan berbagai macam pemain, dengan latar belakang, peran, hingga gaya main berbeda, menjadi satu kesatuan yang kuat di satu klub.

Kiper, bek, gelandang, dan penyerang punya peran masing-masing. Tidak mudah menyatukan mereka ke dalam satu permainan yang kompak, kolektif, terutamanya untuk meraih sukses.

Baca Juga:

Manchester City 2-0 Sheffield Utd: The Citizens Menang Mudah di Ujung Tahun

Mikel Arteta Bicara Strategi Transfer Arsenal pada Januari 2024

Catatan Unik Pemuncak Klasemen Premier League pada Hari Natal

Pada 2023 ada tujuh pelatih yang dirangkum BolaSkor masuk ke dalam kategori pelatih top dunia. Dibantu dengan data dari IFFHS (Federasi Internasional Sejarah Sepak Bola dan Statistik), berikut tujuh nama tersebut.

1. Pep Guardiola (Manchester City)

Tak perlu dipertanyakan lagi kualitas pelatih yang satu ini. Pep Guardiola, 52 tahun, salah satu pelatih top di dunia dengan filosofi sepak bola ofensif serta variasi bermain dalam taktik yang digunakannya.

Sudah melatih Manchester City sejak 2016, Guardiola masuk sejarah klub kala meraih treble winners pada 2023 dan menjuarai Premier League untuk tiga kali beruntun. Itu jadi treble winners keduanya setelah pertama ia dapat dengan Barcelona.

Guardiola menjadikan The Citizens sebagai tim yang dominan di Inggris, serta disegani di Eropa.

2. Carlo Ancelotti (Real Madrid)

Pelatih asal Italia yang sudah 'kenyang' dengan kesuksesan besar di Eropa, bersama AC Milan, Paris Saint-Germain (PSG), Bayern Munchen, dan terutamanya dengan Real Madrid selama dua periode Carlo Ancelotti melatih.

Pada usia 64 tahun, Ancelotti masih menempati daftar atas pelatih-pelatih top dunia. Ancelotti mampu meleburkan pemain Madrid dengan regenerasi skuad yang berisikan Jude Bellingham, Edouardo Camavinga, Rodrygo, Vinicius, dan Aurelien Tchouameni.

Generasi pemuda berbakat itu dibantu dengan pemain-pemain senior seperti Luka Modric, Toni Kroos, Thibaut Courtois, hingga Lucas Vazquez. Pada 2023, Ancelotti membawa Madrid memenangi Copa del Rey dan saat ini tim dalam perburuan titel LaLiga, Copa del Rey, hingga Liga Champions.

3. Jurgen Klopp (Liverpool)

Mulai melatih Liverpool sejak 2015, membangkitkan raksasa tidur hingga The Reds kembali disegani. Jurgen Klopp sudah mempersembahkan titel Piala Liga, Piala FA, Liga Champions, hingga mengakhiri penantian 30 tahun trofi liga.

Pada musim 2022-2023 Liverpool inkonsisten, tetapi dalam kurun waktu setahun Liverpool dibangkitkannya kembali dan bertarung di seluruh trofi. Tak diragukan lagi, tanpa Klopp Liverpool tidak akan sebagus saat ini.

4. Didier Deschamps (Timnas Prancis)

Legenda sepak bola Prancis melatih timnas sejak 2012 dan saat ini mereka menempati peringkat dua ranking FIFA. Peran Didier Deschamps sangat besar, khususnya dalam mengorbitkan pemain-pemain muda yang dikombinasikan dengan pemain senior.

Prancis, di bawah arahan Deschamps, dapat bermain efektif dan juga menghibur. Ia sudah memberikan satu titel Piala Dunia, UEFA Nations League, serta dua kali membawa Prancis ke final Piala Dunia serta Piala Eropa.

5. Luciano Spalletti (Napoli/Timnas Italia)

Saat ini melatih timnas Italia, tetapi pada musim 2022-2023 Luciano Spalletti membawa Napoli juara Serie A untuk kali pertama sejak 1990. Tidak mudah melakukannya dengan rival seperti Inter Milan, AC Milan, dan Juventus.

Kendati demikian, Spalletti mampu menyuguhkan permainan indah di Napoli serta mengorbitkan nama-nama seperti Khvicha Kvaratskhelia, Victor Osimhen, hingga Kim Min-jae (kini di Bayern Munchen).

6. Lionel Scaloni (Timnas Argentina)

Kesuksesannya terjadi pada penghujung 2022 dengan membawa timnas Argentina juara Piala Dunia, mengakhiri penantian trofi dan memiliki Lionel Messi dalam skuadnya. Lionel Scaloni, pelatih minim pengalaman, melakukan hal yang tak dapat dilakukan pendahulunya.

Hingga 21 Desember 2023 Albiceleste merupakan tim peringkat satu dunia. Scaloni juga memiliki keseimbangan dalam skuad Argentina, dari lini belakang hingga depan. Pada 2024 Argentina membidik trofi Copa America.

7. Simone Inzaghi (Inter Milan)

Baru melatih Inter Milan pada 2021, Simone Inzaghi sudah memberikan dua titel Coppa Italia (2022 dan 2023) serta dua Piala Super Italia (2021 dan 2022). Pada musim 2022-2023, Inter juga dibawanya ke final Liga Champions.

