5 Transfer Januari Terburuk Sepanjang Masa

Arief HadiArief Hadi - Senin, 30 Januari 2023
5 Transfer Januari Terburuk Sepanjang Masa
Alexis Sanchez saat berseragam Manchester United (Twitter)

BolaSkor.com - Bursa transfer musim dingin terjadi pada Januari setiap tahunnya. Bulan pertama dalam kalender tahunan itu bukan bursa transfer biasa seperti halnya di musim panas karena terjadi di akhir musim, serta peralihan ke musim baru.

Pada bursa transfer Januari periode terjadi di tengah bergulirnya musim di liga-liga top Eropa. Bursa transfer Januari juga menjadi pitstop bagi klub-klub Eropa yang sudah melewati setengah musim pertama, lalu menatap paruh musim berikutnya.

Bursa transfer musim dingin ada sebagai solusi bagi klub merekrut pemain guna menutupi celah yang ditinggal karena pemain cedera, atau kelemahan yang terlihat. Kendati demikian tidak mudah merekrut pemain yang dibutuhkan.

Baca Juga:

Sensasi Chelsea Belum Berakhir, The Blues Pantang Menyerah Kejar Enzo Fernandez

Belanja Chelsea Berlanjut, The Blues Amankan Rekrutan Anyar Ketujuh

5 Fakta Menarik Mengenai Rekrutan Terbaru Chelsea, Malo Gusto

Pasalnya klub-klub juga tidak mau melepas pemain sembarangan di tengah bergulirnya musim. Tetapi dalam beberapa musim terakhir stigma mulai berubah dengan transfer-transfer besar yang terjadi pada musim dingin, baik itu melibatkan nominal besar atau memiliki nama besar.

Acapkali transfer musim dingin bisa sukses tetapi bisa juga gagal dan pemain menjadi flop (gagal). Merangkum dari berbagai sumber, berikut tujuh transfer Januari terburuk sepanjang masa.

1. Philippe Coutinho - Barcelona (2018)

Januari 2018, Barcelona mengeluarkan total uang 142 juta poundsterling untuk merekrut Philippe Coutinho dari Liverpool. Drama mewarnai kepergiannya dari Liverpool sampai fans membakar jersey pemain asal Brasil tersebut.

Coutinho bertahan hingga 2022 tapi ia sepenuhnya kesulitan dalam periode itu menampilkan performa terbaiknya. Inkonsistensi bermain hingga cedera menyulitkannya hingga Coutinho sempat dipinjamkan ke Bayern Munchen.

Pada akhirnya pemain berusia 30 tahun kembali ke Premier League dan saat ini bermain untuk Aston Villa.

2. Andy Carroll - Liverpool (2011)

Pada 2011 Liverpool memecahkan rekor transfer klub ketika memboyong Andy Carroll dari Newcastle United sebesar 35 juta poundsterling, mengontraknya selama lima tahun setengah. Cedera menerjangnya dan ia menanti sebulan sebelum memainkan debutnya lawan Manchester United.

Seiring berjalannya waktu performa Carroll tidak sama seperti saat membela Newcastle, ia kesulitan beradaptasi dengan gaya main Liverpool. 18 bulan bertahan di Liverpool, Carroll mencetak 11 gol dari 58 laga.

Carroll pun bermain di West Ham United, Newcastle, Reading, West Bromwich Albion, dan kini membela Reading pada usia 34 tahun.

3. Thomas Gravesen - Real Madrid (2005)

Selain Julian Faubert, Real Madrid pernah merekrut pemain yang pada akhirnya mengalami kesulitan di klub yakni Thomas Gravesen. Dia diboyong dari Everton pada Januari 2005 dan jadi pembelian panik Madrid untuk posisi gelandang bertahan.

Pada awalnya Gravesen mencetak gol lawan Espanyol tapi lambat laun jarang bermain setelah Vanderlei Luxemburgo dipecat, pun demikian ketika Lopez Caro menerima palu pemecatan juga di Madrid.

Nasib semakin tak membaik untuk Gravesen setelah ia mematahkan gigi Ronaldo Nazario di sesi latihan, serta terlibat keributan dengan Robinho di sesi latihan. Gravesen pun dijual ke Celtic pada Agustus 2006.

4. Henrikh Mkhitaryan dan Alexis Sanchez - Barter Pemain (2018)

Barter pemain tak selamanya berjalan baik meski pun itu melibatkan nama dan klub besar. Itu terjadi pada Januari 2018 ketika Alexis Sanchez ke Manchester United dari Arsenal, sementara Arsenal mendapatkan Henrikh Mkhitaryan.

Performa keduanya sama-sama tidak bagus dengan klub baru mereka, terutamanya Sanchez yang menerima gaji tinggi di Man United dan pada akhirnya dari 32 laga liga ia hanya mencetak tiga gol.

Alexis Sanchez pindah ke Inter Milan pada 2019 dan kemudian pindah permanen ke Italia. Lalu pada 2022 Sanchez bermain di Lique dengan Olympique Marseille, sementara Mkhitaryan kini membela Inter Milan pada usia 34 tahun.

5. Fernando Torres - Chelsea (2011)

Bagi fans Chelsea, mereka melupakan flop atau kegagalan Fernando Torres untuk mengulangi performanya seperti saat membela Liverpool, sebab Torres berandil besar dalam mengakhiri penantian titel Liga Champions The Blues dengan golnya ke gawang Barcelona.

Dari sisi raihan trofi Torres sukses dengan Chelsea, tapi dari performa individu tidak demikian. Chelsea merekrutnya pada Januari 2011 sebesar 50 juta poundsterling dari Liverpool.

11 gol dari 49 laga di musim pertama dengan Chelsea, serta 22 gol dari 64 laga tidak cukup meyakinkan. Torres pun dipinjamkan ke AC Milan dan Atletico Madrid sebelum hengkang secara permanen. Terakhir pada 2019 Torres bermain di Sagan Tosu.

Transfer Isu Transfer Bursa transfer Trivia Sepak Bola Coutinho Philippe Coutinho Fernando Torres
Ditulis Oleh

Arief Hadi

Posts

11.831

Bagikan