BolaSkor.com - Piala Dunia 2026 tidak hanya akan menghadirkan persaingan antarnegara, tetapi juga sejumlah kisah keluarga yang menarik perhatian.
Salah satunya adalah kehadiran tujuh pasang saudara kandung yang akan ambil bagian dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di kolong langit.
Baca Juga:
5 Pemain Berstatus Bintang yang Baru Akan Jalani Debut di Piala Dunia
6 Rekor yang Bisa Dipecahkan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026
Kisah Kakak Beradik Dua Negara, Guela dan Desire Doue Menempuh Jalan Berbeda Menuju Piala Dunia
Menariknya, hanya tiga pasangan yang akan bermain untuk tim nasional yang sama. Empat pasangan lainnya justru akan membela negara yang berbeda, meski berasal dari keluarga yang sama.
Fenomena ini menjadi salah satu cerita unik yang menambah warna pada Piala Dunia edisi kali ini.
Kakak Beradik Satu Tim
Leandro dan Juninho Bacuna (Curacao)

Leandro Bacuna dan Juninho Bacuna, dua bersaudara yang menjadi bagian penting dari perjalanan bersejarah Curacao menuju Piala Dunia.
Leandro, sang kakak, telah lama menjadi andalan tim nasional Curacao. Sementara itu, Juninho juga memperkuat tim setelah meniti karier profesional di Eropa.
Kehadiran keduanya memberikan sentuhan istimewa dalam momen bersejarah bagi sepak bola Curacao.
Theo dan Lucas Hernandez (Prancis)

Prancis memiliki pasangan saudara paling terkenal dalam daftar ini, yakni Theo Hernandez dan Lucas Hernandez.
Keduanya telah lama berkiprah di level tertinggi sepak bola Eropa dan menjadi bagian penting dari skuad Prancis dalam berbagai turnamen besar beberapa tahun terakhir.
Laros dan Deroy Duarte (Cape Verde)

Pasangan ketiga yang membela negara yang sama adalah Laros Duarte dan Deroy Duarte dari Cape Verde.
Kehadiran mereka juga memiliki makna khusus karena Cape Verde tengah bersiap menjalani debut bersejarah di Piala Dunia.
Sebagai dua pemain yang beroperasi di lini tengah, Laros dan Deroy membawa ikatan keluarga ke dalam salah satu momen paling penting dalam sejarah sepak bola negara mereka.
Kakak Beradik, Beda Tim
Harry dan John Souttar (Australia dan Skotlandia)

Salah satu contoh paling menarik adalah Harry Souttar dan John Souttar. Meski bersaudara, Harry memilih membela Australia, sedangkan John memperkuat Skotlandia.
Kisah mereka menunjukkan bagaimana latar belakang keluarga, tempat lahir, dan aturan kelayakan internasional dapat mengarahkan dua saudara menuju perjalanan sepak bola yang berbeda.
Desire dan Guela Doue (Prancis dan Pantai Gading)

Desire dan Guela Doue (espn)
Pasangan lainnya adalah Desire Doue dan Guela Doue. Desire memperkuat Prancis, sementara Guela memilih membela Pantai Gading.
Keduanya juga sudah terbiasa melawan satu sama lain di tingkat domestik. Desire telah tumbuh besar sebagai salah satu ujung tombak Paris Saint-Germain (PSG).
Sementara Guela saat ini meniti karier sebagai palang pintu RC Strasbourg.
Nico dan Inaki Williams (Spanyol dan Ghana)

Fenomena serupa juga terlihat pada Nico Williams dan Inaki Williams. Nico tampil untuk Spanyol, sedangkan Inaki membela Ghana.
Keduanya menjadi salah satu contoh paling dikenal dalam sepak bola modern.
Nico dan Inaki Williams sama-sama lahir di Spanyol. Namun Inaki memilih membela Ghana untuk memenuhi wasiat kakek mereka, serta gagal menembus timnas Spanyol.
Derick Luckassen dan Brian Brobbey (Ghana dan Belanda)

Luckassen dan Brobbey menjadi pasangan saudara tiri kedua yang bakal tampil di Piala Dunia setelah Kevin-Prince dan Jerome Boateng.
Berbeda dengan Kevin-Prince dan Jerome yang merupakan saudara dari jalur ayah, Derick dan Brian merupakan saudara dari jalur ibu.
Menariknya, Brobbey lebih dulu dipanggil oleh timnas Belanda sejak 2023, dengan total penampilan 12 kali hingga saat ini.
Sementara Luckassen bakal menjalani debut Piala Dunia dengan memenuhi panggilan timnas Ghana.
Peluang Saling Berhadapan di Fase Gugur
Cerita ini bisa menjadi semakin menarik ketika turnamen memasuki babak gugur.
Jika Prancis dan Pantai Gading sama-sama finis sebagai runner-up di Grup I dan Grup E, ada kemungkinan Desire Doue dan Guela Doue saling berhadapan di babak 32 besar.
Skenario tersebut menjadi peluang paling nyata untuk menghadirkan duel saudara melawan saudara di fase gugur.
Namun, dengan 32 dari 48 peserta lolos dari fase grup, peluang pertemuan antarsaudara sebenarnya jauh lebih besar. Jika itu terjadi, Piala Dunia 2026 tidak hanya akan menyajikan persaingan antarnegara, tetapi juga kisah keluarga yang memberikan sentuhan emosional tersendiri di tengah ketatnya perebutan gelar juara dunia.