Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

7 Duel Piala Eropa 2020 yang Tidak Boleh Dilewatkan

Berikut tujuh duel fase penyisihan grup yang tidak boleh dilewatkan.
Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Minggu, 06 Juni 2021
7 Duel Piala Eropa 2020 yang Tidak Boleh Dilewatkan
Cristiano Ronaldo dan Kylian Mbappe (zimbio)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Gempita Sepak Bola Eropa sudah di depan mata. Sebanyak 24 tim akan bersaing menjadi yang terbaik di Benua Biru, meski harus harus tertunda selama satu tahun lantaran pandemi COVID-19.

Penggila sepak bola sudah pasti tidak sabar menantikan keseruan bintang-bintang sepak bola Eropa mentas di Piala Eropa 2020 alias Euro 2020.

Baca Juga:

Karier Harry Kane Gagal jika Tak Menangi Piala Eropa dengan Inggris

Hantu Cedera Ancam Mimpi Besar Timnas Inggris

Susunan Pemain Terbaik yang Tidak Berpartisipasi di Piala Eropa 2020

Bisa dipastikan duel yang melibatkan tim-tim besar Eropa, seperti Jerman, Belanda, Inggris, Portugal, Spanyol, Prancis, atau Belgia akan menjadi tontonan yang menarik.

Berikut tujuh duel fase penyisihan grup yang tidak boleh dilewatkan.


Turki Vs Italia (Roma, Sabtu, 12 Juni, 02.00 WIB)

Turki menghadapi salah satu dari 11 tuan rumah bersama dalam pertandingan pembukaan turnamen. Laga yang merupakan pertemuan pertama kedua negara dalam rentang 21 tahun di ajang ini. Pada pertemuan terakhir, Italia mengalahkan Turki 2-1 pada hari kedua Piala Eropa 2000 di Arnhem.

Dua statistik mungkin menjadi perhatian Turki adalah mereka belum pernah mengalahkan Italia dalam sepuluh pertemuan terakhir. Turki juga kalah dalam empat pertandingan pembukaan Piala Eropa, termasuk pertarungan pada 2000 melawan Azzurri. Akankah rapor buruk itu berakhir di Roma?


Denmark Vs Finlandia (Kopenhagen, Sabtu 12 Juni, 23.00 WIB)

Setelah 110 tahun dan lebih dari 750 pertandingan internasional, Finlandia akhirnya melakukan debut di turnamen besar. Pada kesempatan spesial ini mereka akan melawan tim yang sangat akrab. Ya, ini akan menjadi duel Finlandia melawan Denmark ke-60 sepanjang sejarah.

Akan tetapi dari deretan pertemuan, hanya dua kali terjadi dalam kompetisi naungan UEFA. Dari dua duel tersebut Denmark keluar sebagai pemenang dan terjadi pada kualifikasi Piala Eropa 1988.

Kini Finlandia tampil dengan wajah berbeda di bawah mantan guru sekolah Markku Kanerva. Finlandia berhasil mencatatkan enam clean sheet di babak kualifikasi Piala Eropa 2020.


Inggris Vs Skotlandia (London, Sabtu 19 Juni, 02.00 WIB)

Terakhir kali Inggris menjadi tuan rumah Piala Eropa adalah pada 1996. Kala itu merka juga bertarung pada pertandingan kedua. Dan, ini merupakan duel pertama mereka di turnamen besar. Pertemuan yang berlangsung di Wembley tersebut menjadi duel klasik. Gol Alan Shearer di awal babak kedua sempat membawa Inggris unggul, namun disamakan oleh eksekusi penalti Gary McAllister. Inggris keluar sebagai pemenang lewat gol mengesankan dari Paul Gascoigne.

Sejak saat itu, kedua kubu tidak pernah lagi bertemu di ajang yang sama, pasalnya Skotlandia memang selalu gagal lolos ke putaran final. Ya, ini adalah penampilan pertama Skotlandia di Piala Eropa sejak 1996.

Dalam pertemuan ke-115 melawan serumpun, Skotlandia berharap bisa mencatat kemenangan brsejarah untuk membantu mereka melewati babak penyisihan grup turnamen besar untuk pertama kalinya dalam 11 upaya.


Spanyol Vs Polandia (Sevilla, Minggu 20 Juni, 02.00 WIB)

Menuju ke Piala Eropa ketiganya, Robert Lewandowski menghadapi harapan yang sangat tinggi. Dia akan berharap untuk mentransfer performa gemilangnya di level klub. Sebagai catatan, Lewandowski selalu tampil apik menghadapi klub Spanyol di Liga Champions.

Namun Polandia memiliki kenangan buruk saat bertemu Spanyol. Pada pertemuan sebelumnya dengan La Roja, Polandia dibanti 0-6 pada laga uji coba didi Murcia pada Juni 2010, tepat sebelum Spanyol pergi ke Afrika Selatan untuk memenangkan Piala Dunia.

Kedua negara ini hanya bertemu dua kali secara kompetitif. Pertemuan itu terjadi menjelang putaran final Piala Eropa perdana. Bertanding di babak 16 besar pada 1959, Spanyol menang tandang 4-2 dan 3-0 di Madrid, Alfredo Di Stéfano mencetak tiga gol di dua pertandingan.