Setia dengan taktik tiga bek pada varian 3-5-2, Inter sulit ditaklukkan lawan-lawannya dan memiliki transisi bermain yang bagus. Il Nerazzurri musim ini kembali jadi pesaing Scudetto.

Trivia Sepak Bola Jurgen Klopp Pep Guardiola Lionel Scaloni

Arief Hadi

Sports Journalist & Tactical Analyst. 10+ years of experience (ex-PanditFootball, BolaTotal, FourFourTwo, Fox Sports, 90min). Manchester United loyalist since 2004. Passionate about tactical breakdowns, gaming, and cinema. Exploring the world of football, one tweet at a time.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Ragam
Prediksi, 3 Kandidat Utama Pemenang Ballon d'Or 2026
Prediksi Ballon d'Or 2026 mengerucut pada Lamine Yamal, Kylian Mbappe, dan Harry Kane. Simak performa serta peluang ketiganya meraih trofi.
Arief Hadi - Senin, 26 Oktober 2026
Prediksi, 3 Kandidat Utama Pemenang Ballon d'Or 2026
Spanyol
Barcelona atau Real Madrid, Jurgen Klopp Ungkap Tim yang Didukungnya Jelang El Clasico
Bukan Real Madrid, Jurgen Klopp justru menjagokan Barcelona jelang El Clasico. Apa alasan mantan pelatih Liverpool itu lebih memilih Blaugrana?
Arief Hadi - Jumat, 23 Oktober 2026
Barcelona atau Real Madrid, Jurgen Klopp Ungkap Tim yang Didukungnya Jelang El Clasico
Ragam
Segala Hal yang Perlu Diketahui pada Laga Real Madrid vs RB Leipzig
Real Madrid vs RB Leipzig di Liga Champions 22 Oktober 2026. Simak jadwal, lokasi pertandingan, kondisi tim, duel Mbappe-Nkunku, dan siaran langsung Vidio.
Arief Hadi - Rabu, 21 Oktober 2026
Segala Hal yang Perlu Diketahui pada Laga Real Madrid vs RB Leipzig
Ragam
5 Hal Menarik yang Harus Diperhatikan dari Laga Bayern Munchen vs Arsenal
Bayern Munchen vs Arsenal tersaji pada pekan ketiga Liga Champions 2026-2027. Simak 5 hal menarik, rekor pertemuan, Harry Kane, dan Bukayo Saka.
Arief Hadi - Rabu, 21 Oktober 2026
5 Hal Menarik yang Harus Diperhatikan dari Laga Bayern Munchen vs Arsenal
Ragam
Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Laga Besar Liga Champions PSG vs Barcelona
PSG vs Barcelona tersaji pada pekan ketiga Liga Champions 2026-2027. Simak 5 hal penting, performa tim, duel Dembele vs Yamal, dan adu taktik pelatih.
Arief Hadi - Selasa, 20 Oktober 2026
Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Laga Besar Liga Champions PSG vs Barcelona
Ragam
3 Calon Pelatih Baru Manchester United jika Michael Carrick Dipecat
Michael Carrick terancam dipecat setelah start buruk Manchester United. Simak tiga kandidat penggantinya: Antonio Conte, Eddie Howe, dan Nagelsmann.
Arief Hadi - Senin, 12 Oktober 2026
3 Calon Pelatih Baru Manchester United jika Michael Carrick Dipecat
Liga Champions
Di Bawah Bayang-bayang Skandal Keuangan, Pep Guardiola Hadir pada laga Manchester City vs PSG
Pep Guardiola kembali ke Etihad untuk menyaksikan Man City vs PSG. Ia hadir setelah klub dinyatakan bersalah dalam kasus pelanggaran aturan finansial.
Arief Hadi - Kamis, 08 Oktober 2026
Di Bawah Bayang-bayang Skandal Keuangan, Pep Guardiola Hadir pada laga Manchester City vs PSG
Inggris
Breaking News: Pep Guardiola Kembali ke Manchester City
Pep Guardiola akan kembali ke Etihad Stadium untuk menyaksikan Man City vs PSG. Simak alasan Guardiola kembali dan sikapnya soal kasus 115 dakwaan City.
Johan Kristiandi - Kamis, 08 Oktober 2026
Breaking News: Pep Guardiola Kembali ke Manchester City
Sosok
Analisis: Mengapa Prancis Harus Membangun Kekuatan Lini Tengah di Sekitar Bintang Como, Lucas da Cunha
Lucas da Cunha tampil impresif meski melakukan kesalahan kontra Italia. Simak alasan Prancis perlu membangun lini tengah di sekitar bintang Como itu.
Arief Hadi - Senin, 05 Oktober 2026
Analisis: Mengapa Prancis Harus Membangun Kekuatan Lini Tengah di Sekitar Bintang Como, Lucas da Cunha
Prediksi
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Yunani vs Jerman: Ethniki Bukan Lawan yang Dapat Diremehkan
Yunani menjamu Jerman di UEFA Nations League. Simak prediksi skor, kabar tim, H2H, susunan pemain, jadwal, dan link live streaming.
Arief Hadi - Minggu, 04 Oktober 2026
Prediksi Skor dan Link Live Streaming Yunani vs Jerman: Ethniki Bukan Lawan yang Dapat Diremehkan
Bagikan