Jerman Vs Portugal (Munchen, Sabtu 19 Juni, 23.00 WIB)

Kedua kubu sudah 18 kali dan pada duel terakhir terjadi pada penyisihan grup Piala Dunia 2014. Kala itu Thomas Muller mencetak hat-trick dan Mats Hummels memasok gol lainnya dalam kemenangan 4-0 Jerman di Salvador, Brasil. Saat itu Portugal harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-37 karena Pepe terkena kartu merah.

Itu membuat Jerman menang empat kali berturut-turut melawan Portugal, yang belum pernah mengalahkan Mannschaft sejak kemenangan 3-0 pada Matchday 3 di Piala Eropa 2000. Kala itu Sergio Conceicao mencetak hat-trick di Rotterdam untuk memastikan tersingkirnya juara bertahan Jerman dari kompetisi.

Jerman telah mengalahkan Portugal 3-1 di perebutan tempat ketiga di Piala Dunia 2006 dan dua kali di turnamen Piala Eropa. Pasukan Joachim Low menang 3-2 di Basel pada perempat final Piala Eropa 2008, sebelum Mario Gomez mencetak satu-satunya gol di babak penyisihan grup di Lviv empat tahun kemudian. Total, dari 18 pertemuan, Jerman mengalahkan Portugal 10 kali. Sedangkan Portugal cuma tiga kali mencatat kemenangan.


Portugal Vs Prancis (Budapest, Kamis 24 Juni, 02.00 WIB)

Laga terakhir penyisihan grup biasanya akan menjadi penentu nasib lolos tidaknya sebuah tim ke babak selanjutnya. Untuk Grup F laga penutup akan menyajikan duel antara juara bertahan Piala Eropa melawan pemegang trofi Piala Dunia.

Ini adalah kali kedua juara Eropa bertemu dengan pemegang Piala Dunia sebagai bagian dari mempertahankan gelar mereka. Belanda telah membuat preseden ketika mereka mengalahkan juara dunia Jerman dalam pertandingan terakhir grup pada 1992.

Portugal telah kalah sepuluh kali berturut-turut melawan Prancis sebelum mereka membalikkan keadaan dengan kemenangan 1-0 di perpanjangan waktu di final Piala Eropa 2016. Sejak itu Prancis telah mengangkat Piala Dunia kedua mereka dan juga menaklukkan Portugal di UEFA Nations League.


Jerman Vs Hongaria (Munchen, 24 Juni, 02.00 WIB)

Duel ini bisa menjadi penentu bagi kedua tim. Bagi Hongaria ini merupakan momen spesial setelah mengakhiri 44 tahun absen di Piala Eropa.

Hongaria mengakhiri 2020 dalam performa bagus, menyulap comeback dramatis di akhir pertandingan untuk mengalahkan Islandia di final play-off dan memenangkan promosi ke elite UEFA Nations League dengan memuncaki grup.

Ini akan menjadi pertemuan kompetitif ketiga mereka dengan Jerman, tetapi pertikaian sebelumnya sangatlah bersejarah. The Mighty Magyar mengalahkan Jerman Barat 8-3 di babak penyisihan grup Piala Dunia 1954. Namun Jerman Barat besutan Sepp Herberger membalikkan keadaan di final, Jerman menang 3-2 di Berne meskipun dua kali tertinggal dalam laga yang dikenal sebagai Das Wunder von Bern atau The Miracle of Bern alias Keajaiban di Bern.


Laga-laga yang tak kalah seru:
Inggris vs Kroasia, 3 Juni 2021, 20.00 WIB
Belanda vs Ukraina, 14 Juni 2021, 02.00 WIB
Prancis vs Jerman, 16 Juni 2021, 02.00 WIB
Republik Ceko vs Inggris, 23 Juni 2021, 02.00 WIB

Trivia Sepak Bola Piala Eropa 2020 Breaking News

Yusuf Abdillah

Jurnalis olahraga dan editor senior dengan spesialisasi sepak bola dunia. Pengalaman di media lebih dari 15 tahun. Lulusan Universitas Indonesia. Mengawali karier sebagai reporter di Tabloid Soccer (Kompas Gramedia Group). Sebelum bergabung dengan BolaSkor.com, pernah berkarier di beberapa media besar Indonesia seperti BeritaSatu dan Suara.com. Pernah meliput beberapa event besar seperti UEFA Euro 2008.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Jadwal
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Cara menonton Prancis vs Spanyol secara gratis pada semifinal Piala Dunia 2026. Simak jadwal live TVRI, jam tayang, link live streaming, preview pertandingan, dan analisis kekuatan kedua tim.
Johan Kristiandi - Rabu, 15 Juli 2026
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Piala Dunia
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
John Terry membandingkan Jude Bellingham dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa, Zinedine Zidane.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Liga Indonesia
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Aqil Savik mengungkap alasan menolak tawaran beberapa klub demi bergabung dengan Persija Jakarta. Eks kiper Persib itu siap bersaing di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Piala Dunia
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Lamine Yamal punya satu harapan besar setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Bukan hadiah mewah atau perayaan meriah, melainkan kemenangan atas Prancis dan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Liga Indonesia
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Kyohei Yoshino mengaku bangga bergabung dengan Persija Jakarta. Eks Cerezo Osaka dan Daegu FC itu siap bekerja keras membawa Macan Kemayoran mengakhiri puasa gelar di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Bagikan